Pendaftar DK OJK Capai 125 Orang

NERACA

Jakarta---Peminat calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) mulai bermunculan. Bahkan mulai berani tampil di publik. Berdasarkan pantauan sudah lebih dari 100 orang pendaftar. "Tadi saya lihat di jam 10 pagi, sudah ada 125 orang yang mendaftar," kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo di Jakarta,14/2

Namun ketika ditanya dari kalangan mana saja dan nama yang mendaftar sebagai calon anggota DK OJK ini, Agus tidak bersedia untuk memberi tahukannya. "Saya belum bisa bilang dulu siapa-siapanya. Nanti saja," paparnya.

Di sisi lain, di hari terkahir pendaftaran terlihat berbagai kalangan yang mendaftar untuk menjadi calon anggota DK OJK tersebut. Siang ini terlihat pengamat ekonomi Iman Sugema. Saat ditanya mendaftar sebagai apa dalam OJK, Iman menjawab untuk posisi Ketua atau Wakil Ketua.

Namun Iman mengaku motivasi dirinya mendaftar karena merasa memiliki kompetensi untuk kedua posisi tersebut. "Selama ini kan saya hanya cuap-cuap sama kalian. Boleh dong kompetensi saya diaplikasikan. Soal dukungan, nantilah setelah lulus dari (seleksi) Presiden. Mudah-mudahan kompetensi saya bisa dipakai dengan maksimum," ujarnya

Selain itu, terkait gaji, kata Iman, belum tentu lebih besar dari Komisaris dan Direksi BUMN. Namun, Iman menganggap posisi Ketua DK OJK merupakan jabatan cukup penting. "Mungkin setelah presiden, ini (ketua DK OJK) adalah jabatan kedua terpenting," tuturnya.

Tak hanya Iman, di tempat yang sama, Pengamat Pasar Modal Yanuar Rizky Juga ikut mendaftar DK OJK. Yanuar pun mendaftar sebagai Ketua DK OJK. "Saya siap bertarung dengan gagasan dan ide yang saya miliki. Saya rasa saya orang muda punya pejuang kelompok muda juga," ungkap Yanuar.

Paling tidak, kata Yanuar, motivasinya adalah untuk kebersihan DK-OJK. "Saya rasa moral yang saya bawa, jangan sampai pimpinan OJK merupakan orang-orang yang offside, saya ingin mendorong pemimpin baik dan tidak offside," pungkas Yanuar.

Ditempat terpisah, Ketua Perbanas, Sigit Pramono mengatakan elah memasang nama-nama anggotanya yang akan menjadi Dewan Komisioner di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nama tersebut akhirnya diambil setelah beberapa kali didiskusikan di internal Perbanas dan juga melalui usulan serta pendekatan secara khusus kepada beberapa calon dan beberapa Dirut Bank. "Akhirnya Perbanas telah merekomendasikan beberapa orang sebagai calon anggota Dewan Komisioner OJK yaitu Riswinandi, Umar Djuoro, dan Peter Stok," paparnya

Tiga calon yang diajukan BI, seperti diketahui, yaitu Riswinandi yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri. Umar Djuaro yang saat ini menjabat Ketua Supervisi BI dan juga peneliti dari Centre for Development Economics (Cides). Peter Stok sendiri saat ini menjabat sebagai Komisaris di Bank BNI.

Sigit sendiri, memutuskan untuk tidak jadi mendaftarkan diri dalam bursa pencalonan dewan komisaris OJK atas beberapa masukan dan saran dari para pengurus Perbanas agar fokus pada Perbanas. "Saya tetap akan memimpin Perbanas sampai kongres berikutnya dan akan mengambil sikap tetap menjaga indipendensi terhadap regulator dan berada di luar regulator. Namun menjadi mitra regulator dalam mengembangkan industri perbankan," imbuhnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Prosesi Sedekah Laut di Cilacap dihadiri Ribuan Orang

Ribuan orang dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyaksikan prosesi sedekah laut yang merupakan tradisi budaya nelayan setempat…

Penjualan Ekspor SMGR Capai 1,38 Juta Ton

NERACA Jakarta – Hingga kuartal tiga 2017, penjualan ekspor PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat pertumbuhan yang tinggi. Dalam siaran…

Anggaran Keperluan Pilkada Jabar Capai Rp1,1 Triliun Lebih

Anggaran Keperluan Pilkada Jabar Capai Rp1,1 Triliun Lebih NERACA Sukabumi - Anggaran untuk keperluan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Permintaan Kredit di 13 Sektor Meningkat

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia melalui surveinya mencatat permintaan kredit pada 13 sektor ekonomi meningkat sepanjang triwulan III…

Bangun Infrastruktur SID Butuh Rp650 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan biaya untuk investasi pembangunan infrastruktur Sistem Informasi Debitur atau…

BNI Dukung Peremajaan Kelapa Sawit

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung program pemerintah dalam percepatan peremajaan…