Darmin : Pelemahan Rupiah Tidak Cerminkan Fundamental Ekonomi

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam sepekan terakhir hingga hampir menembus Rp14.000 per dolar AS, tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia.

"Sebenarnya fundamental itu ada di angka Rp13.500-Rp13.600. Tapi kalau situasi dipicu dengan omongan macam-macam, bisa saja ia bergerak sedikit kesana sedikit kesini. Tapi sebetulnya tidak ada sesuatu yang membuat ia berubah secara signifikan," ujar Darmin saat ditemui usai menghadiri Munas APINDO X di Jakarta, Rabu (25/4).

Pada pekan lalu, Presiden Amerika Donald Trump berkicau di Twitter yang isinya menuduh China dan Rusia sebagai manipulator kurs karena melakukan devaluasi mata uangnya. Devaluasi mata uang biasanya dilakukan agar ekspor suatu negara menjadi lebih murah dan lebih bersaing di pasar global. "Rusia dan China melakukan permainan devaluasi mata uang ketika Amerika terus menaikkan suku bunga. Tidak bisa diterima!," kicau Trump.

Lucunya, kicauan Trump tersebut diunggah beberapa hari setelah Departemen Keuangan Amerika menolak untuk menyebut kedua negara tersebut sebagai manipulator mata uang dalam laporan terbarunya. "Sekarang kondisinya sudah lebih tenang sebetulnya. Memang minggu lalu Presiden AS pake Twitter mulai menuduh lagi beberapa negara sebagai manipulator kurs sehingga pasar juga mulai bergerak," kata Darmin.

Kurs dolar AS menguat pada akhir perdagangan pekan lalu di tengah meningkatnya imbal hasil atau "yield" obligasi pemerintah AS. Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,37 persen menjadi 90,277 pada akhir perdagangan. Imbal hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun bergerak di atas 2,957 persen pada Jumat (20/4) lalu, mencapai level tertingginya sejak Januari 2014.

Imbal hasil pada surat utang negara AS dua tahun mencapai 2,457 persen, level tertinggi sejak 8 September 2008 ketika surat utang negara dua tahun memberikan imbal hasil setinggi 2,542 persen. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pad Rabu mencapai Rp13.888 per dolar AS, sedikit menguat dibandingkan hari sebelumnya Rp13.900 per dolar AS.

Namun begitu, Darmin merasa optimistis nilai tukar mata uang Rupiah akan tenang kembali setelah beberapa hari terakhir mengalami pelemahan terhadap dolar AS. "Jadi ini buka sesuatu yang basisnya cukup kuat untuk (Rupiah) 'bergoyang' terus," katanya.

Menurut dia, optimisme nilai tukar Garuda akan kembali stabil dan menguat spekualasi yang diyakini tidak berlangsung lama. Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengatakan pergerakan Rupiah sudah mulai relatif tenang pada Kamis (19/4) mencapai Rp13.800. Namun Rupiah kembali berfluktuasi setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan cuitan di media sosial Twitter yang menuding adanya manipulasi kurs Yen Jepang, Korea dan sebelumnya mata uang China. "Biasalah kalau Presiden Trump bicara, orang mulai grogi karena biasanya dia (Trump) kalau bicara di twitter bisa juga dilaksanakan, kalau pun mungkin belum tentu juga (dilaksanakan)," katanya.

BERITA TERKAIT

Darmin Tampik Ekonomi Indonesia “Lampu Kuning”

  NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum 'lampu kuning'…

MK: Pemohon Uji UU Pemilu Tidak Berkedudukan Hukum

MK: Pemohon Uji UU Pemilu Tidak Berkedudukan Hukum NERACA Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menilai bahwa Martinus Butarbutar dan Risof…

Menteri BUMN - Harkitnas Tidak Terlepas Peran Anak Muda

Rini Soemarno Menteri BUMN Harkitnas Tidak Terlepas Peran Anak Muda Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan peringatan Hari Kebangkitan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Darmin Tampik Ekonomi Indonesia “Lampu Kuning”

  NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum 'lampu kuning'…

Proyek LRT Fase II akan Gunakan Skema KPDBU

    NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Fase II…

Produksi Gas PHE Kuartal I Naik Tiga Persen

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi, anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu, mencatat…