Tambah 300 Cabang, Danamon Siapkan Capex Rp 1,5 Triliun

Neraca

JAKARTA - PT Bank Danamon Tbk (BDMN) menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,5 triliun untuk membuka sekira 300 cabang baru di 2012. Rencananya, penambahan cabang ini dimaksudkan untuk meningkatkan ekspansi kredit, pembiayaan dan sekaligus menghimpun dana.

Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Lim menjelaskan secara keseluruhan di 2012, perseroan merencanakan penambahan 300 lokasi baru untuk melayani nasabah di berbagai segmen, termasuk sekira 150 unit Solusi Emas Syariah, 112 outlet baru untuk Adira Finance, dan 59 outlet baru untuk Adira Kredit. "Capex Danamon Rp1,5 triliun tahun itu untuk keseluruhan," katanya di Jakarta, Selasa (14/2).

Di 2011, Danamon dan anak-anak perusahaannya menambah 393 cabang dan outlet untuk menjangkau wilayah pelayanan yang lebih luas lagi. Perluasan wilayah cakupan di tahun 2011 termasuk penambahan 178 cabang baru untuk bisnis Danamon Simpan Pinjam, 103 cabang dan outlet Adira Finance, dan 42 cabang dan point of sales Adira Kredit.

Untuk mendukung perluasan jaringan layanannya, Danamon merekrut lebih dari 9.000 karyawan sepanjang 2011 dan membuka ribuan lahan pekerjaan. Pada akhir 2011 total karyawan Danamon mencapai 70.949 orang.

Sementara untuk melengkapi perluasan jaringannya, Danamon telah melakukan pengembangan lebih lanjut atas layanan internet dan mobile banking-nya. Upaya Danamon untuk terus meningkatkan pelayanan internet banking tersebut telah menunjukkan hasil yang positif."Kini penggunaan Danamon Online Banking telah mencapai kisaran 1,5 juta transaksi per bulannya. Angka ini diprediksi akan terus meningkat," ujarnya.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan laba bersih setelah pajak konsolidasi (NPAT) sebesar Rp3,336 triliun untuk 2011. Angka ini meningkat 16% dibandingkan tahun sebelumnya atau 2010 yang hanya Rp2,883 triliun.

Direktur Utama Danamon Henry Ho menjelaskan peningkatan NPAT ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat di segmen-segmen mass market dan usaha kecil dan menengah (UKM) serta pertumbuhan dalam fee income."Danamon juga berhasil melaksanakan penawaran saham terbatas (rights issue) di 2011, yang menguatkan permodalan untuk melanjutkan perkembangan bisnisnya,”jelasnya

Lebih lanjut dijelaskan untuk total kredit, Danamon mencatatkan hingga Rp101,7 triliun atau naik 23 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya atau 2010 yang hanya Rp82,7 triliun. Kredit kepada segment mass market, yang mencakup kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market) dan pembiayaan syariah beragun emas, mencatat pertumbuhan sebesar 26% mencapai Rp59,252 triliun. Kredit mass market ini mencakup 58% dari total portofolio kredit Danamon," tambahnya. (bari)

BERITA TERKAIT

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…

PNM Rilis Sukuk Mudharabah Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta –Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM) mendaftarkan penawaran terbatas untuk sukuk mudharabah…

Atasi Kesemrawutan Lalu Lintas, Dishub Sukabumi Siapkan Kantung Parkir

Atasi Kesemrawutan Lalu Lintas, Dishub Sukabumi Siapkan Kantung Parkir  NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi akan menyiapkan kantung-kantung…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Masih Rugi, Citra Putra Tidak Bagi Dividen

Mempertimbangkan kondisi perusahaan yang masih mencatatkan rugi sepanjang tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)…

Tawarkan IPO Rp 396-525 Persaham - Hensel Davest Tambah 300 Ribu Agen Baru

NERACA Jakarta – Dalam rangka penetrasi pasar, khususnya mengoptimalkan pasar di Timur Indonesia, PT Hensel Davest Indonesia Tbk sebagai perusahaan…

Sinar Mas Agro Bagi Dividen Rp 750 Per saham

NERACA Jakarta - Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk atau SMART (SMAR)…