Coca Cola Bekali Warga Rusun Pemanfaatan Air Hujan - Dukung Sustainable City

Pemanfaatan air guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari masih menjadi masalah yang belum mendapat perhatian masyarakat, khususnya penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) karena minimnya informasi dan edukasi. Hal yang sama juga dalam pengelolaan sampah, sehingga dampaknya memberikan efek yang berarti terhadap kebersihan lingkungan dan nilai ekonomis. Berangkat dari upaya membangun kesadaran masyarakat memanfaatkan sumber air sebaik mungkin dan juga pengelolaan sampah, Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bermitra bersama Unika Atma Jaya membangun sebuah model percontohan rumah susun berorientasi lingkungan yang dinamai program ‘Green Rusunawa’, dengan mengintegrasikan model pengelolaan air melalui pemanfaatan air hujan berupa sistem rain water harvesting (RWH) dan pengelolaan sampah di rusunawa. Model percontohan Green Rusunawa ini dikembangkan di 3 blok rusunawa Muara Baru, Jakarta Utara.

Titie Sadarini, Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, program ini merupakan perluasan dari komitmen CCFI terhadap upaya konservasi serta penyediaan akses air bersih. Salah satu tantangan masyarakat moderen saat ini adalah terkait mitigasi perubahan iklim, khususnya perubahan pola hujan. “Belajar dari pengembangan sistem ‘memanen air hujan’ melalui beberapa program rain water harvesting, kali ini kami mengaplikasikannya ke rusunawa dan mengintergasikannya dengan tata kelola sampah yang berkelanjutan melalui pemberdayaan bank sampah setempat serta pengadaan ruang sosial berupa learning center untuk mendukung pembekalan bagi warga rusun. Harapannya, pemodelan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi warga serta menjadi acuan bagi upaya pembangunan rusunawa yang berorientasi lingkungan,”ujarnya.

Dirinya menjelaskan, pengintegrasian tata kelola air dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di kompleks hunian vertikal seperti rumah susun ini didesain untuk mendukung konsep pembangunan kota berkelanjutan yang juga menjadi salah satu fokus pilar pembangunan infrastruktur pemerintah, khususnya poin kesebelas dari Sustainable Development Goals/SDG, yakni menjadikan kota dan permukiman inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.

Disampaikan Titie, konsep ‘memanen air hujan’ adalah juga bagian dari skema water project Coca-Cola Indonesia. Pasalnya, The Coca-Cola Company memiliki visi global 2020 terkait water neutrality, dimana perusahaan akan mengembalikan air kembali ke alam dan masyarakat sama dengan jumlah air yang terpakai didalam produk dan pada proses produksi. “Coca-Cola Indonesia menjadi salah satu negara pertama di dunia yang melampaui visi water neutral ini. Selain itu Green Rusunawa juga berkaitan dengan salah satu bagian dari semangat Coca-Cola mewujudkan world without waste,”tandasnya.

Asal tahu saja, program ini di mulai pada tahun 2017 dan dilakukan dalam kemitraan antara CCFI dan PPM Unika Atma Jaya sebagai pelaksananya. Pelaksanaan program termasuk perencanaan, perakitan insfrastruktur RWH, pelatihan hingga pendampingan kepada warga rusunawa proses pembangunan sistem pengelolaan sampah dan pemberdayaan bank sampah yang ada.

Persepsi Keliru

Agustinus Prasetyantoko, Rektor Unika Atma Jaya menjelaskan, pemanenan air hujan sebenarnya sudah lama dimanfaatkan di daerah-daerah tertentu. Namun tidak banyak dilakukan di perkotaan. Beberapa tantangan termasuk diantaranya: persepsi yang keliru tentang air hujan serta penggunaan teknologi yang belum tepat guna,”Program ini adalah contoh nyata sinergi positif untuk masyarakat kita. Pelaksanaan konsep ini menyentuh dua elemen penting dalam penataan sebuah hunian yang berkelanjutan, yakni pengelolaan air dan sampah, sehingga bukan saja memberikan akses air bersih bagi kebutuhan sehari-hari, tapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan penghuninya secara lebih luas,”ungkapnya.

Dalam program Green Rusunawa ini, metode pemanenan air hujan dilakukan melalui teknik Rain Water Harvesting (RWH). Setidaknya lewat sistem ini, 336.000 liter air dapat ditabung dan membantu 300 kepala keluarga untuk mendapatkan akses air bersih. Rekam jejak program RWH yang dikerjasamakan oleh Unika Atma Jaya telah memasuki tahun ke-8. “Visi ke depan kami adalah membentuk tiga center: Center for nation, human, dan health development dan apa yang kami lakukan lewat program ini merupakan bentuk nyata dari visi dan komitmen kami bagi kemanusiaan, kesehatan, dan keterlibatan berbangsa,”katanya.

Kata Agustino Darmawan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI, pihaknya mengapresiasi konsep Green Rusunawa ini sebagai bentuk kolaborasi strategis antara dunia usaha, akademia, serta pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih serta sanitasi yang berkelanjutan. “Hal ini merupakan contoh baik untuk pengembangan rumah susun yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan air hujan,”jelasnya.

Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini pemenuhan kebutuhan air minum nasional baru tercapai 68,8%. Salah satu program yang sedang didorong oleh Kementrian PUPR adalah pencanangan program 100-0-100, yaitu 100% air minum; 0% pemukiman kumuh; dan 100% sanitasi yang sehat, dengan target pemenuhan akses air bersih di seluruh kota di Indonesia pada tahun 2019.

BERITA TERKAIT

Warga Ibukota Dukung RI Tuan Rumah Terbaik AG 2018

Jakarta-Ribuan warga ibukota kemarin (12/8) melakukan aksi kebangsaan dengan menandatangani  komitmen mendukung Indonesia jadi tuan rumah terbaik Asian Games 2018.…

Warga Palembang Diingatkan Beli Sapi Bersurat Sehat

Warga Palembang Diingatkan Beli Sapi Bersurat Sehat NERACA Palembang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengingatkan…

Aksi Kebangsaan Dukung RI Tuan Rumah Terbaik AG 2018

Jakarta-Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi) kembali akan menggelar aksi kebangsaan di area bebas kendaraan di Bundaran HI, Jakarta, Minggu…

BERITA LAINNYA DI CSR

Peduli Anak-Anak Korban Gempa Lombok - BNI Syariah Lakukan Recovery Healing

Gempa yang melanda Lombok dan sekitarnya sejak Minggu 5 Agustus 2018 hingga kini terus terjadi dimana menurut Badan Meteorologi Klimatologi…

Ciptakan Ekonomi Kerakyatan - Geliat YPA-MDR Bangun Desa Wisata Lewat Kebudayaan

Menunjukkan eksistensinya terhadap kepedulian pengembangan dunia pendidikan tanah air, khususnya masyarakat prasejahtera, PT Astra Internasional lewat Yayasan Pendidikan Astra-Michael D.…

Bantu Rumah Tangga Tidak Mampu - Sinergi BUMN Biayai Sambungan Listrik di Banten dan Jabar

Menyadari masih adanya masyarakat yang belum mendapatkan aliran listrik sebagai bagian dari kebutuhan hidup menunjang kegiatan ekonomi, program BUMN hadir…