Kuasai Pasar Indonesia, JP Morgan Bedol Bankir Mandiri

Lembaga keuangan global J.P. Morgan mengumumkan penunjukan Haryanto T Budiman sebagai Managing Director dan Senior Country Officer (SCO) di JP Morgan Indonesia. Selain jabatannya sebagai SCO, dia memimpin bisnis Global CorporateBanking (GCB) di perusahaan asal Amerika Serikat itu.

Sebelumnya, Haryanto menjabat sebagai Senior Executive Vice President (EVP) Head of Change Management Office di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Posisinya cukup strategis di bank pelat merah tersebut. "Haryanto akan memimpin pengembangan bisnis strategis J.P. Morgan di Indonesia melalui kerjasama yang erat dengan para pimpinan unit bisnis, baik di tingkat lokal maupun regional," kata, Chief Executive Officer J.P. Morgan untuk Asia Pasifik Gaby Abdelnour dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (15/2).

Pengembangan bisnis tersebut untuk memastikan nasabah-nasabah J.P. Morgan Indonesia di seluruh unit bisnis akan terlayani dengan baik sesuai platform global bank tersebut. Sementara Haryanto menuturkan, kepindahannya dari Bank Mandiri sudah resmi per Januari 2012 lalu.

Dia mengaku, telah lulus uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Bank Indonesia (BI), sehingga mendapatkan persetujuan Bank Mandiri. Gaby menambahkan, penunjukan Haryanto menggarisbawahi pentingnya pasar Indonesia bagi J.P. Morgan. Pasalnya, Indonesia adalah negara yang menarik para investor asing untuk menanamkan modalnya.

Di samping itu, perusahaan Indonesia semakin membutuhkan solusi keuangan yang lebih canggih serta terintegrasi. Dengan pengalaman profesional lebih dari 15 tahun di bidang perbankan dan konsultasi manajemen global, Haryanto dinilai memiliki kombinasi yang unik dan sangat berharga.

Haryanto pernah bekerja di perusahaan konsultasi manajemen global, McKinsey & Company dan memiliki pengalaman internasional yang luas melalui penempatan dan penugasan di Asia Utara, Asia Tenggara, Australia-Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Haryanto lulusan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat (AS) dan meraih gelar Ph.D dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Delisting Pencatatan Efek SIAP di Pasar

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menghapus pencatatan efek saham milik PT…

Perbesar Pasar Ekspor - Sritex Bidik Pendapatan US$ 1,19 Miliar

NERACA Jakarta – Seiring dengan upaya memperbesar pasar ekspor, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex tahun ini mengincar…

Ekonomi Global Melambat - Fund Rising di Pasar Modal Masih Rendah

NERACA Jakarta – Kendatipun minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal cukup besar dan berbagai aksi korporasi berupa penerbitan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…