BTN Cermat Gaet 6.500 Akun Nasabah

NERACA

Purbalingga--Tabungan BTN Cermat sejak September 2011, hingga saat ini telah mampu menjaring 6.500 akun nasabah yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. "Wilayah Jateng dan DIY menjadi contoh tabungan ini. Diharapkan selama lima tahun ke depan akan mampu merekrut nasabah atau akun sebanyak satu juta dengan rata-rata saldo tabungan antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu," kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara Iqbal Latanro didampingi Project Manager Fitri Noviyanti Ratna Kusuma, di sela-sela Sosialisasi dan Edukasi Tabungan Cermat di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Rabu.

Menurut Iqbal, Tabungan BTN Cermat yang sasarannya lebih mengarah kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini telah dihimpun dana sekitar Rp1 miliar. Produk Tabungan BTN Cermat ini diluncurkan dengan pertimbangan untuk memberikan pendidikan menabung di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. "Saat ini, dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa, hanya ada sekitar 63 juta akun. Jika satu orang memiliki dua rekening tabungan, maka baru sekitar 30 juta penduduk Indonesia yang sadar menabung," tambahnya

Dikatakan Iqbal, berdasarkan hasil riset, masyarakat Indonesia tergolong malas menabung. "Ini kalah dengan negara Malaysia dan Singapura," kata dia menjelaskan.

Lebih jauh kata Iqbal, sifat malas menabung sebenarnya bukan didasari karena pendapatan, tetapi kesempatan dan waktu yang terbatas untuk menabung. Di sisi lain, kata dia, masyarakat golongan kurang mampu juga cenderung enggan jika harus menggunakan layanan bank umum.

Iqbal, mengatakan, kemungkinan hal itu disebabkan masyarakat golongan kurang mampu yang datang menggunakan sandal, diusir satpam saat hendak masuk bank. "Oleh karena itu, melalui Tabungan BTN Cermat, kami mencoba memberikan kesempatan masyarakat golongan kurang mampu ini untuk menabung dengan persyaratan yang cukup mudah," paparnya

Dalam hal ini, kata Iqbal, calon nasabah tidak harus datang ke BTN tetapi cukup datang di kantor pos terdekat dan menyerahkan setoran awal sebesar Rp10 ribu. "Selanjutnya nasabah dapat menabung minimal Rp5 ribu di loket kantor pos dan loket bank BTN di mana saja," terangnya

Yang jelas, kata Iqbal, nasabah Tabungan BTN Cermat akan mendapatkan kartu ATM yang dapat digunakan untuk bertransaksi di loket kantor pos maupun di mesin anjung tunai mandiri (ATM) BTN serta mesin berlogo Link dan ATM Bersama. "Saya yakin, mereka bisa dengan cepat menguasai penggunaan kartu ATM ini," tukasnya

Sementara itu, Project Manager Fitri Noviyanti Ratna Kusuma mengatakan, BTN menggandeng kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) kecamatan dan kabupaten serta bermitra dengan kantor pos dalam menjalankan program edukasi dan sosialisasi untuk mendukung program Tabungan BTN Cermat ini. "Dari hasil survei ternyata kader PKK menjadi strategis dalam menyosialisasikan program ini," jelasnya.

Menurut Firri, hal ini disebabkan kader PKK yang telah diberi edukasi dan sosialisasi manfaat menabung serta tentang produk Tabungan BTN Cermat turut menyosialisasikan kepada tetangga di sekitar tempat tinggalnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

BTN Ajukan Utang Bilateral Rp 7 Triliun - Perkuat Likuiditas

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk berencana mengajukan utang bilateral sebesar Rp5 triliun - Rp7 triliun tahun…

Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Perusahaan kimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dalam waktu dekat bakal menggelar aksi korporasi berupa penerbitan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…