Guna Timur Raya Bakal Tambah 20 Unit Truk - Kantungi Dana IPO Rp34,5 Miliar

NERACA

Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) dibuka naik 49,57% ke angka Rp 344 persaham dari harga pelaksanaan di level Rp 230 persaham. Perseroan tercatat menjadi emiten ke-15 di tahun 2018 dan masuk dalam saham syariah.”Kami menyadari ini bukan titik akhir tapi titik awal dari perjalanan kami untuk menjadi perusahaan jasa transportasi yang dikenal secara nasional, regional, dan internasional," kata Budi Gunawan, Direktur Utama TRUK di Jakarta, Rabu (23/5).

Lewat aksi korporasi tersebut, TRUK resmi melepas 34,48% saham nya dan masuk ke dalam sub sektor transportasi di BEI. Guna Timur Raya melepas 150 juta saham melalui IPO. Dengan demikian, TRUK menjaring pendanaan sebesar Rp 34,5 miliar. Nantinya, sebesar 94% dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi pembelian 70 unit truk dari saat ini perseroan sudah memiliki 100 truk.

Ekspansi yang dilakukan oleh perusahaan ini adalah dengan pembelian 70 unit truk. Saat ini Guna Timur Raya sudah memiliki lebih dari 100 truk. Asal tahu saja, TRUK menyediakan jasa terintegerasi dari transportasi, distribusi, serta pergudangan dari hulu ke hilir.

Sementara Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Alpino Kianjaya mengatakan, resminya pencatatan saham itu menunjukkan pendanaan melalui pasar modal masih cukup diminati sehingga diharapkan dapat memperluas kegiatan bisnis perusahaan,”Perusahaan di dalam negeri yang mengembangkan perusahaan melalui pasar modal diharapkan terus bertambah,”ujarnya.

Dia menambahkan bahwa pencatatan saham itu menandakan optimisnya manajemen perseroan terhadap industri pasar modal Indonesia. Diharapkan, saham itu dapat menjadi salah satu saham yang menjadi pilihan investor”Investor diharapkan agar memiliki pandangan investasi jangka panjang, sehingga tidak terpengaruh fluktuasi di pasar modal," katanya.

BERITA TERKAIT

Hingga Oktober 2018, Ekspor Sepeda Motor Tembus 510 Ribu Unit

Industri sepeda motor di Indonesia semakin agresif menembus pasar ekspor. Hal ini tidak terlepas dari peningkatan produktivitas sejumlah produsen sepeda…

Pangkas Aset KPR Tidak Produktif - BTN Lelang 986 Unit Rumah Senilai Rp 216 Miliar

NERACA Bogor - Sebagai salah satu upaya perseroan untuk memperbaiki kualitas kredit, Bank BTN melaunching produk baru yang dibandrol nama…

Perketat Saham-Saham Bermasalah - BEI Bakal Tambah Jumlah Kriteria I-Suite

NERACA Jakarta – Kebijakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimplementasikan sistem i-suite pada saham emiten yang bermasalah, direspon positif pelaku…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,17%

NERACA Jakarta – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ke-3 bulan Desember mencatat indeks harga saham gabungan…

Estika Tiara Bidik Dana IPO Rp 226,11 Miliar

PT Estika Tata Tiara mengincar dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga Rp226,11 miliar. Calon emiten distribusi makanan…

PLI Mulai Pasarkan Double Great Residence

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) mulai melakukan pembangunan hunian edukasi pertama di Serpong, Double Great Residence (dahulu K2 Park) pada…