2012, Target 36 Pasar Tradisional Diresmikan

Jogjakarta - Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM mengejar target sebanyak 36 pasar tradisional di seluruh Indonesia dapat diresmikan sepanjang tahun 2012 ini.

Ini sebagai bentuk penyerapan anggaran sebesar Rp800 juta bagi setiap satu proyek bangunan pasar tradisional yang dialokasikan pada anggaran 2011 dan DIPA 2011. Keberhasilan penyerapan ini akan menentukan penambahan alokasi anggaran untuk program yang sama pembangunan pasar tradisional dan penataan PKL di 2012.

Deputi Jaringan Usaha dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Neddy Rafinaldy Halim mengatakan, konsep pembangunan pasar tradional ini harus dikelola koperasi dan koperasi berkualitas sesuai standar Kemenkop dan UKM. Kemudian keberadaannya akan bersinergi dengan PD Pasar daerah setempat. Tapi kapasitasnya sebagai pengawasan saja. Karena daerah yang membutuhkan pasar tradisional itu.

“Biar pun pasar tradisional ini dikelola oleh koperasi, tapi bukan lantas PD Pasar lepas tangan karena merasa bukan pengelolaannya. Sudut pandangnya, pemerintah daerah membutuhkan pasar tradisional, tapi keterbatasan dana. Kemenkop dan UKM lantas menganggarkannya”, ungkap Neddy Rafinaldy Halim, di sela-sela mendampingi Menteri Koperasi dan UKM, Syarifuddin Hasan dalam meresmikan Pasar Tradisional Ngablak, Sleman, Jogjakarta, Selasa (14/2).

Kalau sudah dibangun, lanjut Neddy, tentu harus dikelola oleh koperasi, tapi karena pembangunan ini difasilitasi pemda setempat, maka pemda melalui PD Pasar melakukan pengawasan. “Karena Pemda lebih dulu melihat adanya demand yang besar, tapi belum jadi prioritas mereka. Tentu letaknya jauh dari pasar yang sudah dikelola PD Pasar. Kami membangunkan pasar tradisional yang tadinya system gelar bongkar atau kondisinya yang sudah mau rubuh”, kata Neddy.

Pemda pun harus menyadari, lanjut Neddy, hasil dari pembangunan pasar tradisional itu bukan Kemenkop dan UKM yang menikmati, tapi para anggota koperasi dan koperasinya. “Tujuan utama kami membangun pasar tradisional yang dikelola oleh koperasi, tentu supaya pedagang dapat meningkatkan penghasilan dan menambah kesejahteraannya. Soalnya mereka tumbuh menjadi transaksional dan memberikan retribusi pada pemda. Kalau pedagang besar, maka berpotensi menyumbangkan pajak, terlebih reinvestasi pada sector lain. Ini harapan besar kami,” tukasnya.

Sementara Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan mengingatkan koperasi sebagai pengelola pasar tradisional. Pasar tradisional adalah solusi untuk membangkitkan aktifitas ekonomi rakyat. Apalagi bagi daerah yang baru terkena musibah bencana.

“Musibah erupsi Gunung Merapi di Sleman menjadi salah satu program recovery pemerintah lewat pembangunan pasar tradisional. Karena di pasar akan terjadi transaksional dan interaksi social. Kalau peningkatan hidup pedagang baik, maka berdampak besar pada yang lain,” pungkas Syarif. (rin)

BERITA TERKAIT

Produk Citicon Kuasai Pasar Bata Ringan

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan infrastruktur dan properti sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia, menyusul…

Aswata Rilis Asuransi Travel Tahun Depan - Bidik Pasar Generasi Milenial

NERACA Jakarta – Membidik generasi milenial, PT Asuransi Wahana Tata atau Aswata tengah menyiapkan strategi diversifikasi produk dengan meluncurkan produk…

MNC Edukasi Pasar Modal di UPI Bandung

Komitmen untuk meningkatkan literasi keuangan di pasar modal, MNC Asset Management belum lama ini menggelar eduasi investasi pasar modal di…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Realisasi Ekspor Kabupaten Sukabumi Hingga Oktober Capai 8,57 Persen

Realisasi Ekspor Kabupaten Sukabumi Hingga Oktober Capai 8,57 Persen NERACA Sukabumi – Seksi Perdagangan Luar Negeri (PLN) pada Bidang Perdagangan…

KABUPATEN SUKABUMI - Ribka Ajak Warga Ikut Program KB

KABUPATEN SUKABUMI Ribka Ajak Warga Ikut Program KB NERACA Sukabumi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi IX, Ribka…

Ekspor Banten Oktober Naik 6,23 Persen

Ekspor Banten Oktober Naik 6,23 Persen NERACA Serang - Nilai ekspor Banten Oktober 2017 naik 6,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya…