Agar Pengembangan Industri Kerajinan Jadi Prioritas Pemerintah - Daya Saing Produk

NERACA

Jakarta – Nilai ekspor dari produk kriya nasional pada tahun 2017 yang mencapai 776 juta dolar AS, naik dibandingkan tahun 2016 sebesar 747 juta dolar AS. Dalam pengembangan industri nasional, industri kerajinan merupakan salah satu industri prioritas yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Menperin menyambut positif penyelenggaraan Inacraft, di mana tahun ini diikuti sebanyak 1700 pelaku usaha, merupakan potensi yang baik bagi upaya memacu perekonomian secara inklusif atau melibatkan masyarakat banyak.

“Industri kerajinan tangan atau handicraft merupakan salah satu sektor kekuatan ekonomi bangsa kita. Apalagi, banyak anak muda terlibat dan menghasilkan produk menarik,” ujarnya. Menurut Airlangga, kekuatan industri kerajinan nasional terletak pada sumber bahan baku alami yang melimpah dengan didukung oleh keragaman corak dan keahlian perajin yang sudah membudaya.

Selain itu, pelaku industri kerajinan kita tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan jangkauan pasar yang terus meningkat,tuturnya. Guna terus meningkatkan kinerja industri kerajinan di Tanah Air, Kementerian Perindustrian telah punya berbagai program yang dijalankan, antara lain peningkatan kemampuan sumber daya manusia serta mendorong penggunaan teknologi terkini dalam upaya menciptakan kreativitas dan inovasi produk.

Contohnya, kegiatan itu dilakukan di Bali Creative Industry Center (BCIC), sebagai salah satu pusat inovasi yang dimiliki oleh Kemenperin untuk membangun ekosistem industri kreatif. BCIC menjadi pusat pengembangan riset teknologi, desain, seni, budaya dan inovasi agar menjadi komunitas kreatif yang unggul. Banyak generasi muda yang kumpul sehingga bisa buat regenerasi perajin,paparnya.

Sebagai bagian dari rantai pasok dunia atau global supply chain, industri kerajinan juga perlu terus meningkatkan peran generasi muda dalam berinovasi, penguasaan teknologi terkini, dan pengetahuan akan isu global tentang teknologi proses industri yang lebih efektif, efisien, dan eco friendly product.

Untuk itu pelaku industri kreatif bidang kerajinan semakin dituntut untuk tidak hanya mampu bersaing secara sehat di pasar negeri sendiri serta unggul dari barang impor, namun juga diharapkan dapat memenuhi pasar mancanegara, ungkap Menperin.

Pelaksanaan Inacraft, yang mampu menarik banyak buyer dari luar negeri, menjadi kesempatan bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor kerajinan ini untuk mempromosikan produknya sekaligus memperluas pasar untuk ekspor.

“Dalam tiga hari ini, kami mendapatkan laporan, sebanyak75 ribupengunjung yang datang, dan meraihomzetsebesar Rp47 miliar dalam dua hari. Ini capaianyang luar biasa, menunjukkan minat masyarakat yang cukup tinggi,” jelasnya.

Airlangga berharap, karya-karya yang dihasilkan para pelaku IKM kerajinan nasional dapat terus inovatif, kompetitif dan sesuai kebutuhan pasar. Maka itu, perlu diberikan apresiasi kepada para pengrajin yang secara terus-menerus menekuni bidang kerajinan yang produknya mampu bersaing dalam kompetisi global,imbuhnya.

Menperin menilai, Inacraft Award dapat menjadi wadah untuk perwujudan apresiasi kreativitas, inovasi desain dan juga menjadi upaya untuk meningkatkan iklim kompetitif. Hal ini memicu perkembangan lahirnya inovasi produk baru yang unggul di bidang kriya dari para pengrajin Indonesia yang dinilai oleh para pakar atau praktisi di sektor kerajinan.

“Kami berharap, Inacraft Award menjadi sarana bagi para pengrajin untuk meningkatkan keterampilan, menambah wawasan, dan terus berinovasi terutama dengan menggunakan sumber daya alam yang banyak tersebar di Indonesia agar dapat bernilai tambah tinggi,” tutur Menteri Airlangga.

Sebelumnya, terkait otomotif, Kementerian Perindustrian terus mendorong reorientasi industri otomotif di dalam negeri sebagai upaya menjadikan Indonesia basis produksi untuk tujuan pasar ekspor, selain mampu memenuhi kebutuhan permintaan domestik. Upaya menggenjot produk nasional bisa menembus pasar ekspor ini diyakini hasilnya dapat memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Peningkatan dan perkembangan dari industri otomotif di Indonesia akan memberikan pengaruh besar bagi kegiatan sektor ekonomi lainnya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Seremoni Ekspor Perdana Mobil Mitsubishi Xpander di PT Indonesia Kendaraan Terminal, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, disalin dari siaran resmi.

Menperin menyebutkan, beberapa capaian positif dari kinerja industri otomotif di Tanah Air, antara lain adalah total ekspor kendaraan dalam keadaan utuh (completely build up/CBU) pada tahun 2017 sebesar 231 ribu unit.

BERITA TERKAIT

PRODUKSI KERAJINAN ROTAN UNTUK EKSPOR

Perajin menganyam rotan menjadi replika kanguru untuk diekspor ke Australia di sentra kerajinan rotan Kampung Krabatan, Pakintelan, Gunungpati, Semarang, Jawa…

Wakil Ketua MPR RI - Bangsa Indonesia Agar Komit Jaga Pancasila-NKRI

Ahmad Basarah Wakil Ketua MPR RI Bangsa Indonesia Agar Komit Jaga Pancasila-NKRI Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah…

Keseriusan China Buka Produk Impor Peluang Ekspor Indonesia - Niaga Internasional

NERACA Jakarta – Indonesia baru saja mengakhiri keikutsertaan pameran dagang importir terbesar di dunia "The 1st China International Import Expo"…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Riil - Kadin Berharap Pemerintah Susun Regulasi Lebih Pro Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia berharap pemerintah membuat kebijakan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan pro dunia…

Pembenahan Regulasi Pekerja Migran Mendesak

NERACA Jakarta – Pembenahan regulasi terkait pekerja migran lebih mendesak dilakukan. Pembenahan yang penting segera dilakukan meliputi regulasi pendaftaran hingga…

Upsus Siwab Targetkan Kelahiran Sapi Hingga 3,5 Juta Ekor

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menargetkan kelahiran anak sapi hingga 3,5 juta ekor…