CSAP Perkuat Modal Lewat Private Placement - Genjot Pertumbuhan Ritel Modern

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis ritel modern bahan bangunan, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) perusahaan distribusi terbesar & terkemuka di bahan bangunan, kimia dan Consumer Goods/FMCG, dan pemilik jaringan toko Mitra10 & Atria ini bakal mencari pendanaan di pasar modal lewat penambahan modal tanpa hak memesa efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement kepada beberapa investor potensial.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, saham yang akan diterbitkan dalam PMTHMETD kepada investor dengan jumlah sebanyak-banyaknya 405.305.292 saham atau sebesar 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Kata Corporate Secretary PT Catur Sentosa Adiprana Tbk, Idrus Widjajakusuma, lewat aksi korporasi ini diharapkan likuiditas perseroan dalam menggenjot pertumbuhan bisnis bisa terealisasi.”Tahun ini kami menargetkan segmen ritel modern tumbuh 15% untuk menopang target pendapatan konsolidasi perseroan yang ditargetkan sebesar Rp11 triliun pada 2018,”ujarnya.

Maka untuk mengejar pertumbuhan tersebut, CSAP selaku induk usaha telah menyiapkan belanja modal sebesar Rp400 miliar dimana Rp250 miliar dialokasikan untuk segmen ritel modern. Disebutkan, strategi yang agresif disegmen ritel tersebut tidak lepas dari rencana besar perseroan untuk memiliki 50 jaringan ritel modern Mitra10 pada tahun 2020 mendatang.\

Sebagai informasi, belum lama ini perseroan membuka Mitra10 ke-27 di Pesanggrahan. Mitra10 yang baru saja diresmikan pada jumat (25/5) lalu menempati lahan seluas 3.245 dan luas bangunan seluas 4.282m2 dengan selling area seluas 2.000m2 dengan menjual sekitar 20.000 stock keeping unit (SKU)/ items barang mulai dari aneka keramik, cat, atap hingga home appliances dan peralatan pertukangan. Nantinya, setelah membuka toko Mitra10 di Pesanggarahan, CSAP berencana membuka toko Mitra10 type superstore yang ke-3 di Surabaya dan Karawang (Jawa Barat) yang direncanakan akan beroperasi pada semester II tahun ini. Maka dengan demikian, sepanjang 2018 perseroan akan membuka tiga gerai baru Mitra10.

CSAP saat ini memiliki dan mengoperasikan 42 cabang distribusi bahan bangunan di 40 kota, 4 cabang distribusi kimia, 38 area distribusi, 27 toko Mitra10 dan 11 showrooms Atria. Pemilihan gerai superstore Mitra10 tidak lepas dari pertumbuhan komplek residensial disekitar lokasi yang menjadi target utama Mitra10. Untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen, Mitra10 juga menyiapkan layanan antar barang gratis dalam radius tertentu dengan syarat dan ketentuan berlaku. Prospek usaha CSAP tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan oleh pemerintah sebesar 5,4%.

Tentunya pertumbuhan ini tidak terlepas kaitannya dengan konsumsi dan kebutuhan akan perumahan oleh masyarakat Indonesia. Konsumsi rumah tangga juga meningkat 5,1% dengan tingkat inflasi 3,5%. Backlog kebutuhan akan rumah telah mencapai 13 juta rumah. Dengan indikator ini, CSAP sangat konfiden bahwa iklim usaha di Indonesia sangat kondusif dan mendorong pertumbuhan prospek usaha CSAP yang fokus di bidang bahan bangunan baik itu distribusi maupun ritel moderen.

BERITA TERKAIT

BTN Genjot Pertumbuhan KPR di Jawa Timur - Dorong Program Sejuta Rumah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. bakal terus memacu ekpansi bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Provinsi Jawa Timur (Jatim)…

BTN Gandeng Kerjasama Sinergis PT RNI - Pacu Pertumbuhan Kredit Komersil

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan penyaluran kredit komersial hingga Agustus 2018 mencapai sekitar Rp38,14 triliun. Jumlah tersebut tercatat…

Saham PANI Oversubscribed 14 Kali - Debut Perdana di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…