Hermina Berambisi Bangun 12 Rumah Sakit Baru - IPO Kelebihan Permintaan 29 Kali

NERACA

Jakarta – Buntut dari sentimen negatif yang menghantui laju indeks harga saham gabungan (IHSG), saham perdana PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL) pada debut perdananya juga ikut terkoreksi hingga 32,70% menjadi Rp 2.490 per saham dari harga pembukaannya di Rp 3.700 per saham. Meskipun demikian, dalam hajatan pelaksanaan penawaran saham perdananya, emiten pengelola rumah sakit Hermina ini terbilang sukes dengan kelebihan permintaan hingga 29 kali.

Hasmoro, Direktur Utama HEAL mengatakan, penawaran perdana Hermina pada 8-11 Mei 2018 tercatat kelebihan permintaan hingga 29 kali, “Semoga Rumah Sakit Hermina akan memberi nilai tambah dan manfaat prima untuk tumbuh bersama pemegang saham, investor publik dan stakeholder,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Lewat aksi korporasi ini, HEAL melepas11,8% dari modal ditempatkan dan disetor dengan jumlah emisi sebesar Rp 1,3 triliun. Nantinya, Hermina akan menggunakan dana hasil IPO untuk penambahan rumah sakit baru sebesar 25%, penurunan utang perusahaan sebesar 38%, pembelian alat medis sebesar 25% dan pembiayaan kebutuhan operasional lainnya sebesar 12%. Asal tahu saja, perseroan menyampaikan rencana membangun 12 rumah sakit baru dalam tiga tahun ke depan.

Di semester pertama tahun ini, Hermina baru saja menyelesaikan pembangunan rumah sakit umum ke-29 di Samarinda, Kalimantan Timur. Direktur Keuangan RS Hermina, Aristo Setiawidjaja mengatakan, perseroan merencanakan untuk dapat membangun 4 rumah sakit baru setiap tahun. Sehingga, selesainya pembangunan rumah sakit di Hermina menyisakan 3 proyek pembangunan rumah sakit lain. "Yang tiga unit lagi itu di semester II, sementara yang lain ada di palembang, dan adalagi di padang," jelasnya.

Selain melakukan ekspansi dengan pembangunan rumah sakit baru, Hermina juga berencana untuk menambah jumlah tempat tidur dari rumah sakit yang sudah ada. Secara kolektif dari rumah sakit yang telah ada, tahun ini Hermina akan mengembangkan layanan sebanyak 200 tempat tidur. "Jadi, dari existing hospital kami tambah 200 ranjang. Untuk rumah sakit baru kan kami biasanya membuka 50 ranjang. Jadi, 50 kali 4 ditambah 200 bed, ada 400 bed total," lanjut Aristo.

Sementara saat ini, jumlah layanan yang dimiliki oleh RS Hermina sebanyak 2.780 tempat tidur. Kemudian dari segi kompetisi bisnis, Aristo memandang terdapat dua pemain bisnis besar di bidang kesehatan selain Hermina, yaitu Siloam dan Mitra Medika. Menurutnya, untuk dapat bersaing, Hermina memiliki kelebihan di pangsa pasar. "Ketiganya health care provider yang baik di Indonesia, kalau strategi khusus mungkin dari pangsa pasar, kita nggak dari menengah ke atas, tapi juga serving menengah ke bawah," jelasnya.

Dalam tiga tahun terakhir, Perseroan telah mencapai pertumbuhan rata-rata tahunan majemuk atau istilahnya Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 25,2% untuk pendapatan dan 30,8% untuk EBITDA. Pertumbuhan perseroan didorong oleh peningkatan jumlah penduduk kelas menengah dan pengeluaran untuk kesehatan di Indonesia. Sebagai salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar, Hermina telah melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak dimulainya program tersebut.

Perseroan telah mengalami pertumbuhan pendapatan yang konsisten dengan tingkat marjin yang stabil melalui penerapan skala ekonomi dan peningkatan efisiensi operasional.

BERITA TERKAIT

Indonesia Dukung Global Perkokoh Energi Baru Baru Terbarukan

Oleh: Muhammad Razi Rahman Pengembangan energi baru terbarukan saat ini bukan sekadar tren yang dirasakan di berbagai negara, tetapi sudah…

PTBA Bangun Transportasi Kereta Api Batu Bara - Kejar Kapasitas Produksi 75 Juta Ton

NERACA Jakarta - Genjot kapasitas produksi batubara hingga 75 juta ton per tahun  pada 2023 mendatang, PT Bukit Asam Tbk…

Tugu Pratama Patok IPO Rp 3.850 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Asuransi Tugu Pratama Tbk yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) menetapkan harga penawaran umum perdana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sediakan Transaksi Margin - Di 2019, Corpus Targetkan MKBD Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta – Menyakini masih tumbuhnya industri pasar modal seiring dengan tumbuhnya perekonomian Indonesia, memacu PT Corpus Sekuritas untuk terus…

Laba Bersih Jaya Trishindo Anjlok 87,3%

NERACA Jakarta - Di kuartal pertama 2018, kinerja PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) masih membukukan raport merah. Dimana laba bersih…

Mitrabara Bagikan Dividen Rp 404,99 Miliar

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) bakal membagikan dividen final sebesar…