Geliat BI Menguasai Kursi DK-OJK Semakin Jelas - Hari Ini Pengumuman Seleksi

NERACA

Jakarta - Genderang perang memperebutkan kursi Dewan Komisioner Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) semakin keras ditabuh. Mengambil ungkapan ahli strategi perang China, Sun Tzu, ‘kenalilah dirimu, kenalilah musuhmu, maka dalam seratus pertempuran kamu tidak akan pernah kalah’, sepertinya sangat pas dikaitkan dengan proses seleksi anggota DK-OJK.

Benar saja. Pasalnya, Jumat (17/2) hari ini, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo bersama Ketua Tim Pelaksana Persiapan DK-OJK, Mulia Panusunan Nasution, akan mengumumkan nama-nama calon peserta yang lolos dan memasuki tahap II, yaitu seleksi kapabilitas. Sebanyak 290 orang dari berbagai profesi bersaing memperebutkan tujuh kursi DK-OJK.

Bahkan, mantan bankir pun seakan ingin turun gunung ikut meramaikan persaingan, sebut saja mantan Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Peter B Stok dan Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia (BI), Umar Juoro. Kemudian, bankir aktif seperti Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Riswinandi dan Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Aviliani.

Kepala Eksekutif EC-Think, Iman Sugema, Managing Director AirInti, Yanuar Rizki dan Guru Besar FEUI, Adler Haymans Manurung mewakili kalangan pengamat dan pengajar. Lalu, birokrat seperti Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Nurhaida, Direktur Wilayah IV Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Andi Selle Abubakar, mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Hussein, serta mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan yang juga Ketua Tim Pelaksana Persiapan DK-OJK, Mulia P Nasution.

Pengamat pasar modal Budi Frensidy menilai bahwa siapa yang kuat dialah menjadi pemenang. Hal itu bisa dilihat peta kekuatan masing-masing calon peserta seleksi. “Saya melihat asosiasi lebih berpeluang menang. Yaitu, perbankan dan pasar modal. Kalau mau dikecurutkan lagi, ya, perbankan paling besar peluangnya menguasai kursi DK-OJK,” ujar dia kepada Neraca, Kamis (16/2).

Alasan Budi memilih perbankan karena berkaitan erat dengan kepentingan Bank Indonesia (BI) yang masih nggak ridho dipotong separuh kewenangan pengawasannya oleh OJK. Dosen FEUI ini menuturkan seandainya kursi dewan komisioner direbut BI maka sakit hati bank sentral itu akan terobati.

“Tidak hanya bankir aktif tapi juga mantan bankir juga ikut bersaing. Kan bisa dilihat, orang-orang perbankan lebih banyak jumlahnya. Dari sini arah alurnya akan ketahuan. Selain pelaku perbankan dan pasar modal, lainnya hanya ikut meramaikan saja,” tegas Budi. Tak hanya perbankan dan pasar modal, yang diwakili Bapepam-LK, calon peserta juga diikuti kalangan asuransi, pengamat ekonomi, dan terakhir, pengajar atau dosen.

Namun perlu digarisbawahi, kata Budi, politisi tidak boleh diberi peluang untuk menduduki kursi dewan komisioner. Hal ini berdasarkan Undang-Undang No 21 Tahun 2011 tentang OJK yang disahkan DPR pada akhir Oktober tahun lalu, maka sudah selayaknya dewan komisioner bebas dari unsur partai politik meski hal itu bukan persoalan mudah untuk memisahkan.

Operasi senyap

Di tempat terpisah, sumber Neraca yang dekat dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan, para calon peserta seleksi giat-giatnya menggalang dukungan ke semua pihak, terutama DPR. “Mereka melakukan operasi senyap dan tidak akan mau open. Di media, mereka akan pelit bicara dan cenderung datar-datar saja, “ kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Senada dengan Budi, sumber ini menyebutkan kalau kalangan perbankan dan pasar modal adalah petarung sebenarnya. “Arahnya sudah jelas. Pilihannya birokrat yang mapan dan itu terlihat mayoritas pelamar dari bankir dan mantan bankir. Mereka akan rebutan lahan dengan perwakilan dari pasar modal. Ini tidak berimbang karena keterwakilan dari asuransi, pengamat ekonomi, dan analis masih kurang,” ungkapnya.

Meskipun demikian, jangan sampai dilupakan juga rekam jejak setiap calon peserta harus diteliti serius. Persoalan integritas, independensi, dan profesionalitas setiap calon peserta tidak boleh terabaikan. Dengan menggandeng PPATK maka akan mudah menelusuri transaksi keuangan setiap calon DK-OJK.

Sebagai informasi, pascalolos seleksi tahap I yaitu seleksi administratif, pada 17 Februari 2012 akan diumumkan siapa saja yang berhak masuk seleksi tahap II atau seleksi kapabilitas, yang dilakukan pada 21-24 Februari 2012. Kemudian pada 29 Februari 2012 akan diumumkan calon yang masuk seleksi tahap III atau tes kesehatan yang akan dilakukan pada 9-10 Maret 2012.

Lalu, pada 14 Maret 2012 akan diumumkan siapa saja yang lolos masuk ke seleksi tahap IV atau seleksi kompetensi yang akan dilakukan pada 15-17 Maret 2012. Terakhir, pada 22 Maret 2012 akan diumumkan 21 nama calon anggota DK-OJK yang akan disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. [ardi]

BERITA TERKAIT

Niaga Daring - Infrastruktur Internet Cepat Topang Geliat Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berhasil membangun internet cepat di seluruh Indonesia guna…

BANYAK FINTECH ILEGAL DARI CHINA - Satgas OJK Tindak Tegas 404 Fintech Ilegal

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi akhirnya menghentikan kegiatan usaha dari 404 penyelenggara layanan pinjam meminjam (peer to…

OJK Dorong Perbankan Di Bali Optimalkan Penyaluran Kredit Pariwisata

    NERACA   Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan di Bali untuk mengoptimalkan penyaluran kredit sektor pariwisata…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…