Pemerintah dan Pelaku Usaha Harus Sinergi Amankan Harga Pangan - Jelang HBKN

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018. Dalam hal ini Kemendag bersama seluruh pemangku kepentingan harus bekerja sama.

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Dody Edward mengatakan bahwa pihaknya tengah fokus untuk melakukan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di berbagai wilayah, dan juga melakukan pemantauan langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar konsumen. "Kemendag bersama seluruh pemangku kepentingan harus bekerja sama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan khususnya di Provinsi Riau," kata Dody, disalin dari Antara.

Dody mengatakan, berdasar hasil pemantauan pasar tradisional di Pekanbaru, Riau, seperti Pasar Sukaramai dan Pasar Cik Puan menunjukkan harga bahan pokok masih relatif stabil dan pasokan aman dalam beberapa bulan ke depan.

Kementerian Perdagangan menyiapkan empat langkah untuk mengamankan bulan Ramadan yang jatuh pada Mei 2018, di antaranya adalah penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok, harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, penataan dan pembinaan gudang, serta perdagangan antarpulau.

"Sejauh ini, tercatat para pedagang yang mendaftarkan usahanya di Kemendag masih terus kita dorong. Hal ini tentu karena banyaknya kebijakan yang baru sehingga kita perlu terus-menerus memfasilitasi sehingga kebijakan tersebut dapat diketahui secara luas oleh masyarakat," ungkap Dody.

Kemudian, melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha. Selain itu, fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha, serta penugasan BULOG. Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di 34 provinsi telah dimulai sejak H-45 puasa.

Langkah ketiga, melalui Pemantauan dan Pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kementerian Perdagangan bersama Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan ketersediaan pasokan, stabilisasi harga, dan termasuk menjamin pendistribusian bapok.

Keempat, melalui Upaya Khusus, yaitu penetrasi pasar ke pasar rakyat dan toko swalayan. "Mulai sekarang perlu diantisipasi secara lebih intens, apalagi saat ini sudah H-23 memasuki bulan puasa. Kita perlu pastikan kecukupan pasokan dan harga yang stabil di propinsi Riau," kata Dody.

Kementerian Perdagangan melalui Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Dody Edward menyatakan pemerintah melalui Badan Urusan Logistik siap dan siaga untuk memasok beberapa kebutuhan pangan yang mengalami gangguan stok dan harga di Riau menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1439 Hijriyah.

"Kita pemerintah siap kalau nanti ada pasokan pangan yang kurang di pasaran maka melalui penugasan ke Bulog akan menggelontorkan agar stok terpenuhi, " kata Dody Edward, disalin dari Antara.

Dody Edward menjelaskan penugasan yang diberikan pemerintah kepada Bulog ini bukan untuk pasar murah tetapi menggelontorkan sesuai kebutuhan yang diminta pasar hingga harganya dan ketercukupan pasokan aman dan terkendali. "Jadi seberapapun nanti permintaan pasar Bulog siap memenuhi, " tegasnya.

Ia juga menyatakan jenis komoditi yang akan jadi penugasan Bulog terutama beras, gula, minyak goreng, daging kerbau beku. Ditambah komoditi lainnya yang secara lokal dan spesifik mengalami gangguan pasokan dan gejolak harga. "Misalkan bawang putih jika alami gangguan pasokan di Riau bisa juga Bulog ikut menggelontorkan ke pasar, " tuturnya.

Sementara itu Pelaksana tugas Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengatakan, dari pantauan yang dilakukan pada beberapa pasar setempat Senin, sejauh ini kenaikan harga diklaim tidak terlalu tinggi. "Saya lihat langsung tadi, berbagai harga seperti cabai, bawang tidak ada perubahan," kata Wan.

Menurut dia dari hasil kunjungan tersebut diketahui beberapa kebutuhan pokok ada yang mengalami kenaikan, penurunan dan ada yang stabil. Diakuinya Saat ini, telur ayam dijual dengan harga Rp40ribu/papan (isi 30 butir) sebelum Rp 35ribu/papan, bawang putih Rp25ribu/kg, bawang merah Thailand Rp15ribu/kg, cabai keriting Bukit Tinggi Rp40ribu/kg, cabai jawa Rp28ribu/kg, daging berkisar Rp110ribu - Rp 120ribu/Kg dan ikan saat ini normal berkisar mulai dari Rp 20ribu/Kg.

Sementara untuk ketersediaan beras ditambahkan Wan sejauh ini gudang Bulog menyimpan 1.000 ton. Diperkirakan dalam waktu dekat akan masuk 5.000 ton lagi ke Riau. "Artinya masyarakat jangan kuatir stok beras aman untuk tiga bukan kedepan, begitu juga yang lainnya," pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Indonesia Harus Komitmen Hapus Hambatan Non Tarif

NERACA Jakarta – Indonesia harus menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam mentaati perjanjian dagang internasional, salah satunya melalui penghapusan hambatan non…

Ekonom: Program Capres Harus Beri Kepastian Berbisnis

NERACA Jakarta-Ekonom menilai faktor yang mampu mendorong sentimen positif berinvestasi bukan latar belakang sosok calon presiden dan calon wakil presiden,…

Sarana Menara Rencanakan Buyback Saham 5% - Jaga Pertumbuhan Harga Saham

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), emiten infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk.…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Internasional - Tiongkok Perkirakan Impor Produk Pertanian dari AS Turun Tajam

NERACA Jakarta – Impor Tiongkok atas produk-produk pertanian AS akan turun tajam, setelah Beijing menerapkan langkah-langkah perdagangan balasan dan negara…

Indonesia Harus Komitmen Hapus Hambatan Non Tarif

NERACA Jakarta – Indonesia harus menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam mentaati perjanjian dagang internasional, salah satunya melalui penghapusan hambatan non…

Perdagangan Internasional - Pemerintah Optimis Fasilitas GSP Indonesia Tidak Akan Dicabut

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita optimis generalized system of preferences (GSP) terhadap 124 produk Indonesia yang diekspor ke…