Unilever Peduli Membidik Kesehatan Masyarakat

Neraca. Tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility), kini telah menjadi prioritas utama para pemimpin perusahaan di setiap Negara, termasuk Indonesia. Hal ini karena CSR telah menjadi perhatian dari kalangan pemerintah, aktivis, media, pemimpin masyarakat, karyawan perusahaan hingga para akademisi. Fenomena ini menandakan bahwa CSR merupakan hal penting dalam aktivitas perusahaan di suatu wilayah tertentu.

Dengan adanya ketentuan CSR sebagai sebuah kewajiban dapat merubah pandangan maupun perilaku dari pelaku usaha, sehingga CSR tidak lagi dimaknai sekedar tuntutan moral an-sich, tetapi diyakinkan sebagai kewajiban perusahaan yang harus dilaksanakan.

Kesadaran ini memberikan makna bahwa perusahaan bukan lagi sebagai entitas yang mementingkan diri sendiri, eksklusifitas dari lingkungan masyarakat, merupakan sebuah usaha yang wajib melakukan adaptasi kultural dengan lingkungan sosial. Sehingga tidak berkelebihan jika ke depan CSR harus dimaknai bukan lagi hanya sekedar responsibility karena bersifat voluntary, tetapi harus dilakukan sebagai mandatory dalam makna liability karena disertai dengan sanksi.

Dari tujuan diatas terlihat perusahaan memfokuskan kepada lingkungan dan masyarakat, sebenarnya hal ini merupakan salah satu strategi perusahaan. Dengan adanya ketentuan CSR sebagai sebuah kewajiban dapat merubah pandangan maupun perilaku dari pelaku usaha, sehingga CSR tidak lagi dimaknai sekedar tuntutan moral an-sich, tetapi diyakinkan sebagai kewajiban perusahaan yang harus dilaksanakan.

PT Unilever Indonesia, Tbk melalui brand sabun kesehatan Lifebuoy sebagaico-founderHari Cuci Tangan Pake Sabun (HCTPS) ingin menginformasikan hasil penelitian dari riset untuk memperoleh informasi kaitan antara keselamatan bayi baru lahir dengan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada ibu-ibu dan bidan.

Riset yang diadakan sebagai bentuk kerjasama Unilever dengan USAID melalui program MCHIP (Maternal and Child Health Integrated Program) ini memfokuskan pada motivasi dan permasalahan dalam perilaku CTPS yang bertujuan untuk menyusun program intervensi perubahan perilaku CTPS pada ibu-ibu dan bidan, agar intervensi yang dibuat dapat efektif membantu pencegahan kematian bayi baru lahir.

Membudayakan CTPS menjadi sangat penting seperti sebelum makan dan setelah dari toilet, hal ini dapat menyelamatkan lebih banyak jiwa daripada melakukan vaksin atau intervensi medis lainnya. Penyelenggaraan CTPS sangat penting bagi Indonesia mengingat kondisi kesehatan masyarakat yang umumnya masih memperihatinkan. Seperti tingkat kematian dan kesakitan akibat penyakit yang berkaitan dengan air, sanitasi serta perilaku hidup bersih dan sehat.

Program seperti ini, selain sebagai program tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat (CSR), juga sebagai salah satu strategi pemasaran produk Unilever. Selain menawarkan sebuah produk, perusahaan tersebut juga menawarkan sebuah program yang bisa membantu masyarakat menghadapi permasalahan-permasalahan kesehatan yang muncul di tengah-tengah mereka. Hal seperti ini memang sudah menjadi strategi pemasaran PT Unilever, dengan target pemasaran Ibu-ibu, dengan asumsi kalau ibu-nya sudah mau cuci tangan, biasanya anggota keluarga lainnya akan mengikuti.

Kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) adalah perilaku sederhana yang paling murah dan mudah untuk dilakukan, namun faktanya tidak semua orang kelakukannya. Padahal, perilaku ini berdampak besar untuk menghindari atau mencegah berbagai penyakit. Seperti yang dilansir di beberapa media, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukan sebagian besar atau hampir 55% penyakit penyebab kematian bayi usia 29 hari sampai 11 tahun dapat dicegah dengan intervensi lingkungan dan perilaku. Di antaranya pneumonia atau penyakit radang paru-paru sebanyak 23% dan diare sekitar 31%. “Proporsinya sama pada anak usia 4-11 tahun.

BERITA TERKAIT

Peduli Korban Banjir di Sultra - Kementerian Pertanian Salurkan Bantuan Rp 15 Miliar

Musibah banjir yang terjadi di provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi derita bagi bangsa Indonesia, maka berangkat dari upaya meringankan beban…

Menggugah Masyarakat Ramah Lingkungan - Ketika Botol Plastik Sumbang Pendapatan Pemda

Indonesia tercatat sebagai negara peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke laut setelah Tiongkok. Prestasi ini bukanlah sebuah…

Saatnya Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Oleh : Lisa Khairunisa, Pemerhati Media Sosial   Saat ini hampir setiap orang sangat memungkinkan untuk saling terhubung bahkan tanpa…

BERITA LAINNYA DI CSR

SHARP Bersedekah Berbagi Kebahagiaan dan Ilmu

Selalu hadir berbagi di tengah masyarakat adalah komitmen yang dilakukan PT Sharp Electronics Indonesia. Kali ini perseroan melalui kegiatan tanggung…

Donasikan Kursi Roda dan Bantuan Modal - K3S Denpasar Tingkatkan Kemandiran Disabilitas

Dalam rangka memberdayakan masyarakat disabilitas untuk mandiri, Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar, Bali menyerahkan bantuan kesehatan seperti kursi…

Peduli Korban Banjir di Sultra - Kementerian Pertanian Salurkan Bantuan Rp 15 Miliar

Musibah banjir yang terjadi di provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi derita bagi bangsa Indonesia, maka berangkat dari upaya meringankan beban…