Mitra Pemuda Raih Kontrak Baru Rp 1,2 Triliun

NERACA

Jakarta – Selain mengandalkan kontrak baru dari proyek infrastruktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA) sebagai perusahaan konstruksi baja juga mengantungi kontrak baru pengerjaan dua proyek terbarunya melalui kerjasama operasi (joint operation) dengan CNQC (South Pacific) Holding Pte Ltd, Singapura senilai Rp 1,2 triliun.

Dua proyek baru tersebut diantaranya proyek milik Logos Metrolink Logistic Hub di Bekasi Jawa Barat senilai Rp 1 triliun dan proyek Orea Resort Office dengan nilai kontrak sebesar Rp 200 miliar. Proyek-proyek baru perseroan tersebut diharapkan mampu memberikan pengaruh positif bagi kinerja keuangan perseroan, setelah pada kuartal-I pendapatan MTRA tercatat turun.”Untuk proyek Logos itu target kami rampung 2019 mendatang, manajemen optimistis kondisi tahun 2018 akan lebih baik ditandai dengan awal yang baik berupa pengerjaan proyek berskala besar ini," kata Agung Anggono, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perseroan MTRA di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, di kuartal pertama tahun ini, pendapatan perseroan turun 25,7% menjadi Rp 50,46 miliar dibandingkan dengan pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 67,98 miliar. Penurunan pendapatan tersebut didorong oleh belum kondusifnya bisnis utama perseroan yaitu infrastruktur dan kosntruksi.

Sedangkan laba MTRA pada tiga bulan pertama 2018 tercatat turun 27% menjadi Rp 3,36 miliar dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal-I 2017 sebesar Rp 4,61 miliar.”Sektor konstruksi kuartal pertama memang agak lesu, jadi proyek yang dipetakan itu sudah dimulai pada 2017 jadi automatically spending untuk infrastruktur itu sudah jangka panjang," ujar Agung.

Sementara itu, dengan bertambahnya kontrak baru dengan CNGC tersebut, perseroan memastikan jumlah target kontrak baru pada 2018 semakin bertambah dari proyeksi sebelumnya yaitu Rp 275 miliar.”Waktu itu proyeksi kami tanpa ada proyek baru termasuk Logos yang terbesar sekitar Rp 275 miliar, kemungkinan bisa sampai Rp 500 miliar ya karena logis dengan nilai kontrak nya yang mencapai Rp 1 triliun,”paparnya.

Selain itu, Mitra Pemuda juga berencana menerbitkan Medium Term Note (MTN) senilai Rp 200 miliar. Saat ini, perseroan sedang menunggu peringkat (rating) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang diperkirakan keluar Juni 2018. Kata Bisman Novel, Direktur Utama Mitra Pemuda, MTN masih dalam proses dan bulan depan udah keluar shadow rating nya, dan size nya juga seperti perkiraan Rp 200 miliar, dimana perseroan pakai laporan keuangan pada 2017.

Nantinya, dana hasil peenrbitan MTN tersebut akan digunakan untuk pembayaran kepada pihak lain (outstanding check), pembelian alat-alat kerja berat konstruksi (heavy equipment) dan modal kerja.Untuk saat ini pinjaman pembiayaan perseroan (funded loan) mencapai Rp 75 miliar atau turun 25% dibandingkan dengan funded loan pada akhir 2017 sebesar Rp 100 miliar. Sepanjang tahun 2017, perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 258,27 milyar, atau naik 5,12% dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp 245,68 milyar dengan laba bersih naik 10% menjadi Rp 10,006 miliar.

BERITA TERKAIT

Indocement Royal Bagi Dividen Rp 2,57 Triliun - Bisnis Semen Lesu

NERACA Jakarta – Meskipun performance kinerja tahun lalu terkoreksi dengan laba berih anjlok 51,9% yoy menjadi Rp 1,86 triliun, dibandingkan…

Kebutuhan Uang Tunai Lebaran Rp 188,2 Triliun

      NERACA   Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi memperkirakan kebutuhan uang tunai selama periode Ramadhan…

Unilever Bagikan Dividen Rp 6,9 Triliun - Buktikan Arus Kas Masih Positif

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan untuk membagikan dividen dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harum Energy Bagikan Dividen US$ 45 juta

Sukses membukukan kinerja positif dengan perolehan laba bersih melesat tajam, PT Harum Energy Tbk (HRUM) akhirnya memutuskan untuk membagikan dividen…

PTPN X Terbitkan MTN Rp 500 Miliar

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menerbitkan "Medium Term Notes" (MTN) atau surat utang jangka menengah tahun 2018 senilai Rp500 miliar,…

Mitra Investindo Masuk Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) masuk dalam pengawasan PT Bursa…