Menakar Usaha Makanan Camilan Takoyaki

Camilan acap kali menjadi makanan wajib yang tersedia untuk ragam keperluan. Tak heran bila berbagai jenis camilan banyak bermunculan, baik itu yang bercita rasa lokal maupun asing.

Salah satunya takoyaki. Camilan ala Jepang ini terbuat dari tepung terigu bertabur gurita dan lelehan mayoinase.

Lantaran unik, camilan ini sempat populer dan membuat banyak orang, terutama kaum muda gemar melahapnya. Ini membuat tidak sedikit pelaku bisnis yang berupaya berbisnis takoyaki. Malah banyak yang mengembangkan skala bisnis lewat cara kemitraan.

Pertama yaitu Lucky Takoyaki. Usaha kuliner yang dibangun pasangan suami istri Agnes Ismal dan Akbar Nugraha ini rupanya tidak menampakkan perkembangan yang agresif. Pasalnya, dalam waktu satu tahun jumlah mitra baru yang bergabung kurang dari 15 mitra.

Agnes mengaku, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kejenuhan pasar di kota besar. Namun, dia menilai potensi usaha makanan khas negeri Sakura ini masih bagus terutama untuk kota kecil.

Makanya, seluruh mitra baru yang bergabung berasal dari kota-kota kecil, seperti Majalengka, Soreang, dan Ciwidey. Sedangkan, gerai pribadinya kini berjumlah 23 unit yang tersebar di Bandung, Garut, Tasik, dan Purwokerto.

Lucky Takoyaki memilih masih menahan harga jual produknya Rp 5.000 sampai Rp 16.000 per porsi. Alasannya, agar dapat bersaing dengan harga jual produk lainnya serta dapat dijangkau oleh semua kalangan konsumen. Untuk varian taburannya masih tetap sama yaitu sosis ayam, gurita, keju, kepiting, dan daging sapi.

Agnes mengaku perubahan hanya terjadi pada nilai investasi paket kemitraan. Untuk paket tanpa booth dari Rp 3,5 juta menjadi Rp 4,5 juta, paket gerobak dari Rp 8,5 juta dikerek menjadi Rp 9 juta dan paket sepeda dari Rp 9,5 menjadi Rp 10 juta. Perubahan ini sudah dilakukan sejak dua tahun yang lalu.

Kedua, Takoyaki Mu & Mu. Pelaku usaha takoyaki lain adalah Fikri Ramadhan Siregar yang mengusung usaha dengan nama Takoyaki Mu & Mu. Mendirikan usaha sejak tahun 2014, Fikri mengembangkan usahanya dengan menawarkan kemitraan pada tahun 2015. ada tujuh gerai yang dimiliki Takoyaki Mu & Mu. Enam gerai milik mitra dari Malang, Banjarmasin, Jakarta dan Medan dan satu gerai lagi di Malang.

Berbeda dengan Lucy, perkembangan kemitraan Mu & Mu makin maju. Buktinya, sudah ada 12 gerai yang berdiri. Tiga gerai milik sendiri dan sisanya milik mitra.

Tidak hanya jumlah mitra yang bertambah, paket investasi pun naik. Kalau sebelumnya, Fikri mematok nilai investasi Rp 3,5 juta dimana mitra akan mendapat peralatan usaha, bahan baku tepung takoyaki 1 kilo untuk 30 porsi, pelatihan karyawan, serta perlengkapan promosi usaha. Saat ini, paket yang ditawarkan menjadi Rp 6 juta. Namun mitra sudah mendapat booth ukuran 80x40 cm dan peralatan usaha, bahan baku dan pelatihan karyawan.

Bicara soal kerjasama berlangsung selama lima tahun itu masih tetap berlaku. Setelah itu, mitra cukup membeli bahan baku ke pusat. Tidak ada biaya royalti atau biaya lainnya.

Agar mitra tetap untung dalam bisnis dan bisa maju, Fikri menyajikan menu takoyaki yang makin beragam. Sebelumnya menu takoyaki yang dijajakan mitra yaitu bolognese, rendang ayam, dan rendang daging. Sekarang mitra bisa memasok menu jamur dan sosis.

Harga jual takoyaki yang dibanderol pun naik. Dari yang Rp 3.500 sampai Rp 4.000 per porsi, kini satu porsi takoyaki isi lima buah menjadi Rp 6.000.

BERITA TERKAIT

Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

BPOM Awasi 9.392 Iklan Obat dan Makanan

BPOM Awasi 9.392 Iklan Obat dan Makanan   NERACA Manado - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi sebanyak 9.392 iklan…

Usaha Kecil Disebut Serap Paling Banyak Pekerja

NERACA Jakarta – Survei Organization of Economic Cooperation Development (OECD) menunjukkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) menyerap paling banyak…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…