Inggris Concern Soal iklim Ketimbang Kemiskinan

NERACA

Jakarta – Pemerintah Inggris menyetop dana bantuan penanggulangan kemiskinan pada Indonesia. Karena itu dana tersebut kemudian dialihkan untuk program climate change terutama untuk hutan Indonesia. ”Ini merupakan bagian dari kerja sama bilateral dalam isu kehutanan untuk menurunkan emisi karbon," ujar Menteri Pembangunan Internasional Inggris Andrew Mitchell saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (16/2).

Pemerintah Inggris memberikan bantuan senilai 50 juta poundsterling atau sekitar USD 80 juta atau setara dengan Rp 715,56 miliar yang akan diberikan dalam jangka waktu 4 tahun. Pasalnya, menurut Andrew, Indonesia adalah mitra Inggris di G20, mempunyai ekonomi yang kuat, penghasil emisi gas rumah kaca ketiga terbesar dunia dan sekitar 110 juta orang Indonesia hidup di bawah USD 2 per harinya dan terbesar kedua lahan hutan di dunia.

Selain itu, pemerintah Inggris tengah serius dengan isu perubahan iklim. Pemerintah Inggris membentuk The UK Climate Change Unit (UKCCU) di Indonesia yang bertujuan untuk membantu Indonesia untuk memenuhi targetnya dalam sektor perubahan iklim, pertumbuhan hijau dan masa depan yang berkelanjutan. Ini juga termasuk untuk mengurangi emisi karbon sebesar 41% yang berasal dari kerusakan hutan dan bergerak ke ekonomi karbon rendah yang mencapai pertumbuhan 7%, memangkas angka kemiskinan dan berpindah ke arah sumber daya energi terbarukan. ”Unit ini akan menggunakan pendanaan gabungan untuk perubahan iklim untuk mencapai tujuan-tujuannya,” ungkap Andrew Mitchell.

Lebih Andrew menambahkan UKCCU merupakan sebuah contoh kerjasama gabungan beberapa departemen pemerintah Inggris. Selain itu, Andrew mengunjungi Kalimantan Timur untuk melihat dan mempelajari ancaman-ancaman kerusakan hutan di Indonesia serta mengunjungi salah satu produsen kayu pertama dengan sertifikasi hukum di bawah program yang didukung pemerintah Inggris.

Dikatakan Andrew, terhadap para pemangku kepentingan local. Pihaknya akan terys untuk melakukan tukar pandangan serta menggarisbawahi komitmen pemerintah Inggris untuk bekerja sama dengan mitra Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim dan kerusakan hutan.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan pengalihan dana yang awalnya untuk kemiskinan kepada isu kehutanan adalah prioritas dari pemerintah Inggris. ”Dalam hal itu juga kita bicarakan mengenai kerja sama pembangunan yang sudah di lakukan saat ini,” terangnya.

Lebih jauh kata Mahendra, Indonesia dan Inggris akan terus membicarakan masalah-masalah yang dianggap perlu segera dipecahkan. Karena itu perlu ada skala prioritas beberapa tahun mendatang. “Dan prioritas apa yang kita dorong, makanya kita akan lihat kedepannya,” imbuhnya. **bari

BERITA TERKAIT

Soal Isu Surplus Jagung, Pemerintah Harus Hati-hati

NERACA Jakarta - Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) Yeka Hendra Fatika mengemukakan pemerintah harus berhati-hati dalam mengelola…

Peraturan Pemerintah Soal E-Commerce Bakal Prioritaskan Produk Lokal

    NERACA   Jakarta – Pemerintah tengah mempersiapkan aturan soal e-commerce. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) E-Commerce disebut akan memprioritaskan…

Jokowi Soal Gunakan Alat Komunikasi Saat Debat Capres: Jangan Buat Fitnah (Lagi)

Jokowi Soal Gunakan Alat Komunikasi Saat Debat Capres: Jangan Buat Fitnah (Lagi) NERACA Jakarta - Calon Presiden nomor urut 01…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

MRT Dinilai Tak Pengaruhi Pasar Otomotif

    NERACA   Jakarta - Pasar otomotif di wilayah Jakarta dan sekitarnya dinilai tidak akan terpengaruh dengan kehadiran Moda…

Harga Avtur Turun, Maskapai Diminta Turunkan Harga Tiket

    NERACA   Jakarta - Sejumlah kalangan meminta maskapai penerbangan nasional menurunkan harga tiket pesawat menyusul penurunan harga avtur.…

WIKA Jajaki Peluang Proyek Infrastruktur Di Papua Nugini

      NERACA   Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Karya (WIKA) menjajaki berbagai peluang proyek…