Kredit Macet Bank Capai Rp 33 Triliun - Pada 2011

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan jumlah kredit macet perbankan mencapai Rp 33,401 triliun hingga akhir 2011. Angka kredit macet ini ada kenaikan sekitar 17,64% disbanding akhir 2010 yang sebesar Rp 28,396 triliun.

Dalam data BI tersebut terlihat pula, laporan kredit macet pada Desember 2011 mengalami penurunan yakni sebesar Rp3,603 triliun dibanding November 2011 yang hanya mencapai Rp 37,004 triliun. Yang jelas data BI juga menyebutkan total jumlah kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) dari perbankan per akhir 2011 mencapai Rp 52,527 triliun. Bahkan naik tipis dari posisi di akhir 2010 yang sebesar Rp 52,794 triliun. Rasio NPL perbankan di akhir 2011 mencapai 1,53%.

Sampai akhir 2011 jumlah kredit yang dikucurkan perbankan Indonesia mencapai Rp 2.200,094 triliun. Kredit ini naik dibandingkan di 2010 yang nilainya Rp 1.765,845 triliun. Dari total kredit tersebut, sebanyak Rp 2.067,704 triliun masuk kategori lancar. Sementara Rp 7,407 triliun masuk kategori kurang lancar, lalu Rp 6,887 triliun masuk kategori diragukan, dan Rp 33,401 triliun masuk kategori macet.

Bank yang menguasai kredit terbesar hingga November adalah Bank Umum Swasta Nasional Devisa senilai Rp 922,541 triliun, bank BUMN Rp 776,833 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp 175,702 triliun, bank asing Rp 136,486 triliun, bank campuran Rp 120,389 triliun, dan Bank Umum Swasta Non Devisa Rp 68,143 triliun. Adapun rincian posisi kredit masing-masing perbankan, antara lain Bank BUMN mencapai Rp 15,4 triliun, Bank Umum Swasta Nasional Devisa sebesar Rp 11,275 triliun, Bank Pembangunan Daerah sekitar Rp 2,494 triliun, Bank Asing hingga Rp 2,296 triliun, Bank Campuran Rp mencapai Rp1,196 triliun dan Bank Umum Swasta Nasional Non Devisa Rp 741 miliar.

Disisi lain, data BI menjelaskan total aset 10 perbankan besar Indonesia mengalami peningkatan Rp364,10 triliun atau 18,68% menjadi Rp2.312,33 triliun pada 2011 dari sebelumnya Rp1.948,23 triliun. Adapun ke-10 perbankan besar tersebut yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan aset Rp493,05 triliun atau 13,50% tumbuh Rp82,44 triliiun secara year-on-year (yoy).

Lalu PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk, dimana asetnya menjadi Rp456,38 triliun atau 12,49% tumbuh Rp150,99 triliun secara yoy. PT Bank Central Asia (BCA) Tbk dengan aset Rp380,92 triliun atau 10,43 % tumbuh Rp57,58 triliun secara yoy. Sedangkan PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk dengan total aset Rp289,45 triliun atau 7,92% atau tumbuh Rp48,29 triliun secara yoy. PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan total aset Rp164,24 triliun atau 4,50%, tumbuh Rp21,31 triliun secara yoy.

Sementara itu, PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan total aset Rp127,12 triliun atau 3,48%, tumbuh Rp13,16 triliun secara yoy. PT Pan Indonesia Bank Tbk dengan total aset Rp118,99 triliun atau 3,26% tumbuh Rp12,49 triliun secara yoy. Disusul pula, PT Bank Permata Tbk dengan total aset Rp101,54 triliun atau 2,78% tumbuh Rp27,50 triliun secara yoy. PT BII Tbk dengan total aset Rp91,33 triliun atau 2,50% tumbuh Rp19,3 triliun dan PT BTN (Persero) Tbk dengan total aset Rp89,27 triliun atau 2,44% tumbuh Rp20,94 triliun. **cahyo

BERITA TERKAIT

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

Berkah Proyek MRT - Intiland Optimis Penjualan Capai Rp2,53 Triliun

NERACA Jakarta – Keberadaan transportasi massal mass rapid transportation (MRT) menjadi sentimen positif untuk mendongkrak penjualan properti milik PT Intiland…

Beban Ekonomi Akibat DBD Capai US$ 381 Juta

    NERACA   Jakarta - Indonesia telah melawan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah mencapai 50 tahun, akan tetapi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

14 Lembaga Keuangan Kerjasama Dukcapil Manfaatkan Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta - Terdapat 14 lembaga keuangan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

The Fed Melunak, BI Diprediksi Turunkan Bunga

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan menjadi 5,75 persen dari…