Dana di Pasar Sekunder Capai Rp500 T

NERACA

Jakarta-- Bank Indonesia (BI) mengungkapkan ekses likuiditas di pasar sekunder cukup melimpah. Bahkan jumlah dana yang disimpan perbankan di BI mencapai Rp500 triliun. Luar biasa hampir seperti APBN. "Ekses likuiditas sudah melimpah, tidak seperti kondisi beberapa tahun lalu,” kata Direktur Direktorat Riset dan Moneter BI Perry Warjiyo di Jakarta,14/2

Diakui Perry, ekses likuiditas ini member dampak kepada suku bunga dan BI rate. Malah kondisiinya menyentuh batas bawah. “Itu yang menyebabkan beberapa tahun lalu, suku bunga pasar hampir sama dengan BI Rate, sekarang di batas bawah," terangnya

Saat ini, batas bawah suku bunga pasar uang antarbank di pasar sekunder yang ditetapkan BI sebesar 200 bps. Angka ini menunjukkan masih banyaknya kelebihan dana (ekses likuiditas) dari perbankan yang belum disalurkan ke sektor riil sehingga bank lebih cenderung menyimpan di BI. "Jumlahnya sama dengan jumlah yang kita keluarkan untuk operasi moneter, mungkin sekira Rp500 triliun," imbuhnya

BI sendiri menilai, angka ini terlalu besar, karena seharusnya, ekses likuiditas ini hanya berjumlah separuhnya. "Karena itu, salah satu kebijakan moneter kita adalah menurunkan BI rate," tandasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Sektor Pangan - Harga Beras di Indonesia Termasuk Murah di Pasar Internasional

NERACA Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga beras di tingkat eceran masih terjangkau oleh masyarakat dan…

Optimalkan Pasar Dalam Negeri - ULTJ Pasang Konservatif Target Ekspor

NERACA Jakarta –Kejar pertumbuhan penjualan lebih besar lagi, PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ) akan mengoptimalkan pasar dalam negeri…

Berikan Kejelasan Bagi Investor - OJK Ganti Rugi Korban Pelanggaran Pasar Modal

NERACA Jakarta – Meskipun di indutri pasar modal sudah memiliki lembaga yang melindungi dana nasabah atau Indonesia Securities Investor Protection…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Jalin Kerjasama dengan Kemendagri dan PPATK - Cegah dan Berantas Pencucian Uang

  NERACA   Jakarta - Guna mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Industri Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan…

Gubernur BI Rombak 18 Pejabat

    NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Senin, melantik 18 pejabat baru BI, di antaranya…

BPR Diminta Konsolidasi Untuk Perkuat Modal

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank perkreditan rakyat (BPR) yang tidak bisa memenuhi syarat…