Wakil Ketua MPR - Pentingnya Budaya Pancasila Dalam Peradaban Indonesia

Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua MPR

Pentingnya Budaya Pancasila Dalam Peradaban Indonesia

Jakarta - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai menempatkan budaya Pancasila sebagai dalam perabadan Indonesia sangat penting yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari setiap jiwa bangsa Indonesia.

"Penegasan kembali budaya Pancasila sebagai budaya bangsa, agar Pancasila dapat merasuk ke dalam jiwa seluruh bangsa Indonesia," kata Hidayat Nur Wahid dalam sambutannya pada pembukaan "Sarasehan Nasional: Budaya Pancasila Sebagai Perabadan Indonesia" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (15/5).

Menurut Hidayat, budaya Pancasila adalah menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari setiap jiwa bangsa Indonesia, di antaranya mengutamakan, prikemanusiaan, persatuan bangsa, gotong-royong, dan cinta kasih. Mengedepankan etika dalam persaingan partai politik dalam menghadapi pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019, kata dia, adalah bagian dari implementasi nilai-nilai luhur Pancasila.

"Di sinilah pentingnya budaya Pancasila. Jika bangsa Indonesia tidak menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila, dikhawatirkan persaingan partai politik yang terjadi hanya berorienstasi jangka pendek. Partai politik hanya berorientasi menang dan mencapai kekuasaan," ujar dia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, pada sarasehan nasional budaya Pancasila ini yang menghadirkan sejumlah budayawan, menjadi momentum untuk mengingatkan kepada masyarakat, pemahaman soal budaya Pancasila. Mengingatkan kembali budaya Pancasila, menurut dia, sangat penting, apalagi saat ini muncul teror bom melalui bom bunuh diri di beberapa lokasi di Surabaya.

Hidayat optimistis, jika seluruh masyarakat5 Indonesia menerapkan budaya Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, maka tidak ada teror bom."Pada sila pertama Pancasila menyebutkan, Ketuhanan Yang Maha Esa. Padahal, agama apapun tidak ada yang mengajarkan kekerasan dan peledakan bom sampai menghilangkan nyawa orang lain," kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Hidayat juga mengutip pernyataan Menko Polhukam Wiranto bahwa masalah aksi teror dan terorisme akar permasalahannya adalah adanya kesenjangan sosial dan ekonomi. Dalam konteks, sila kelima Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, jika negara ingin memberantas aksi teror dan terorisme secara efektif, harus menghadirikan sila kelima Pancasila dalam setiap jiwa bangsa Indonesia. Ant

BERITA TERKAIT

Ketua MPR - Keadilan dan Kesenjangan Masih Harus Diperhatikan

Zulkifli Hasan Ketua MPR Keadilan dan Kesenjangan Masih Harus Diperhatikan Jakarta - Ketua Majelis Permuswaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan berpendapat…

Pentingnya Memanfaatkan Energi Baru dan Terbarukan

      NERACA   Jakarta - Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) merupakan penentu tercapainya kedaulatan energi. Indonesia pun…

Produk Warga Binaan Bakal Dipamerkan Dalam Ajang TEI

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi produk-produk buatan warga binaan pemasyarakatan dengan kualitas ekspor untuk dipamerkan pada pameran dagang…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

DPR Berharap Syafruddin Jauhkan PNS dari Korupsi

DPR Berharap Syafruddin Jauhkan PNS dari Korupsi NERACA Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni berharap Menteri Pendayagunaan…

Bambang Kesowo: Penghapusan Bukuan Utang Petani Tambak Dipasena Lebih Pada Pertimbangan Keamanan

Bambang Kesowo: Penghapusan Bukuan Utang Petani Tambak Dipasena Lebih Pada Pertimbangan Keamanan NERACA Jakarta - Mantan Sekretaris Kabinet Prof. Bambang…

Ahli Hukum Pidana: Perlu Bukti Ada Kick Back untuk Menentukan Terjadinya Kerugian Negara

Ahli Hukum Pidana: Perlu Bukti Ada Kick Back untuk Menentukan Terjadinya Kerugian Negara NERACA Jakarta - Ahli hukum pidana Prof.…