Ratusan Pelajar Asing jadi Duta Budaya Indonesia

Sebanyak 570 peserta Darmasiswa Republik Indonesia yang berasal dari 89 negara siap kembali ke negara masing-masing untuk menjadi duta budaya Indonesia setelah belajar satu tahun di Tanah Air. "Saya berterima kasih kepada anda semua yang telah memutuskan untuk belajar budaya dan Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Malam ini saya mengangkat anda semua menjadi duta budaya Indonesia untuk selama-lamanya," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, pekan ini.

Darmasiswa adalah program pemberian beasiswa non-gelar selama satu tahun oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada mahasiswa asing dari negara-negara sahabat untuk belajar di perguruan tinggi di Indonesia. Program ini juga telah menjadi timbal-balik (resiprokal) pemberian beasiswa antara Indonesia dengan negara mitra, dan telah menjadi program diplomasi lunak melalui HUBUNGAN antarwarga dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Duta Besar Republik Sudan Elsiddieg Abdulaziz Abdalla mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia segera menjadi bahasa internasional. Dubes Republik Sudan memuji para pengajar bahasa Indonesia sangat mahir sehingga mampu membuat siswa asing mudah menggunakan Bahasa Indonesia.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, peserta Darmasiswa diajak untuk berinteraksi sekaligus mengenal budaya Indonesia melalui masyarakat lokal. Belajar Bahasa Indonesia juga dilakukan sembari belajar membatik, memasak masakan khas daerah, dan juga dengan berbagi ilmu yang mereka miliki seperti mengajarkan Bahasa Inggris; dan sebaliknya masyarakat lokal mengajarkan mereka berbahasa Indonesia dengan baik.

Sejak dimulai pada 1974, program Darmasiswa telah diikuti oleh 7.852 peserta yang berasal dari 121 negara sahabat yang belajar di berbagai perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia. Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN) Suharti mengungkapkan bahwa awalnya program ini hanya mengundang peserta dari kawasan ASEAN dengan peserta yang hanya sekitar puluhan orang.

Dengan pertimbangan bahwa program ini sangat strategis sebagai sarana diplomasi budaya, jumlah dan cakupan negara yang diundang terus ditingkatkan. Untuk tahun akademik 2017/2018, peserta Darmasiswa disebar ke 55 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk belajar seni budaya dan bahasa Indonesia. Sementara itu Martina Gavalirova dari Slovakia yang belajar di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung sangat terkesan dengan cara belajar bahasa dan budaya melalui praktik di masyarakat.

Ia tidak hanya belajar bahasa Indonesia, namun juga belajar bahasa Sunda. Katanya, penting belajar bahasa daerah untuk mendapatkan diskon saat berbelanja di pasar tradisional. "Saya percaya, mengenal bahasa dan budaya yang baru memberikan pemahaman yang lebih baik dalam memandang perbedaan dan meningkatkan toleransi," tutur perempuan yang akrab dipanggil Tina.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Terus Pacu Industri Nasional Berdaya Saing Global - 4 Pilar Utama Bikin Indonesia Hebat

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan ada empat pilar utama yang akan membawa Indonesia mengalami lompatan jauh dengan…

Indonesia Hadapi Tiga Tantangan Lingkungan di 2030

      NERACA   Jakarta - Akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Emil Salim mengatakan bahwa menjelang tahun…

Aliran Modal Asing Rp19,9 Triliun Masuk Ke Indonesia

    NERACA   Jakarta - Aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia periode 1-9 November 2018 cukup…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Film "Prasangka" Juarai Lomba Film Pendek Koperasi

Tiga film pendek terbaik berhasil memenangkan Lomba Film Pendek Koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Oktober 2018.  Ketiga film…

Pegawai Kemenkop dan UKM Lakukan Aksi Galang Dana Untuk Korban Bencana

Pegawai Kementerian Koperasi dan UKM melakukan aksi penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.…

Presiden Setujui Pendirian Universitas Persis

      Presiden Joko Widodo menyetujui pendirian Universitas Persis sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar…