Bayar Utang, BPFI Rilis Obligasi Rp 300 Miliar

NERACA

Jakarta – Lunasi utang, PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) berencana untuk melaksanakan penawaran umum berkelanjutan II tahap I tahun 2018 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp300 miliar yang merupakan bagian dari rencana penawaran umum obligasi berkelanjutan II senilai Rp 650 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan apabila obligasi tahap I ini memiliki jangka waktu 3 tahun yang bunganya akan ditentukan kemudian. Nantinya, dana hasil penerbitan obligasi sekitar 56,67% atau Rp170 miliar akan digunakan untuk pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2016 Seri B dan sisanya untuk modal kerja.

Adapun masa penawaran awal (bookbuilding) pada 18-24 Mei 2018 dan perkiraan masa penawaran umum 6-8 Juni 2018 dan perkiraan pencatatan di BEI pada 26 Juni 2018. Pefindo memberikan peringkat idBBB. Dalam aksi ini Perseroan menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai Pelaksana emisi dan wali amanat Bank Mega.Sebelumnya, perseroan mendapatkan restu dari pemegang saham untuk menggelar penerbitan saham umum terbatas atau rights issue.

BPFI mengincar perolehan dana segar sebesar Rp100 miliar dari aksi korporasi tersebut. BPFI akan menawarkan sebanyak-banyaknya 222,27 juta lembar saham biasa atas nama atau sebesar minimum 4,82% atau maksimum 12,32% dari modal disetor dan ditempatkan setelah PUT III dengan nominal Rp100. Nantinya, setiap pemegang 712 saham perseroan yang namanya tercantum hingga 27 Maret 2018 berhak atas 100 HMETD.

Setiap 1 HMETD memiliki hak membeli 1 saham baru dengan harga Rp450 per lembar sehingga total nilai yang diraih maksimal Rp100,02 miliar. Batavia Prosperindo Makmur selaku pemegang saham utama perseroan menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan haknya.Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya akan terdilusi minimal 4,82% dan maksimal 12,32%. Periode perdagangan HMETD diperkirakan dilakukan pada 29 Maret-5 April 2018 mendatang.

Rencananya, dana hasil right issue III ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk membayar pengalihan aset bersih yang disetujui dalam rangka pengambialihan yang dilakukan perseroan terhadap aset dan liabilitas PT Malacca Trust Finance (MTF).

BERITA TERKAIT

Sulit Bayar Iuran BPJS Kesehatan

Ketika akan membayar iuran BPJS Kesehatan di Indomaret sekitar stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, ternyata pelayan mengatakan jaringan internetnya lagi bermasalah…

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar - Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong NERACA Depok - ‎Pemerintah Kota…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…