Rukun Raharja Bidik Dana Rp 230 Miliar Dari Right Issue

Neraca

Jakarta - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melakukan penawaran umum terbatas (PUT) II melalui penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue di harga Rp 677 per saham. Dalam penerbitan right issue tersebut, perseroan akan mengantongi dana Rp 230 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseoran dalam prospektusnya di Jakarta, Kamis (16/2). Disebutkan dalam penerbitan saham terbatas tersebut, perseroan akan menerbitkan 339,76 juta lembar saham baru atau setara dengan 33,33% total saham. Dengan rasio 2:1, maka setiap pemegang satu lot (500 lembar) saham perseroan berhak atas 250 HMETD. Setiap pemegang HMETD tersebut berhak atas satu saham baru.

Perseroan, akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Maret 2012 untuk meminta persetujuan aksi korporasi ini. Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk melunasi surat utang.

Sebelumnya, perusahaan penyaluran gas tersebut membidik laba tahun 2012 sebesar Rp165,1 miliar atau meningkat drastis 264% dari proyeksi laba bersih sepanjang 2011 yang hanya Rp18,1 miliar.

Direktur Keuangan Rukun Raharja Djauhar Maulidi mengatakan, guna memenuhi target laba 2012, perseroan mensiasatinya dengan melakukan efisiensi terhadap anak usahanya, “Proyeksi laba bersih tahun depan murni dari eksisting bisnis kami, belum termasuk kalkulasi dari hasil rencana akuisisi,”katanya.

Selain itu, perseroan akan menargetkan pendapatan 2012 sebesar Rp990,16 miliar atau naik sekitar 22,93% jika dibandingkan proyeksi pendapatan perseroan di akhir 2011 yang diperkirakan mencapai Rp805 miliar.

Kemudian, perseroan juga berniat meningkatkan harga jual gas bumi dan meningkatkan pasokan gas sebesar 25 MMBTU ke pembangkit Payo Selincah di Jambi milik PLN. Sebelumnya, perseroan telah mengakuisisi Panji Raya Alamindo (PRA) dan Triguna Internusa Pratama (TIP) pada 2010. PRA merupakan kontributor utama pendapatan perseroan hingga mencapai 90,5% dengan bidang usaha distribusi gas kepada pelanggan industri di Jambi dan Jabar. Sedangkan TIP melalui anak usaha Trimitra Cipta Mandiri melakukan bisnis transmisi dan kompresi dengan kontribusi 6,1%, sementara sisa kontribusi dari distribusi LPG. (bani)

BERITA TERKAIT

SDPC Patok Rights Issue Rp 110 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten farmasi, PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 110…

Andalan Finance Raih Pembiayaan Rp270 miliar dari CIMB Niaga

  NERACA Jakarta - PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance), menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) fasilitas kredit pembiayaan senilai…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…