Bapepam-LK Siapkan Kebijakan Transisi - Sambut OJK

SOROTAN

Sambut OJK

Bapepam-LK Siapkan Kebijakan Transisi

Jakarta--- Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang disiapkan menjadi lembaa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah bersiap-siap melakukan transisi pengawasan pasar modal . Malah beberapa kerangka kebijakan yang dilakukan Bapepam-LK dalam memenuhi tujuan dari pasar modal. "Kerangka ini dilakukan sehingga nantinya ketika OJK terbentuk sudah bisa berjalan," ungkap Ketua Bapepam-LK, Nurhaida, kala ditemui dalam acara Diskusi Interaktif Industri Keuangan di Era Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Premier Santika, Slipi, Jakarta, Rabu (15/2/2012).

Lebih jauh Nurhaida mengatakan, pihaknya telah melakukan pembenahan beberapa kebijakan strategis pasar modal dalam masa transisi OJK ini. Ada pun beberapa kebijakan tersebut, yaitu terkait pelaksanaan perlindungan investor, kordinasi pengembangan infrastruktur pasar modal dan penyediaan sistem perizinan elektronik dan sistem pendaftaran reksa dana elektronik.

Nurhaida berharap dengan kebijakan ini, maka perkembangan pasar modal bisa tercapai, di mana pasar modal bisa menjadi sumber pendanaan yang mudah, dilihat dari sisi suplai. "Misalnya pihak-pihak yang mempunyai kelebihan dana, bisa melakukan investasi yang kondusif dan interaktif dan industri yang stabil, tahan uji serta likuid," imbuhnya

Sementara itu,Ketua Pansel OJK yang juga Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo menyambut baik membanjirnya peminat DK OJK yang jumlahnya mencapai ratusan orang. “Hingga hari terakhir jumlahnya 290 pendaftar,” ungkap Agus Marto di Jakarta.

Namun, Agus belum dapat menyebutkan komposisi pendaftar baik dari profesi perbankan, ekonom, akademisi, atau praktisi sektor jasa keuangan. “Kita masih akan riview, dan diskusikan. Pansel sudah melakukan kajian dan kemudian dilanjutkan pertemuan pleno,” tambahnya.

Agus menjelaskan, proses selanjutnya adalah proses seleksi yang terdiri dari empat tahap. Calon anggota DK OJK harus mengikuti empat tahap seleksi yakni seleksi administrative, seleksi kapabilitas, seleksi kesehatan, dan seleksi kompetensi.

Menurut Agus, pansel juga akan melihat lebih dalam profil calon DK OJK yang sudah mendaftar untuk memastikan calon DK OJK memiliki akhlak, moral, dan integritas yang baik, tidak pernah dinyatakan pailit atau tidak pernah menjadi pengurus perusahaan yang menyebabkan perusahaan tersebut pailit, mempunyai pengalaman, keilmuan, atau keahlian yang memadai di sektor jasa keuangan.

Selain itu, penelusuran rekam jejak profil calon DK OJK juga diperlukan untuk mematikan bahwa calon tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. “Didukung makalah pribadi, makalah kompetensi. Pansel juga akan melakukan proses wawancara atau interview dengan para calon. Tanggal 21 maret diusulkan ke presiden untuk 21 nama,” jelas Agus Marto. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pasar Murah Asa Masyarakat Kecil Sambut Lebaran - Menjangkau Daya Beli Masyarakat

Tingginya harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran, selalu menjadi momok menakutkan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di hari raya. Apalagi, bagi…

SHARP Mobile Learning Sambangi Kota Serang - Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Kesadaran global akan pentingnya memelihara lingkungan yang diperingati lewat hari lingkungan hidup sedunia 2018 setiap 5 Juni 2018 turut ditularkan…

BEI Sambut Baik Wacana MTN Lewat Bursa - Perkuat Transparansi

NERACA Jakarta – Wacana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkaji penerbitan surat utang jangka menengah (medium-term note/MTN) melalui bursa atau pasar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…