Lingkungan Hijau Belum Dinikmati Seluruh Lapisan Masyarakat

Neraca. Harus ada upaya di sektor bangunan atau properti untuk mengurangi pemanasan global dan menghindari kerusakan bumi di masa mendatang. Awalnya, sekitar tahun 2007 menjadi tren properti hijau. Sekarang, banyak pengembang yang mengerti manfaatnya dan mulai menerapkan beberapa kriteria konsep properti hijau dalam mengembangkan kawasan permukimannya. Sayangnya, karena beberapa persoalan yang menghadang, kebanyakan pengembangan dilakukan di luar Jakarta.

Menurut pengamat properti hijau, Nirwono Joga, pengembang di Jakarta sampai saat ini masih mengembangkanhigh rise buildingdengan target kelas atas di mana pengembangan lebih eksklusif seperti pembangunan superblok untuk kawasannya saja. Ia berharap, banyak pengembang semakin menyadari kebutuhan lingkungan hijau yang nyaman bagi Jakarta untuk seluruh lapisan masyarakat, bukan dinikmati kalangan terbatas.

Ketimpangan ini dapat dilihat pada empat pengembang perumahan yang dinobatkan menerima penghargaan Green Property Awards (GPA) 2011 lalu yang diselenggarakan Majalah Housing Estate. Keempatnya dikembangkan di luar Jakarta, yaitu Emerald Residence di Bintaro Jaya oleh PT Jaya Real Property yang unggul dalam aspek transportasi dan partisipasi warga, perumahan Jade Residence di Summarecon Serpong oleh PT Summarecon Agung Tbk lewat pengelolaan sampah dan air, Koridor Bandoeng Tempo Doeloe di Kota Baru Parahyangan oleh PT Belaputera Intiland dengan keunggulan aspek bangunan hijau, serta Pavilion Kost di Kota Jababeka yang dikembangkan oleh PT Kawasan Industri Jababeka dengan kekuatan pada penyediaan infrastrukturnya.

Kendala lain yang dikeluhkan pengembang adalah masalah biaya. Padahal, ihwal adanya pengembang yang mengeluhkan, bahwa biaya penerapan konsep hijau ini dapat menambah hingga sekitar 20%, hal itu disebabkan pengembang belum berpengalaman.

Faktanya, biaya yang dibutuhkan dengan mengaplikasikan konsepgreen buildinghanya menambah sekitar 5% dari biaya konstruksi atau pembangunan awal. Untuk itu, pengembang tak perlu risau soal biaya untuk menerapkan konsep ini.

Kepala Badan Advokasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) Ignesjz Kemalawarta mengatakan, dengan penambahan biaya untuk penerapan konsepgreen building, sebenarnya pengembang dapat menghemat penggunaan energi hingga sekitar 20%- 40%. Ignesjz dalam paparan seminarnya mengemukakan, sumbangan atau kontribusi emisi CO2 terbesar terdapat di sektor bangunan dibandingkan dengan industri dan transportasi.

Sementara itu, menurut Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat Kemenpera Pangihutan Marpaung, pihaknya akan menyelesaikan peraturan pemerintah sebagai tindak lanjut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Pangihutan mengemukakan, dalam peraturan pemerintah tersebut dipastikan akan terdapat insentif dan disinsentif terkait dengan penerapan konsep bangunan hijau.

Di sisi lain, sertifikasi juga memegang peranan penting agar pengembang tidak bisa lagi seenaknya mengaku menerapkan konsep hijau di dalam promosi perumahan dan kawasan permukiman yang mereka iklankan.

BERITA TERKAIT

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…

Presiden Belum Tentukan Waktu Bertemu KPK

Presiden Belum Tentukan Waktu Bertemu KPK  NERACA Tangerang - Presiden Joko Widodo belum menentukan waktu untuk bertemu dengan KPK terkait…

Dinilai Tidak Subtansial, RUU SDA Bukti Belum Siap

Dr. Nana M Arifjaya, ahli Hidrologi Institut Pertanian Bogor mengatakan. Rancangan Undang-Undang Sumber Day Air (RUU SDA) yang saat ini…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Yestarland Operasikan Cilegon Center Mall

Yestarland Operasikan Cilegon Center Mall  NERACA Cilegon - PT Yestarland Karya Utama (Yestarland), perusahaan pengembang properti, mulai mengoperasikan Cilegon Center…

Indonesia-Vietnam Jalin Kerja Sama Konstruksi dan Properti

Indonesia-Vietnam Jalin Kerja Sama Konstruksi dan Properti  NERACA Jakarta - Indonesia dan Vietnam menjalin kerja sama konstruksi dan properti dengan…

Paramount Tawarkan Rumah untuk Kalangan Menengah

Paramount Tawarkan Rumah untuk Kalangan Menengah NERACA Jakarta - Paramount Land, perusahaan pengembang properti yang berpusat di Gading Serpong, Kabupaten…