Royal Prima Targetkan Laba Bersih Rp 45 Miliar - Tambah Layanan Fasilitas Kesehatan

NERACA

Jakarta - Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Royal Prima Tbk (PRIM) langsung agresif mengejar pertumbuhan bisnis di tahun ini. Dimana emiten rumah sakit ini, mengincar target laba tumbuh dua kali lipat hingga akhir tahun 2018. Direktur Royal Prima, Mok Siu Pen mengatakan, raihan laba pada akhir 2017 senilai Rp20 miliar dan perseroan optimistis target laba bersih senilai Rp45 miliar bakal tercapai seiring dengan target pendapatan yang dipatok tumbuh dua kali lipat. “Kami akan prudent dalam ekspansi dan mempertahankan profit dua digit," ungkapnya di Jakarta, Selasa (15/5).

Adapun pendapatan yang dibukukan pada akhir 2017 senilai Rp177 miliar. Sementara itu, target pendapatan hingga akhir 2018 senilai Rp445 miliar atau melonjak 151% year on year. Saat ini, PRIM telah memiliki dua rumah sakit yakni di Medan dan Jambi, jumlah fasilitas masing-masing adalah 754 tempat tidur dan 250 tempat tidur. Pada 2019, manajemen memproyeksikan Medan dan Jambi masing-masing akan memiliki 1.100 tempat tidur dan 350 tempat tidur.

Dia mengungkapkan, okupansi rumah sakit perseroan rerata pada level 70%--80%. Angka tersebut menjadi patokan untuk melakukan ekspansi untuk memenuhi layanan kesehatan, khususnya untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mok mengungkapkan, perseroan juga berencana untuk menambah 350 tempat tidur, termasuk dengan penambahan pusat jantung dan pusat kanker untuk menarik kelompok pasien, khususnya dari Sumatra Utara yang biasanya berobat ke Malaysia.

Menurutnya, dengan adanya pusat jantung dan kanker, diharapkan jumlah orang berobat ke rumah sakit Malaysia bisa beralih ke dalam negeri, sehingga devisanya juga ikut kembali ke Indonesia. Saat ini, perseroan juga memiliki landbank seluas 2 hekatare dan juga berencana untuk menambah tabungan lahan hingga 15 ha yang diproyeksikan rampung pada 2020. Menurutnya, proses akuisisi tanah akan dilakukan bertahap.

Saat mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PRIM langsung terkena autoreject karena meningkat hingga 50% atau 250 poin menuju level Rp750 per saham. Kapitalisasi pasar PRIM mencapai Rp2,54 triliun dan price earning ratio mencapai 250 kali. Hingga saat ini, perusahaan yang berdiri sejak 2013 ini mengelola dua rumah sakit yang terletak di Medan dan Jambi, dengan target kapasitas pada akhir 2018 sebanyak 1.200 tempat tidur. Perseroan juga memiliki anak usaha yakni PT Royal Prima Jambi yang didirikan pada 2015 silam.

Perseroan mengungkapkan, dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan sekitar 40% untuk biaya akuisisi rumah sakit baru yang berlokasi di Medan, Pekanbaru, Jambi, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Jakarta, dan daerah potensial lainnya. Selain itu, sekitar 20% dana akan digunakan untuk pembelian peralatan medis dan infrastruktur teknologi informasi yang bertujuan untuk memperluas dan meningkatkan kualitas layanan, peralatan, dan fasilitas.

Perseroan juga akan menggunakan 20% dana untuk tambahan perolehan tanah yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit. Sebesar 20% dana untuk ekspansi pada rumah sakit yang ada dengan cara meningkatkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit perseroan, penambahan lantai bangunan, atau perubahan konfigurasi ruangan, serta memperluas layanan spesialis. Sedangkan dana hasil pelaksanaan Waran Seri I seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja dan atau untuk tambahan investasi baru baik akuisisi rumah sakit maupun tambahan perolehan tanah.

BERITA TERKAIT

Etawa Agro Prima Perluas Bisnis Lewat UlaMM PNM

Etawa Agro Prima Perluas Bisnis Lewat UlaMM PNM NERACA Yogyakarta - Pengelola Etawa Agro Prima, Poniman di Kemirikebo Girikerto Turi…

IPCC Bukukan Laba Bersih Rp 95 Miliar

NERACA Jakarta – Di paruh pertama tahun ini, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berhasil mencetak laba (unaudited) Rp 95…

Laba Bersih Bank Pemata Anjlok 56,18%

Performance kinerja keuangan PT Bank Permata Tbk (BNLI) belum cukup memuaskan investor. Pasalnya, di paruh pertama tahun ini perseroan mencatatkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hasnur Group Bina Juara Dunia Karate

NERACA Jakarta - Keinginan Fauzan, karateka asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang belum lama ini berhasil memenangi Kejuaraan Dunia Karate Tradisional…

BNI Terbitkan MTN Subordinasi Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta - Perkuat likuiditas dalam rangka rangka mendanai ekspansi bisnis, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada tanggal 10…

ADHI Kantungi Kontrak Baru Rp 7,45 Triliun

NERACA Jakarta — Sampai dengan Juli 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru Rp7,45 triliun dengan kontribusi…