Miliki Segmen Pasar Dan Optimis Kuasai Market Share - PT HD Finance Tbk

Neraca

Jakarta – Industri pembiayaan kendaraan bermotor terus bersaing ketat, PT HD Finance Tbk (HDFA) anak usaha Orang Tua Grup yang bergerak di bidang pembiayaan dan baru tercatat di pasar modal pertengah tahun lalu tidak mau kalah dengan perusahaan pembiayaan sebelumnya.

Meskipun baru tercat di pasar modal pertengahan tahun 2011, perseroan sudah mencatatkan kinerja yang cukup baik. April 2011, pembiayaan sudah mencapai 25 ribu unit dan ditahun 2011 menargetkan mencapai 75 ribu unit, “Target pembiayaan 2011 sebesar Rp 1 triliun dengan 75 ribu unit dengan net profit Rp 20 miliar”kata Direktur Utama HD Finance Hariono.

Sementara total aset perseroan per April 2011 mencapai Rp886 miliar dan menargetkan asset mencapai US$1 miliar hingga 2017. Masih poisitifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri, menjadi keyakinan bila target perseroan memiliki market share sebesar 10% bisa tercapai.

Kata Hariono, potensi kinerja perusahaan ke depan masih cukup besar dalam tujuh tahun ke depan. “Kami berharap banyak pada kinerja kami dalam tujuh tahun mendatang. Kami sadar size kami saat ini masih relatif kecil, tapi itu justru peluang bagi kami untuk bisa tumbuh lebih pesat. Untuk total aset, misalnya, kami yakin bisa mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp8 triliun pada 2017,” ujarnya.

Saat ini HD Finance baru menguasai 1% pasar nasional dan tetap optimis dapat menguasai sedikitnya 10% dari total pasar pembiayaan motor di Tanah Air. Sementara untuk semester I 2011, perseroan telah menyalurkan kredit pembiayaan sepeda motor sebesar Rp525 miliar atau tumbuh dibandingkan periode sama sebelumnya Rp291 miliar.

Penyaluran kredit sepeda motor ini untuk 45.260 unit pada semester pertama 2011. Dari total 45.250 unit tersebut, sekitar 43.280 unit merupakaan pembiayaan motor baru dan 1.980 unit merupakan pembiayaan motor bekas.

Sedangkan laba bersih semester I, kata Hariono, perseroan membukukan sebesar Rp10 miliar-Rp11 miliar atau tumbuh bila dibandingkan periode sama sebelumnya Rp9 miliar. Asal tahu saja, laba perseroan akhir tahun 2011 ditargetkan sebesar Rp20 miliar.

Perseroan juga telah menambah kerja sama pendanaan dengan tiga bank baru yaitu Bank Mandiri, BRI, dan ICBC. Di samping perseroan telah menjalin kerjasama dengan bank lainnya seperti BCA, BNI, Permata, CIMB Niaga, Danamon, Maybank BII, Mega, dan Commonwealth. "Dengan dukungan bank tersebut perseroan yakin sumber pendanaan untuk pembiayaan sepeda motor akan dapat dipenuhi," tutur Hariono.

Saat ini perseroan baru memiliki, 17 outlet hingga akhir Juli 2011. Dalam IPO tahun lalu, penawaran saham perseroan diklaim mengalami oversubscribe (kelebihan permintaan) 2,32 kali dari total keseluruhan nilai penawaran. Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp213,2 miliar dari total nilai penawaran umum sebesar Rp92 miliar.

PT HD Finance menjalin kerja sama dengan sedikitnya 205 diler guna memperluas jangkauan pembiayaan kendaraan pada tahun ini. Anak usaha dari Orang Tua Grup (OT Grup) itu menggandeng 133 diler di Jabodetabek dan 72 diler di Surabaya dan Sidoardjo. Perseroan fokus pada pembiayaan kendaraan roda dua dengan berbagai merek, seperti Yamaha, Honda, dan Suzuki ini menyatakan terus mengembangkan bisnisnya.(bani)

BERITA TERKAIT

Minat Investasi di Pasar Modal - Jumlah Investor di Kepri Tumbuh 58.86%

NERACA Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investasi sektor pasar modal semakin diminati masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Dimana hal…

Butuh Kolaborasi Tingkatkan Daya Saing Pasar Rakyat

NERACA Jakarta – Daya saing yang dimiliki oleh pasar rakyat memiliki potensi besar dibandingkan dengan pasar swalayan. "Artinya secara daya…

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing

Kemenkop dan BPOM Dukung UMKM Jamu Berdaya Saing NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM bersama Badan Pengawasan Obat dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…