YLKI : Masalah Kartu Kredit Masuk 3 Besar

NERACA

Jakarta---Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melakukan observasi terhadap sejumlah layanan kartu kredit yang beredar di Indonesia. "Kami sedang memeriksa sejumlah laporan yang masuk mengenai permasalahan kartu kredit yang dialami sejumlah konsumen jasa bank pengelola kartu tersebut," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo, yang tidak mau menyebutkan sejumlah nama bank penyedia kartu tersebut.

Menurut Sudaryatmo, YLKI sedang mengolah data yang diterima dan melakukan klarifikasi kepada bank terkait selain juga meninjau regulasi, pengaduan dan hal lain yang diperlukan untuk menjadi bahan penilaian. "Kebanyakan pengaduan di antaranya konsumen yang dirugikan dari awal kontrak yang kami sebut `unfair contract` dimana tertulis `konsumen tunduk pada peraturan yang sudah ada maupun yang akan dibuat di kemudian hari`," ucapnya

Selain itu dia menjelaskan, di beberapa kontrak kartu kredit terdapat klausul baku yang menjelaskan konsumen memberi kuasa kepada pihak bank untuk menggunakan data nasabah baik untuk keperluan bank maupun keperluan pihak ketiga. "Itu yang harus diperjelas dan memang pengaduan jasa keuangan dalam tiga tahun terakhir masuk dalam daftar tiga besar," paparnya

Sudaryatmo menjelaskan masalah yang diadukan kebanyakan tentang pembobolan kartu kredit, perlindungan kartu kredit terhadap orang yang menyalahgunakan dan hal lain terkait perlindungan bank bagi kartu yang hilang maupun adanya aliran dana yang tidak sah.

Dikatakan Sudaryatmo, YLKI akan meluncurkan laporan hasil observasi tersebut pada Maret yang bersamaan dengan Hari Hak Konsumen Dunia yang bertema jasa pelayanan keuangan. "Memang pengaduan jasa keuangan tidak hanya banyak terjadi di Indonesia melainkan di Malaysia, Hongkong, India dan Amerika Serikat juga tinggi," jelas Sudaryatmo. . **cahyo

BERITA TERKAIT

Permintaan Kredit di 13 Sektor Meningkat

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia melalui surveinya mencatat permintaan kredit pada 13 sektor ekonomi meningkat sepanjang triwulan III…

Bank Banten Luncurkan 'Kredit Usaha Bangun Banten'

Bank Banten Luncurkan 'Kredit Usaha Bangun Banten' NERACA Serang - Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) selaku Bank milik pemerintah…

Saham KIOS Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Dibalik akuisisi PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) terhadap PT Narindo Solusi Komunikasi (Narindo), membuat pergerakan harga…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diyakini Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diyakini akan menahan kebijakan bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" di…

OCBC NISP Yakin Pertumbuhan Kredit Dua Digit

  NERACA   Jakarta - PT OCBC NISP Tbk meyakini penyaluran kredit akan membaik pada triwulan IV/2017 sehingga mampu mencapai…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…