Bisnis Konten Internet Punya Prospek Tinggi

NERACA

Jakarta— industri konten internet dinilai memiliki prospek cerah dan potensi yang sangat besar untuk mengembangkan diri. Hanya saja diperlukan broadband atau koneksi internet transmisi data berkecepatan tinggi. "Broadband atau atau koneksi internet transmisi data berkecepatan tinggi sangat penting, dan sangat berpotensi untuk mengembangkan industri konten internet di Indonesia," kata Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Setyanto Santosa, di Jakarta, Rabu.

Setyanto mengatakan bahwa industri konten internet merupakan industri yang memiliki peluang besar di masa sekarang, dan bisa dikatakan, untuk memulai industri tersebut tidak perlu mencari pekerjaan. "Untuk menjalankan industri ini, seperti membuat game di internet hanya perlu duduk dan bekerja di depan komputer dengan koneksi internet berkecepatan tinggi, dan bisa langsung menjual konten tersebut," tambah Setyanto.

Mantan Dirut Telom ini menambahka pentingnya broadband tersebut, sudah dia suarakan sejak lima tahun yang lalu karena dia beranggapan bahwa dengan adanya broadband tersebut industri konten internet bisa hidup. "Namun, syaratnya hanya satu, broadband tersebut harus tersedia di rumah-rumah dan saya yakin dengan tersedianya broadband di tiap-tiap rumah, maka generasi muda akan mulai berkreasi untuk menghasilkan konten internet tersebut," ucapnya

Untuk membangun broadband, lanjut Setyanto, telah ada konsep ICT Fund yang merupakan skema penggalangan dana yang dihimpun dari 1,25 persen pendapatan kotor seluruh penyelenggara telekomunikasi di Indonesia untuk program Universal Service Obligation (USO). "Dana dari ICT Fund tersebut bisa dipergunakan untuk membangun broadband di daerah-daerah yang belum bisa dibangun oleh para operator," lanjut Setyanto.

Namun, kata Setyanto, untuk segera melaksanakan pembangunan tersebut cenderung lama pada proses tender, dan sudah seharusnya ada langkah khusus agar tender bisa dipercepat.

Dalam kesempatan yang sama, konsultan senior Frost & Sullivan, Iwan Rachmat, mengatakan bahwa pada tahun 2016 mendatang, pertumbuhan broadband di Indonesia diproyeksikan mencapai 60% yang didorong oleh penggunaan dan turunnya harga telepon genggam, meningkatnya pengguna sosial media dan jual beli online. "Pertumbuhan broadband di Indonesia akan mencapai 60 persen pada tahun 2016, dan hal tersebut didorong oleh penggunaan dan turunnya harga telepon genggam, meningkatnya pengguna sosial media dan jual beli online," tukasnya

Iwan mengatakan bahwa penggunaan internet akan tumbuh kurang lebih sebesar 29,7 persen pada tahun 2010-2015, sementara untuk penggunaan koneksi data juga akan tumbuh sebesar 21,9 persen di tahun 2011-2016. "Baik peningkatan penggunaan internet ataupun koneksi data tersebut didorong oleh meningkatnya pengguna sosial media dan segala sesuatu yang tersedia di internet," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Peduli Dunia Pendidikan - BCA Bantu Beasiswa Rp 4,95 Miliar Ke 16 Perguruan Tinggi

Mempertegas komitmen kepeduliannya pada dunia pendidikan, PT Bank Central Asia (Persero) Tbk (BBCA) kembali menyalurkan beasiswa bakti BCA terhadap 16…

Waspadai Ekspansi Bisnis Alipay

Masuknya alat transaksi non-tunai (e-money) Alipay dan WeChat ke Indonesia sepintas terlihat seperti gejala praktik bisnis biasa-biasa saja di tengah…

Dukung Bisnis Distribusi Pelumas - Lagi, AKR Corporindo Bikin Entitas Anak Usaha

NERACA Jakarta –Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melaporkan  pendirian entitas anak yaitu PT Anugerah Lubrindo Raya. Anak…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Rp12.000, LRT akan Beroperasi April 2021

  NERACA Jakarta – PT Adhi Karya selaku kontraktor pembangunan kereta ringan Jabodebek (LRT) menyampaikan bahwa progres pembangunan LRT telah…

Lewat Tol Trans Jawa, Angkutan Logistik Layak Disubsidi

  NERACA Jakarta - Tarif angkutan logistik tertentu di jalan tol, khususnya Tol Trans Jawa dinilai layak disubsidi sebagai solusi…

Stasiun Cisauk jadi Daya Tarik Investasi Properti

  NERACA Jakarta - Keberadaan Stasiun Cisauk, Kabupaten Tangerang ini, setiap harinya melayani sekitar 6.200 penumpang dengan 132 perjalanan KRL…