Pemerintah Siapkan Empat Langkah Stabilisasi Harga Pangan

NERACA

Jakarta – Pemerintah menyiapkan empat langkah strategis dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok jelang Ramadhan di seluruh daerah Indonesia. Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar, Sutriono Edi di Manado, disalin dari Antara, mengatakan sesuai arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ada empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun ini.

"Pertama, melalui penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok, harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, penataan dan pembinaan gudang, serta perdagangan antarpulau," kata Sutriono.

Kedua, katanya, melalui penatalaksanaan, yaitu melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha, fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha, serta penugasan Bulog.

Langkah ketiga, katanya, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kementerian Perdagangan beserta jajarannya bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan ketersediaan pasokan, stabilisasi harga termasuk menjamin pendistribusian bahan pokok.

Serta langkah keempat melalui upaya khusus, yaitu penetrasi pasar ke pasar rakyat dan toko swalayan. "Kemendag bersama Satgas Pangan dan pemda akan melakukan pengawasan harga di pasar rakyat untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah," ungkapnya.

Diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama berupaya menjaga stabilisasi harga bahan pokok menjelang bulan Ramadhan. "Empat langkah yang Kemendag upayakan, diharapkan dapat efektif untuk menekan harga bahan pokok di setiap daerah," ungkap Sutriono Edi.

Kementerian Perdagangan mengingatkan para pelaku usaha agar tetap mencantumkan harga di setiap produk yang dijual. "Sesuai pantauan saya di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) masih ada pedagang pasar maupun ritel yang tidak mencantumkan harga barang di pajangan," kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar, Sutriono Edi di Manado, Sabtu.

Ia mengatakan pencantuman harga kebutuhan pokok sebagai hal penting sehingga pembeli dimudahkan dalam berbelanja. Sutriono Edi terus mengingatkan agar penjual di pasar rakyat maupun pasar ritel modern untuk mencatumkan harga pada tiap jenis bahan kebutuhan pokok yang dijual. Hal itu untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

Apalagi, katanya, jika harga di pajangan tidak sesuai saat membayar di kasir. Masyarakat atau konsumen akan dirugikan dengan hal tersebut, sedangkan pelaku usaha wajib menerima bayaran sesuai harga yang tercantum di pajangan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Hanny Wajong mengatakan pihaknya terus mengingatkan kepada pelaku usaha agar mencantumkan harga dengan baik. "Edukasi dan sosialisasi selalu dilakukan," kata dia.

Pihaknya berharap pelaku usaha dan konsumen tidak saling dirugikan dalam hal perdagangan. "Pemerintah akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan sehingga kegiatan perdagangan di Sulut berjalan sehat dan lancar," katanya. Apalagi, katanya, menghadapi Ramadhan jangan sampai saling memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berharap masyarakat di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) agar menjadi konsumen cerdas menjelang Ramadhan 2018 ini. "Berbelanja sesuai kebutuhan bukan keinginan," kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar, Sutriono Edi.

Dia mengatakan memang setiap memasuki perayaan keagamaan pasti akan ada lonjakan permintaan baik sandang maupun pangan. "Namun, kami terus ingatkan jadilah konsumen cerdas, sehingga biaya belanja tidak terlalu besar," katanya.

"Terkadang pembelian yang tidak terkontrol akan berdampak pada harga jual di tingkat pedagang, karena melihat minat masyarakat yang tinggi, bisa saja pedagang menaikkan harga, padahal stok melimpah," jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jenny Karouw mengatakan agar masyarakat bersikap teliti dan memperhatikan baik-baik sebelum membeli barang. "Ingat harus berstandar nasional Indonesia, terpenting tanggal kedaluwarsanya harus diperhatikan," kata Jenny.

Masyarakat diharapkan tidak terpengaruh dengan tawaran diskon yang berlebihan, melainkan harus lebih teliti sebelum membeli, jangan sampai tanggal kedaluwarsanya sudah dekat. "Saya berharap, masyarakat semakin menyadari dan memilih produk yang berguna bagi kesehatan tubuh kita," katanya.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar, Sutriono Edi mengatakan harga sejumlah kebutuhan pokok di sentra perdagangan Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih dalam keadaan stabil dan aman. "Setelah melakukan pemantauan dan pengawasan baik di pasar rakyat, ritel dan distributor mendapati harga masih stabil dan stok banyak untuk menghadapi Ramadhan," kata Sutriono.

Dia menjelaskan tercatat harga di pasar rakyat Bersehati Manado untuk harga beras medium sebesar Rp9.450 per kilogram (kg). Sedangkan harga minyak goreng curah Rp10.800 per liter gula pasir Rp12.500 per kg, daging ayam Rp27.000 per kg dan daging sapi segar Rp110.000 per kg.

BERITA TERKAIT

Bulog Tangerang Jamin Ketersediaan Pangan Selama Ramadhan

Bulog Tangerang Jamin Ketersediaan Pangan Selama Ramadhan NERACA Tangerang - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, menjamin ketersediaan…

Pangan Picu NTP Banten Turun 1,31 Persen

Pangan Picu NTP Banten Turun 1,31 Persen NERACA Serang - Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor Tanaman Pangan yang pada April…

Kadis Perdagin: Harga Sembako Kota Depok Stabil Tidak Naik Signifikan

Kadis Perdagin: Harga Sembako Kota Depok Stabil Tidak Naik Signifikan NERACA Depok - Harga kebutuhan bahan pokok (Sembako) di berbagai…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pasar Domestik - Legislator Minta Presiden Kendalikan Data Pangan Indonesia

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi meminta Presiden Joko Widodo mengendalikan secara langsung data…

Perdagangan Internasional - Indonesia Berhasil Raih Peluang Ekspor di Bordeaux

NERACA Jakarta – Pengusaha Indonesia bersama dengan KBRI Paris berhasil meraih peluang ekspor ke pasar Prancis melalui kegiatan Forum Bisnis…

KBRI Promosi Produk Makanan Indonesia di Tunisia

NERACA Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk makanan Indonesia pada pameran industri makanan dan…