Kenaikan Minyak Dunia Memaksa IHSG Berkonsolidasi

Kamis, 03/03/2011

NERACA

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, dibuka tertekan 25,60 poin dipicu oleh kembali naiknya harga minyak. IHSG BEI tertekan 0,73% ke posisi 3.487,02 poin. Indeks itu diikuti oleh kelompok 45 saham-saham unggulan (LQ45) yang bergerak turun 6,69 poin (1,06%) ke level 616,17 poin.

Kepala riset Samuel Sekuritas, Christine Salim mengatakan, harga minyak kembali meroket ke level US$ 100 per barel setelah kembali memanasnya konflik di Libya semakin merumitkan situasi.“Krisis Libya menjadi pemicu naikna harga minyak dunia dan berimbas pada tekanan indeks dalam negeri,”katanya di Jakarta, Rabu (2/3).

Selain itu, kata dia, rilis data manufaktur pada Februari AS yang lebih baik dari ekspektasi pasar belum memberi sentimen positif pada bursa AS yang kemarin malam ditutup melemah signifikan sekitar 1,38%.

Indeks Dow Jones melemah 168,32 poin (1,38%) ke posisi 12.058,02, memicu bursa-bursa kawasan Asia ikut melemah seperti, bursa Hang Seng melemah 392,77 poin (1,68%) ke level 23.003,65, Indeks Nikkei-225 turun 170,07 poin (1,58%) ke level 10.583,96, dan Indeks Straits Times tertekan 30,86 poin (1,01%) ke level 3.036,74.

Sebelumnya, Christine memprediksikan bila IHSG diawal pembukaan akan bergerak melemah seiring pergerakan bursa regional meski sebenarnya rilis data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari sebesar 0,13% jauh lebih baik dari ekspektasi kalangan pasar.

Menutup perdagangan sesi I, IHSG HSG terkoreksi 27,775 poin (0,80%) ke level 3.484,842. Indeks LQ 45 turun 4,613 poin (0,75%) ke level 618,127. Aksi ambil untung memaksa indeks kembali ke level 3.400. Selain itu jatuhnya bursa-bursa global dan regional turut membantu pelemahan ini, di samping posisi indeks yang terlalu tinggi dan rawan koreksi.

Seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami koreksi. Penurunan terbanyak diderita oleh saham-saham tambang. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 43.770 pada volume 1,679 miliar lembar saham senilai Rp 1,666 triliun. Sebanyak 41 saham naik, 158 saham turun, dan 72 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 400 ke Rp 13.250, Multi Prima (LPIN) naik Rp 150 ke Rp 2.450, Jakarta International (JIHD) naik Rp 100 ke Rp 850, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 100 ke Rp 6.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 44.700, Bank Tabungan Pensiunan (BTPN) turun Rp 450 ke Rp 11.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 36.400, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 ke Rp 53.750.

Kemudian menutup perdagangan Rabu, indeks masih tetap terkoreksi. Dimana IHSG ditutup terkoreksi 26,420 poin (0,76%) ke level 3.486. Sementara Indeks LQ 45 turun 4,121 poin (0,66%) ke level 618,619. Tekanan indeks terjadi akibat investor asing melakukan aksi ambil untung di saham-saham tambang. Penanam modal asing mendominasi perdagangan di bursa kemarin.

Indeks jatuh semakin dalam di level 3.400 akibat tekanan aksi jual di saham-saham unggulan yang sebelumnya sudah menguat tinggi. Meski tidak besar, investor asing kembali marak melepas saham pada perdagangan Rabu (2/3).

Masih kuatnya sentimen global karena kenaikan harga minyak dunia, maka pembukaan Kamis (3/2), IHSG diperkirakan masih cenderung berkonsolidasi di kisaran 3433-3510 dengan BBTN dan TLKM sebagai saham pilihan.

Sebelumnya pada perdagangan Rabu, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) sebesar Rp 98,609 miliar di seluruh pasar. Transaksi didominasi oleh asing dengan total Rp 3,713 triliun.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 85.200 kali pada volume 3,123 miliar lembar saham senilai Rp 3,715 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 148 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 800 ke Rp 13.650, Asahimas (AMFG) naik Rp 200 ke Rp 4.925, Multi Prima (LPIN) naik Rp 175 ke Rp 2.475, dan Bhakti Capital (BCAP) naik Rp 120 ke Rp 750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.650 ke Rp 44.200, Bank Tabungan Pensiunan (BTPN) turun Rp 500 ke Rp 11.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 36.450, dan Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 14.250.