Citilink Buka Rute Semarang-Surabaya - Dukung Pertumbuhan Pariwisata

NERACA

Tangerang – Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dua kota besar di pulau Jawa, dengan membuka rute penyambung rute yang sudah ada, yaitu Semarang – Surabaya pulang pergi, mulai 15 Mei 2018,”Dengan ditambahnya rute konektivitas antara dua kota besar di pulau Jawa, diharapkan dapat memberikan kontribusi pertumbuhan di sektor pariwisata dan bisnis di kedua kota besar tersebut," kata Direktur Niaga Citilink Indonesia, Andy Adrian dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (8/5).

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya menyatakan jumlah kunjungan wisatawan selama 2017 mencapai 24 juta orang, sedangkan jumlah kunjungan wisata ke kota Semarang dalam satu tahun mencapai angka 5,65 juta wisatawan,”Kali ini Citilink Indonesia connecting the dots antara dua destinasi Semarang maupun Surabaya memiliki tujuan wisata yang memiliki keunikan masing-masing seperti Lawang Sewu dan Klenteng Sam Po Kong di Semarang serta Masjid Cheng Ho di Surabaya sehingga memberikan peran strategis dalam pengembangan pertumbuhan pariwisata," tambah Andy.

Penerbangan rute Semarang-Surabaya merupakan penerbangan connecting dari destinasi yang sudah ada, namun rute ini bertujuan untuk menghubungkan dua kota yang memiliki potensi wisata yang besar. Potensi wisata baik di Semarang dan Surabaya juga memiliki proyeksi pertumbuhan yang positif yang tercatat sebesar 7 persen dari tahun 2017 menjadi 478.353 penumpang pada 2018,”Citilink Indonesia juga menargetkan tingkat keterisian (SLF) sebanyak 85% dengan proyeksi market share sebesar 18,7%," kata Andy.

Penerbangan Citilink Indonesia rute Semarang - Surabaya akan menggunakan pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 penumpang. Penerbangan langsung Semarang – Surabaya dengan kode penerbangan QG 807, dijadwalkan berangkat pada pukul 18.55 WIB dan tiba pukul 20.00 WIB. Sementara penerbangan Surabaya – Semarang kode terbang QG 806, dijadwalkan berangkat pukul 20.30 WIB dan tiba pukul 21.30 WIB.

Sebelumnya beberapa rute “connecting the dots” Citilink Indonesia juga sudah mulai beroperasi seperi rute Jakarta (Soekarno Hatta, Cengkareng) – Solo yang sudah beroperasi sejak 1 April 2018, menambah opsi penerbangan Solo - Jakarta yang biasanya hanya dilayani dari bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta ke Solo. Sedangkan rute “connecting the dots” lainnya adalah penerbangan Denpasar – Ujung Pandang yang sudah dimulai sejak 20 April 2018, juga ditujukan untuk mendorong pertumbuhan periwisata di masing-masing destinasi.

Dengan dibukanya sejumlah penerbangan ini, Citilink Indonesia bersiap untuk terus melebarkan sayapnya melayani seluruh penumpang di berbagai penjuru nusantara, serta turut mendukung program pariwisata pemerintah RI dengan target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara hingga tahun 2019.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama HIPMI - ModalSaham Siap Bawa Perusahaan IPO

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal dengan mengajak pelaku usaha go public, ModalSaham sebagai perusahaan starup akan menggandeng…

Produksi Nikel Vale Indonesia Terkoreksi 6,81%

NERACA Jakarta –Besarnya potensi kenaikan permintaan nikel di pasar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus memacu produksi nikel, meskipun di…

Progres Pabrik di Sumses Capai 30% - Buyung Poetra Perbesar Kapasitas Produksi Beras

NERACA Jakarta – Meskipun tengah dihadapkan pada kondisi musim kemarau yang berkepanjangan, emiten produsen beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…