Garap Banyak Proyek, Metland Targetkan Laba Tumbuh 20% di 2012 - Siapkan Capex Rp 1 Triliun Bangun Tiga Hotel

Neraca

Jakarta – PT Metropolitan Land Tbk menargetkan pertumbuhan laba dan pendapatan ditahun 2012 sebesar 30%. Pendapatan dan laba tahun ini akan melonjak dua kali lipat ditahun 2013 karena beberapa hotel dan mal yang dibangun perseroan sudah beroperasi.

Direktur Utama PT Metropolitan Land, Nandya Widya mengatakan, target tahun 2013 akan tumbuh signifikan karena sudah beroperasinya beberapa proyeks perseroan, “Tahun ini kita tetap optimis laba tumbuh, namun tahun berikutnya akan tumbuh signifikan karen recure income sudah bisa didapatkan,”katanya.

Dia juga menuturkan, proyeksi pendapatan tahun 2011 akan tumbuh sebesar 50%. Sementara laba akan tumbuh diatas 100% karena laba per September 2011 sudah mencatatkan pertumbuhan 50%. Besarnya pertumbuhan pendapatan dan laba tahun 2011, perseroan menjajikan akan memberikan dividen tahun 2011 sebesar 15% dari laba.

Selain itu, Nandya juga menuturkan, tahun ini perseroan menginvestasikan dana sebesar Rp 30 miliar untuk pembangunan tiga hotel di Tasikmalaya, Cirebon dan Bandung. Dana pembangunan tersebut berasal dari belanja modal perseroan tahun ini yang dialokasikan sebesar Rp 1 triliun. Dimana sumber belanja modal berasal dari pinjaman sebesar 40% dan kas internal 60%.

Asal tahu saja, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) optimis tahun ini akan mencapai target pertumbuhan bisnis sampai 30%. Kata, Nandya Widya, keyakinan target pertumbuhan 30% didasari oleh prestasi MTLA yang mampu menaikkan penjualan propertinya sebesar 97% pada tahun 2011.

Hal senada diungkapkan Vice Director Corporate Affair and Corporate Secretary, Olivia Surodjo, ditahun naga air ini perseroan optimis bisa merealisasikan peningkatan penjualan sekitar 11,5% dari tahun 2011 atau sekitar 800 milliar dari total penjualan dan pendapatan berkelanjutan.

Rencananya, target tersebut akan diperoleh melalui pembangunan properti komersial Grand Metropolitan dan Hotel Horison Bekasi Extension di Bekasi. Selain itu, MTLA akan memasarkan penjualan ruang perkantoran dan apartemen yang berada dalam satu superblock dengan Grand Metropolitan. “Kami mengharapkan, kedepannya Grand Metropolitan akan menjadi ikon baru di Kota Bekasi,”ujar Olivia.

Kinerja 2011

Prestasi kinerja perseroan di tahun 2011 cukup cemerlang, dimana perseroan mencatat total penjualan sebesar 537 milliar. Data tersebut belum termasuk pendapatan berkelanjutan (recurring income) yakni sebesar 181 milliar. Sehingga total perolehan penjualan mencapai 718 milliar.

Sebagaimana diketahui, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) melalui anak perusahaan PT Metropolitan Permata Development membangun beberapa hotel dengan bekerja sama PT Wahana Arthadinamika dan PT Dwi Kencana Motor.

Melalui anak perusahaan akan dibangun budget hotel di kota Bandung, Cirebon dan Tasikmalaya. Pembangunan hotel ini diharapkan dapat memfasilitasi bagi wisatawan dan pelaku bisnis di daerah-daerah tersebut.

Rencananya, pelaksanaan konstruksi bangunan akan dimulai pada pertengahan tahun ini. Dan ditargetkan selesai pada tahun mendatang. Adapun komposisi kerjasama tersebut, PT Metropolitan Permata Development sebagai pemegang saham yang dominan sebesar 60% dan sisanya dibagi rata untuk PT Wahana Artha Dinamika dan PT Dwi Kencana Motor dengan presentase masing-masing 20 %.

Metland optimis pengembangan budget hotel ini akan memiliki tingkat pengembalian investasi yang cepat. “Jumlah permintaan yang besar dengan iklim yang mendukung tentunya membuka kesempatan besar bagi bisnis budget hotel untuk berkembang pesat pada tahun ini," pungkas Olivia. (Yahya)

BERITA TERKAIT

Kemenkeu Siapkan Strategi Pengembangan Unicorn

Jakarta-Kementerian Keuangan diketahui telah menyiapkan strategi untuk mendukung pengembangan unicorn di dalam negeri. Respon program pengembangan unicorn ini merupakan salah…

Penyaluran Kredit Di Papua Tumbuh 7,2%

    NERACA   Jayapura - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat menyebut selama 2018 penyaluran kredit/pembiayaan yang…

Laba Bersih Sido Muncul Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan laba bersih sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…