Upaya Tasikmalaya Antisipasi Bencana Alam di Kawasan Wisata

Siklon Tropis Flamboyan diperkirakan akan melanda beberapa dearah di Indonesia, termsuk kawasan pesisir selatan Pulau Jawa. Hal ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, turut mengantisipasi bahaya bencana alam di kawasan objek wisata.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, EZ Alfian, mengatakan masyarakat maupun pengelola wisata diimbau untuk memiliki pemahaman dan kemampuan meminimalisasi risiko bencana."Kita bentuk seperti forum penyelamatan bencana di kawasan wisata untuk antisipasi berbagai ancaman bencana," kata Alfian, seperti yang dikutip dari Antara, Senin (30/4).

Ia menuturkan kawasan wisata yang memiliki potensi bahaya bencana alam yakni objek wisata Gunung Galunggung yang merupakan gunung aktif dengan ancaman bencana seperti gunung meletus, dan longsor.

Menurutnya kawasan objek wisata pantai di selatan Tasikmalaya memiliki potensi bahaya bencana tsunami, termasuk kecelakaan laut menimpa wisatawan saat berenang. Selain itu, ia melanjutkan, objek wisata Gunung Galunggung juga memiliki ancaman bencana seperti gunung meletus dan longsor. "Di Kedua objek wisata itu, telah disiapkan warga maupun sukarelawan pegiat wisata yang memiliki kemampuan untuk melakukan penyelamatan jika terjadi bencana alam,' ujarnya.

Untuk di kawasan wisata pantai, Alfian menambahkan, beberapa sukarelawan atau warga sekitar mendapatkan pelatihan kebencanaan secara umum seperti penyelamatan di air."Kalau di Galunggung bagaimana upaya penyelamatan mengevakuasi warga atau wisatawan," katanya.

Untuk objek wisata alam lain yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, ia menuturkan, juga mendapatkan perhatian dengan melibatkan masyarakat desa yang telah dibentuk sebagai Desa Tangguh Bencana. Ia menyebutkan, ada sekitar 30 desa di Kabupaten Tasikmalaya yang sudah dibentuk sebagai Desa Tangguh Bencana di daerah yang memiliki potensi bencana tinggi.

Kemarin, Mingu (29/4), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di 13 provinsi di Indonesia untuk mewaspadai curah hujan yang ekstrem hingga Selasa (1/5).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan curah hujan ekstrem saat ini masih terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Kalimatan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. BMKG mengimbau agar kapal-kapal yang melintas dan masyarakat pesisir pantai agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi dalam menghadapi kondisi ini.

Siklon tropis Flamboyan di Samudra Hindia dan sekitar 1.345 kilometer barat daya Pulau Enggano atau 1.410 kilometer barat daya Bengkulu. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan sejak Sabtu (28/4) malam itu diketahui bahwa siklon tropis Flamboyan telah mengakibatkan cuaca buruk seperti hujan deras, angin kencang, dan puting beliung.

BERITA TERKAIT

BRISyariah Salurkan Bantuan Korban Bencana Di Palu

    NERACA   Jakarta - PT Bank BRIsyariah Tbk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana gempa di Palu, Sulawesi…

Jabar Gandeng Badan Informasi Geospasial Petakan Kawasan Pertanian

Jabar Gandeng Badan Informasi Geospasial Petakan Kawasan Pertanian NERACA Bandung - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa mengatakan…

Pengamat : BANI Sovereign Harusnya Bubar atau Ganti Nama - Upaya PK Ditolak

Pengamat : BANI Sovereign Harusnya Bubar atau Ganti Nama Upaya PK Ditolak NERACA Jakarta - Keluarnya keputusan dari Mahkamah Agung…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Taman Laut di Indonesia yang Jarang Terekpos

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua pertiga kawasannya adalah lautan. Panjang garis pantai di Indonesia mencapai 81 ribu…

Terumbu di Selat Pantar Diduga Rusak

  Bentang dan panorama alam bawah laut Indonesia merupakan permata yang diburu oleh para penyelam di seluruh dunia. Namun sayangnya…

Bogor Gaet Wisatawan dengan 'Tahun Kopi'

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Jawa Barat, merasa kalau kopi menjadi komoditi kaum milenial. Oleh sebab itu, pada tahun…