Kemenperin ‘Ngegas’ Industri Otomotif Agar Berorientasi Ekspor

Kementerian Perindustrian terus mendorong reorientasi industri otomotif di dalam negeri sebagai upaya menjadikan Indonesia basis produksi untuk tujuan pasar ekspor, selain mampu memenuhi kebutuhan permintaan domestik. Upaya menggenjot produk nasional bisa menembus pasar ekspor ini diyakini hasilnya dapat memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Peningkatan dan perkembangan dari industri otomotif di Indonesia akan memberikan pengaruh besar bagi kegiatan sektor ekonomi lainnya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Seremoni Ekspor Perdana Mobil Mitsubishi Xpander di PT Indonesia Kendaraan Terminal, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, disalin dari siaran resmi.

Menperin menyebutkan, beberapa capaian positif dari kinerja industri otomotif di Tanah Air, antara lain adalah total ekspor kendaraan dalam keadaan utuh (completely build up/CBU) pada tahun 2017 sebesar 231 ribu unit atau mengalami peningkatan 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Dan, yang paling membanggakan adalah ekspor dalam bentuk komponen mengalami peningkatan yang sangat signifikan dengan mencapai 1200 persen dari tahun 2016 ke 2017, sehingga jumlahnya menjadi 81 juta pieces komponen,” paparnya.

Adapun negara-negara tujuan ekspor, yakni meliputi hampir seluruh anggota ASEAN, kemudian di Timur Tengah seperti Bahrain, Yordania, Arab Saudi, Oman, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab; serta di Asia Selatan di antaranya Bangladesh dan India. Selanjutnya, Maroko, Afrika Selatan, serta negara di Amerika Latin antara lain Ekuador, Meksiko, Peru, dan Bolivia.

Untuk itu, Menperin memberikan apresiasi kepada industri otomotif yang telah melakukan ekspor seperti PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI). “Mitsubishi melakukan ekspor perdana untuk mobil Xpander, kendaraan jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) dengan gaya Sport Utility Vehicles (SUV),” ungkapnya. Model ini dinilai banyak diminati konsumen mancanegara.

Pada tahap awal ini, MMKI mengapalkan sebanyak 400 unit Xpander setir kiri untuk pasar Filipina, dari total pesanan di negara tersebut yang mencapai 21.000 unit sepanjang tahun 2018. MMKI menargetkan, akan menembus angka 30.000 unit untuk ekspor Xpander ke sejumlah negara, termasuk Filipina, pada tahun ini.

Tujuan negara ekspor lainnya, yaitu Thailand sebanyak 6.000 unit, Vietnam 1.000 unit, negara-negara di Timur Tengah mencapai 500 unit, ke kawasan Asia Selatan, Afrika dan Amerika Selatan sekitar 1000 unit, serta 500 unit untuk negara Asean lainnya.

Menperin juga memberikan apresiasi kepada MMKI yang telah berkontribusi terhadap pertumbuhan industri otomotif di Indonesia, dengan total investasi sebesar Rp7,1 triliun, kapasitas produksi hingga 160 ribu unit per tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 3.000 orang.

BERITA TERKAIT

RI-Ceko Incar Peningkatan Investasi dan Ekspor di Sektor Industri

NERACA Jakarta – Indonesia dan Ceko tengah menjajaki peluang kerja sama ekonomi khususnya di sektor industri. Potensi kolaborasi kedua negara…

Ekspor Kakao Diproyeksikan Tumbuh Hingga 10% - Permintaan Tinggi

      NERACA   Jakarta – Di tengah pesimisme sebagian pengusaha sektor perkebunan akan kinerja ekspor pada penghujung tahun…

PAMERAN INDUSTRI SKALA INTERNASIONAL

Direktur Wakeni, Rini Sumardi (kedua dari kiri) bersama Managing Director Messe Dusseldorf Asia, Gernot Ringling (kiri) berbincang dengan peserta pameran…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Pemerintah Terus Berupaya Perluas Pasar Ekspor Otomotif

Pemerintah tengah berupaya menggenjot nilai ekspor produk manufaktur dalam upaya memperbaiki perekonomian nasional. Hal ini seiring implementasi peta jalan Making…

New Honda HR-V Terjual 3.445 Unit Agustus 2018

New Honda HR-V terjual sebanyak 3.445 unit pada Agustus 2018 dengan rincian sebanyak 2.925 unit berasal dari New Honda HR-V…

Empat Warna Baru Dihadirkan untuk All New Satria F150

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memberikan penyegaran kepada motor All New Satria F150, dengan menghadirkan empat pilihan warna baru, yaitu…