Diterbitkan Lima Sukuk Senilai Rp1 Triliun

NERACA

Jakarta--- Pembiayaan APBN 2012 tampaknya masih kekurangan. Karena itu pemerintah segera menerbitkan lima Surat Berharga syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara sebesar Rp1 triliun guna menambal deficit tersebut. Adapun Sukuk tersebut terdiri dari empat sukuk berbasis proyek (project based sukuk) yaitu seri PBS001 (new issuance), PBS002 (reopening), PBS003 (reopening), dan PBS004 (new issuance), dan sukuk negara dengan seri SPN-S 15092012 (new issuance).

Berdasarkan rincian dari keempat sukuk berbasis proyek tersebut adalah, PBS001 jatuh tempo 15 Februari 2018, PBS002 jatuh tempo 15 Januari 2022 dengan imbal hasil sebesar 5,45%, PBS003 jatuh tempo 15 Januari 2027, dengan imbal hasil 6,00% dan PBS004 jatuh tempo 15 Februari 2037. Sementara untuk SPN-S 15082012 akan jatuh tempo pada 15 Agustus 2012.

Setelmen akan dilaksanakan melalui system BI-SSSS (Bank Indonesia scripless securities setttement System) dan hanya dilakukan dengan peserta lelang. Ketentuan mengenai pelaksanaan lelang, termasuk penghitungan nilai setelmen diatur dalam peraturan Menteri Keuangan Nomor 05/PMK.08/2012.

Lelang dibuka pada 14 Februari 2012 pukul 10.00 wIB dan ditutup pukul 12.00 wIB. Setelmen SBSN seri PBS001, PBS002, PBS003, PBS004, dan SPN-S FU082012 akan dilaksanakan pada 16 Februari 2012 atau dua hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang (T+2).

Penerbitan SBSN dengan cara lelang ini untuk penerbitan seri spN-s menggunakan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) yang telah mendapatkan persetujuan DPR melalui surat Nomor AG/5641/DPR RWII/2011. SBSN seri SPN-S 15082012 akan diterbitkan menggunakan akad ijarah sale and Lease Back. Seri PBS001, PBS002, PBS003 dan PBsO04 menggunakan akad ijarah Asset to be Leased. **cahyo

BERITA TERKAIT

BCA Salurkan Kredit Rp2 Triliun ke Pegadaian

  NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyadari pentingnya pelayanan gadai untuk masyarakat di Indonesia, terutama…

Wakaf Produktif Melalui Sukuk Negara, Solusi Pengentasan Kemiskinan

Oleh: Eri Haryanto, Staf Direktorat Pembiayaan Syariah DJPPR *) Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada bulan Maret…

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

NPF Bank Syariah Diprediksi Membaik di 2018

  NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) perbankan syariah dapat lebih baik…

BTN Buka Cabang di Pematang Siantar

      NERACA   Medan - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. berkomitmen untuk menjangkau masyarakat yang ingin memiliki…

CIMB Niaga Andalkan Rekening Ponsel - Remitansi Antar Negara

    NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mendukung kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam Uji…