Dukungan Perbankan Ke Pertanian Rendah

NERACA

Jember—Keseriusan dan dukungan perbankan nasional terhadap sektor pertanian di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih rendah dibandingkan sektor jasa dan perdagangan. "Kredit pada sektor pertanian di Jember hanya 3,29 persen dari total kredit senilai Rp6,80 triliun pada tahun 2011, padahal pertanian merupakan sektor terbesar di Jember," kata Pemimpin Bank Indonesia Jember M. Nur Zainudddin usai rapat dengan kalangan pengusaha, perbankan dan pejabat di lingkungan Pemkab Jember, Rabu.

Menurut Nur, kredit sektor jasa sebesar 47,30% dan di sektor perdagangan, hotel, dan restoran mencapai 32,35% dari total kredit yang disalurkan perbankan di Jember. "Pada akhir tahun 2011, dana perbankan Jember mencapai Rp6,15 triliun dan kredit mencapai Rp6,80 triliun. Pertumbuhan simpanan dana dan penyaluran kredit perbankan Jember menunjukkan tren yang meningkat," tambahnya

Malah Nur menilai sektor pertanian memiliki peluang besar untuk mendapat dukungan dari pihak perbankan, namun pengetahuan petani mengenai perbankan perlu ditingkatkan dengan adanya intermediasi antara perbankan dan petani. "Sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan memberikan sumbangan lebih dari 40 persen pada PDRB Jember, sedangkan sektor perdagangan, hotel, dan restoran justru memberikan kontribusi 20 persen," tuturnya

Nur menuturkan pertumbuhan kredit (yoy) pada sektor pertanian dan sektor industri pengolahan menunjukkan kecenderungan menurun, sedangkan pada sektor perdagangan menunjukkan tren yang meningkat. "Berdasarkan risiko kredit tercatat bahwa kredit macet perbankan (Non Performing Loan/NPL) sektor pertanian sebesar 3,01% dan NPL sektor perdagangan mencapai 7,83%. Dari risiko kredit, sektor pertanian tidak terlalu bermasalah di perbankan," ujarnya.

Sementara Bupati Jember MZA Djalal menyayangkan rendahnya dukungan perbankan pada sektor pertanian, padahal sektor tersebut memiliki peran besar dalam menyumbang produk domestik regional bruto di Jember. "Mudah-mudahan ada solusi dari BI dan perbankan untuk membantu petani karena sebagian besar petani di Jember membutuhkan modal," tuturnya.

Menurut Djalal, sektor pertanian perlu mendapat "sentuhan" dari pihak perbankan karena sebagian besar mata pencaharian penduduk di Jember adalah petani, sehingga pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian perlu ditingkatkan. **cahyo

BERITA TERKAIT

Elektronisasi Ancam Pekerja Tol dan Perbankan

Oleh: Adi Lazuardi Parman, sebut saja begitu namanya, tampak asyik menawarkan kartu elektronik dari sebuah bank plat merah di depan…

KPK: Pemimpin Terjebak Korupsi Karena Integritas Rendah

KPK: Pemimpin Terjebak Korupsi Karena Integritas Rendah NERACA Wonosobo - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan sejumlah…

Bisnis Rokok 2018 Ditaksir Makin "Mengepul" - Kenaikan Cukai Lebih Rendah

NERACA Jakarta – Kepulan asap bisnis rokok di tahun depan, diprediksi masih akan tetap tebal seiring dengan rencana anggaran pendapatan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…