Perbankan Nasional Diminta Serius Garap Infrastruktur

Jakrta—Wacana pembentukan bank infrastruktur tampaknya sudah diajukan Bank Indonesia (BI) dalam sidang kabinet terbatas kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun pemerintah tampaknya lebih mendorong perbankan yang sudah ada saat ini lebih serius menggarap infrastruktur. “Bank-bank besar di Indonesia itu siap untuk melaksanakan infrastruktur, dan kesiapan itu tidak hanya dilihat dari CAR yang baik, tapi perlu dilihat juga dari respons dan proyek-proyek infrastruktur yang cepat serta likuiditas yang baik, dan tidak lupa SDM yang baik juga," kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo di Jakarta.

Menurut Agus, Bank Indonesia (BI) sudah menyampaikan dalam sidang kabinet terbatas. Namun belum ada respon lebih jauh. "Sejauh ini, diskusi sedang berjalan, dan pertemuan sudah sampai dengan pihak BI yang menyampaikan opini di sidang kabinet terbatas. Jadi hal ini sudah cukup jauh. tetapi yang ingin saya katakan perbankan kita sendiri termasuk Lembaga Pembiayaan Ekspor, SMI, Perusahaan Penjaminan Infrastruktur itu semua siap," tambahnya

Namun, menurut Agus Marto, yang perlu diperhatikan adalah perencanaan dan eksekusi proyek itu sendiri. "Kita ambil contoh jalan tol, pelabuhan, pelabuhan udara, dan lain-lain. Itu masih lambat. Tapi dengan UU pembebasan lahan kita harap lebih cepat," kata Agus.

Agus berpendapat, secara umum perbankan di Indonesia mampu untuk dapat mempersiapkan dan mendukung pembangunan infrastruktur. "Yang kita lihat sekarang ini adalah proyeknya yang harus lebih cepat. Tetapi kalau kita lihat permodalannya, bank-bank itu permodalan cukup. Jadi kita merasa unsur pembiayaan itu sudah cukup siap," imbuhnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Target RPJMN Bidang Infrastruktur Diyakini Tercapai

      NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyakini bahwa sasaran Rencana…

Indeks Kemudahan Berusaha Turun, Pemerintah Diminta Perbaiki Izin

      NERACA   Jakarta - Pemerintah diminta memberi kepastian pengurusan perizinan konstruksi gedung dan properti. Kepastian pengurusan izin…

KERJASAMA PEMANFAATAN LAYANAN PERBANKAN

Direktur Utama Bank DKI, Wahyu Widodo (kiri) menyaksikan Direktur Keuangan Bank DKI Sigit Prastowo (kedua kiri) bersama Direktur Utama PT…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…