Berlina Bakal Naikkan Harga Jual Produk

Seiring dengan menguatnya harga minyak dunia, PT Berlina Tbk (BRNA) berencana menaikkan harga jual produk kemasan plastiknya. Namun, perseroan belum dapat memastikan besaran kenaikan harga yang akan dikenakan perseroan. Pasalnya, saat ini tengah melakukan penghitungan untuk harga terbaik,”Tentu kita akan sesuaikan harganya,"kata Dwi Hartanti, Corporate SecretaryPT Berlina Tbk di Jakarta, kemarin.

Dwi hanya memastikan kenaikan harga minyak dunia tidak menurunkan besaran produksi kemasan plastiknya. Disampaikannya, untuk harga biasanya di sesuaikan setiap periode, baik dalam kuartal maupun semester dan tergantung harga bahan bakunya juga. Tercatat sepanjang kuartal I-2018, BRNA mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 347,3 miliar, turun 0,28% dibandingkan kuartal I-2017. Sementara, penjualan domestik BRNA juga mengalami penurunan sepanjang kuartal pertama 2018, dengan nilai sebesar Rp 305,66 miliar, turun 0,65% dibandingkan kuartal I-2017.

Tak hanya penjualan neto perusahaan saja yang turun, pendapatan lainnya juga mengalami penurunan. Tercatat hanya penjualan barang bekas perusahaan yang mengalami kenaikan, yakni sebesar 18,72%. Sementara, untuk akun investasi jangka pendek, perusahaan justru membukukan kerugian sebesar Rp 333,21 juta. Selain itu, perusahaan juga mengalami kerugian selisih kurs sebesar Rp 1,77 miliar. Kinerja yang buruk ini kemudian membuat perusahaan membukukan rugi bersih di kuartal I-2018, dengan besaran rugi bersih mencapai Rp 16,25 miliar. Rugi bersih yang dialami perusahaan ini jauh lebih tinggi ketimbang posisi rugi bersih perusahaan di periode yang sama tahun lalu, yang mencapai Rp 7,44 miliar.

Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan tumbuh sebesar 10% - 15% melalui pengembangan bisnis organik maupun pelanggan atau segmen baru. Belanja modal untuk investasi baru dimulai di tahun yang sama, karena pada tahun lalu manajemen fokus kepada pemulihan dampak musibah, namun demikian perusahaan akan memproses investasi untuk dua tahun ke depan di tahun ini. Selain investasi untuk pengembangan bisnis, perusahaan juga melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan efisiensi, salah satunya adalah rencana penggabungan beberapa lokasi usaha.

Manajemen perusahaan memperhitungkan bahwa integrasi ini akan berdampak positif terhadap profitabilitas perusahaan melalui efisiensi biaya, serta peningkatan sistem kontrol dengan pengurangan kompleksitas operasional.

BERITA TERKAIT

Tiga Mobil Baru BMW Bakal Dirilis Jelang Akhir Tahun

BMW Indonesia masih menyisakan tiga model terbaru yang akan dikenalkan pada akhir tahun 2018, yang membuat merek mobil mewah asal…

Pemerintah Bakal 'Paksa' Pengembang Bangun Fasilitas Difabel

Kementerian Sosial akan menyiapkan panduan penyediaan fasilitas umum ramah difabel dengan mengadopsi model terbaik di dunia dengan tetap memperhatikan kearifan…

Kenaikan Harga BBM Dianulir, Cermin Buruknya Manajerial Pemerintah

Oleh: Zainal C. Airlangga Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Keputusan Jokowi ini…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan 3.353 Investor - Kalteng Urutan 23 Jumlah Investor Terbanyak

NERACA Palangka Raya - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat hingga akhir September 2018 jumlah investor di Provinsi Kalimantan…

Puradelta Bukukan Penjualan Rp 651 Miliar

NERACA Jakarta - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan marketing sales menjadi Rp651 miliar sepanjang Januari – September 2018. Dengan…

Sunson Textile Bukukan Laba Rp 15.05 Miliar

Sampai dengan September 2018, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM)  mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp15,05 miliar atau membaik dibanding periode…