Indonesia Latih 30 Peserta Aghanistan Tentang Ekspor

NERACA

Jakarta – Sekitar 30 orang peserta asal Afghanistan mengikuti Pelatihan Prosedur Ekspor Impor yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) dan Kedutaan Besar Indonesia di Kabul, Afghanistan, pada Senin (7/5), sebagaimana disalin dari laman Antara.

Para peserta asal Afghanistan berasal Dari berbagai komunitas bisnis, organisasi, dan badan pemerintah seperti Afghanistan Women Chamber of Commerce and Industries (AWCCI), Export Promotion Agency of Afghanistan (EPAA), dan Afghanistan Chamber of Commerce and Industries (ACCI), berdasarkan keterangan tertulis KBRI Kabul yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pelatihan yang dilangsungkan selama 3 hari (7-9 Mei 2018) tersebut merupakan arahan langsung Presiden RI, Joko Widodo, kepada Menteri Perdagangan sebagai tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan beliau ke Afghanistan pada Januari 2018.

Kementerian Perdagangan, dalam hal ini, mengirim 4 (empat) delegasi termasuk Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia, Iriana Trimurty Ryacudu.

Selain itu, juga termasuk dalam delegasi tersebut adalah 2 (dua) pembicara yakni Bapak Izmirta Rachman dari Energi Agro Nusantara dan Bapak Nursyamsu Mahyuddin Abdullah dari PT. DaFa Teknoagro Mandiri.

Pada sesi pembukaan, turut memberikan sambutan yakni Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Deputy CEO Export Promotion Agency of Afghanistan (EPAA), Presiden Afghanistan-Indonesia Business Council, dan Fungsi Pensosbud KBRI Kabul yang mewakili Bapak Dubes RI Kabul.

Selama 3 (tiga) hari, para pembicara asal Indonesia akan memberikan pelatihan terkait beberapa topik seperti: (1) Pengenalan Produk Potensial Indonesia, (2) Pendahuluan mengenai bisnis ekspor impor, (3) Persyaratan, regulasi dan dokumen terkait ekspor dan impor, (4) Sistem pembayaran Ekspor Impor, (5) Moda transportasi pengiriman barang ekspor impor, (6) Incoterms 2010, (7) Perhitungan harga dan biaya, serta (8) Kisah tentang pengalaman sukses dalam bisnis ekspor dan impor.

Melalui pemberian pelatihan tentang prosedur ekspor impor kepada penggiat ekspor impor di Afghanistan, diharapkan dapat mendorong kerjasama bilateral khususnya ekonomi perdagangan antara Afghanistan dan Indonesia.

Melalui pengenalan tentang prosedur ekspor impor tersebut secara langsung Indonesia berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi di Afghanistan terutama dalam pengembangan kapasitas bagi usaha kecil dan menengah dalam menembus pasar internasional.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan pelatihan ekspor-impor untuk para pengusaha Afghanistan selama tiga hari di Kabul, Afghanistan, dalam kegiatan yang bertajuk "Training on Export-Import Procedure" pada 7-9 Mei 2018.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengharapkan pelatihan tersebut mampu berkontribusi untuk meningkatkan hubungan dagang dan neraca perdagangan Indonesia-Afghanistan di masa depan.

"Pelatihan ini mendorong pengusaha Afghanistan untuk bermitra dengan pengusaha Indonesia. Materi pelatihan menitikberatkan pada peningkatan neraca perdagangan Indonesia-Afghanistan lewat kegiatan ekspor dan impor," kata Arlinda dalam keterangan tertulis yang diterima, disalin dari Antara.

Selain itu, kata Arlinda, pelatihan tersebut juga memberikan pengetahuan mengenai perdagangan internasional kepada para pengusaha Afghanistan. Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, menggelar pelatihan ini sebagai program pengembangan kapasitas.

Sebanyak 30 peserta berpartisipasi dalam pelatihan tersebut, yang terdiri atas pengusaha Afghanistan yang ingin melakukan kegiatan ekspor-impor dengan Indonesia, serta pejabat instansi pemerintah Afghanistan.

Pelatihan ekspor-impor ini juga menjadi salah satu cara Indonesia meningkatkan ekspor ke negara tujuan ekspor nontradisional. Pelatihan ekspor-impor di Afghanistan adalah tindak lanjut kunjungan bilateral Presiden Joko Widodo ke Afghanistan bulan Januari 2018 untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.

BERITA TERKAIT

IMF : Menguntungkan atau Merugikan Indonesia?

  Oleh: Jasmin Erika, Peneliti LSISI Saat ini, Indonesia tengah menjadi tuan rumah bagi penyelanggaran Annual Meetings of the International…

Secara Volume, Indonesia Eksportir Ikan Hias Terbesar Dunia

NERACA Bogor - Rifky Efendi Hardijanto, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan…

Pemerintah Dukung UMKM Tingkatkan Ekspor Lewat E-commerce

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan dukungannya untuk peningkatan ekspor melalui e-Commerce. Menurut Menkominfo Rudiantara, peluang ini terbuka…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Secara Volume, Indonesia Eksportir Ikan Hias Terbesar Dunia

NERACA Bogor - Rifky Efendi Hardijanto, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan…

DPR Sebut Pasokan Kebutuhan Pokok Terjaga, Harga Stabil

NERACA Jakarta – Anggota DPR yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan harga kebutuhan pokok selama beberapa…

Niaga Internasional - Sektor Perikanan Dapat Ambil Peluang Perang Dagang AS-China

NERACA Jakarta – Pengamat perikanan Abdul Halim mengharapkan Indonesia dapat mengambil peluang dari sektor perikanan menyusul terimbasnya sektor perikanan China…