Moratorium Perijinan Tak Surutkan Investor - Kabupaten Sukabumi

Sukabumi - Moratorium pelayanan perijinan selama selama bulan tidak menyurutkan niat investor menamankan modalnya di kabukaten Sukabumi. Tercatat, masih banyak calon investor mendaftarkan perusahaannya untuk menanamkan investasi di sana.

Namun, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT), tidak serta-merta melayani. “Kita terima pendaftaran dari pihak calon investor setelah semua berkasnya dilengkapi. BPPT tidak langsung memproses perijinannya. Kita sosialisasikan tentang Perda RTRW yang belum disahkan. Nah, kalau sudah disahkan, maka kita akan memproses setelah produk hukumnya ada”, ungkap Kepala BPPT Harry Mukharam Hasan kepada NERACA, Rabu.

Menurut Harry, hal ini dilakukan guna memberikan jaminan dan garansi terhadap calon investor bahwa Kabupaten Sukabumi masih terbuka luas peluang investasi. “Kita memiliki program penarikan investor. Maka kita harus tanggap ketika para calon investor masuk ke wilayah Kabupaten Sukabumi”, imbuh mantan Assda Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Sukabumi ini.

Moratorium ini, lanjut Harry, hanya diberlakukan bagi perusahaan baru dengan skala usaha besar, seperti pertambangan dan pertokoan modern. “Sedangkan untuk perpanjangan izin masih tetap kita layani. Demikian permohonan ijin skala kecil masih tetap kita layani”, tambah dia.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin ) Sukabumi A M Ajiz mengatakan, untuk menghindari gejolak dari calon investor, sebaiknya Pemda dan DPRD konsisten terhadap upaya percepatan pembuatan Perda RTRW. “Jangan sampai nanti ada keterlambatan. Hal ini bisa memicu ketidakpercayaan calon investor terhadap pelayanan Kabupaten Sukabumi. Tentunya, apabila investor hengkang, maka Kabupaten Sukabumi bisa merugi dari sektor pendapatan daerah”, papar Ajiz.

Selain itu, Ajis juga menyoroti lambannya pembenahan jalan rusak di jalur nasional Sukabumi. Akibat jalan rusak ini, banyak pengusaha mengalami kerugian waktu hingga materi. “Kita sangat berharap Kementerian PU memperbaiki jalan. Kerusakan jalan yang berlubang-lubang di sepanjang jalan nasional Jalur Sukabumi ini, sangat mengganggu aktifitas bisnis”, tandas dia.

Sedangkan pihak DPRD Kabupaten Sukabumi, optimis Perda RTRW bisa tuntas pada Februari ini. “Kini kita sedang merampungkannya. Insya Allah bulan sekarang (Februari) sudah rampung, dan Maret BPPT sudah bisa menerbitkan perizinan”, tukas Jaenudin, anggota Pansus RTRW. (rony)

BERITA TERKAIT

Milenium Prudent Gaet Investor Tiongkok

PT Milenium Prudent menjalin kerja sama investasi dengan perusahaan Tiongkok, Cheng Xin Shang Hui, khususnya di bidang futures trading di…

Emiten Dituntut Transparan Prospek Usaha - Lindungi Investor Publik

NERACA Jakarta – Sikap ngotot PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tetap menghapus secara paksa pencatatan saham (forced delisting) empat emiten menuai…

KOTA SUKABUMI - 163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis

KOTA SUKABUMI  163 Calon PPK Ikuti Tes Tertulis NERACA Sukabumi - Sebanyak 163 calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Sukabumi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

PROVINSI SUMATERA SELATAN - Sekda: Bantuan Desa Bukan Sekedar Pemanfaatan Dana

PROVINSI SUMATERA SELATAN Sekda: Bantuan Desa Bukan Sekedar Pemanfaatan Dana NERACA Palembang - Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan Nasrun Umar…

KOTA TANGERANG - Sekda: "Smart City" Bukan Sekedar Gaya Hidup

KOTA TANGERANG Sekda: "Smart City" Bukan Sekedar Gaya Hidup NERACA Tangerang - Sektretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Dadi Budaeri mengatakan,…

Platform RegoPantes Jembatani Petani dengan Konsumen

Platform RegoPantes Jembatani Petani dengan Konsumen NERACA Jakarta - PT 8Villages Indonesia meluncurkan platform e-commerce RegoPantes yang menjembatani transaksi langsung…