Transcoal Pacific Incar Dana Rp 100 Miliar - Lepas 27% Saham Lewat IPO

NERACA

Jakarta – Minat perusahaan untuk menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) masih cukup besar, meskipun saat ini kondisi indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif. Tengok saja, PT Transcoal Pacific yang menyampaikan rencana melakukan penawaran saham perdana ke publik pada tahun ini. Investindo Nusantara bertindak sebagai underwriter IPO perusahaan yang bergerak di bidang shipping tersebut.

Direktur Investment Banking Investindo Nusantara Sekuritas, Anshy Sutisna mengatakan, jumlah saham yang akan dilepas ke publik sekitar 27%. Target perolehan dana dari hajatan itu sebesar Rp 100 miliar. Dana yang diperoleh dari IPO nantinya akan dimanfaatkan untuk modal kerja perusahaan. "Memang kebutuhan pendanaan, dan diharapkan antara Juni dan awal Juli listing di bursa. Transcoal gunakan buku Desember,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Transcoal Pacific merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi dan logistik untuk batubara. General Manager Transcoal Pacific, Anton Ramada Saragih menyampaikan, perusahaan juga mencakup jasa shipping untuk fuel. Berdiri sejak 2007, Anton bilang, di usia 10 tahun, perusahaan sudah waktunya lebih berkembang kepada publik. “Namanya bisnis, kami selalu berusaha untuk lebih berkembang dikenal orang dan mengembangkan usaha," tuturnya.

Sementara Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbani mengatakan, potensi IPO sektor komoditas ke depan masih berpeluang untuk tumbuh. "Pasti makin banyak, apalagi perusahaan minyak yang baru tahap eksplorasi pun sudah bisa (IPO), walaupun belum menghasilkan," jelasnya.

Pihak BEI sendiri mencatat ada delapan perusahaan yang siap melakukan IPO pada kuartal I-2018. Hal ini seiring dengan target BEI yang ingin mengantarkan 35 perusahaan bisa IPO di tahun ini. Delapan perusahaan tersebut bergerak pada beberapa sektor. Di antaranya adalah sektor keuangan, energi, pertambangan, pembayaran elektronik, perdagangan, dan manufaktur. Dari delapan perusahaan dalam pipeline, belum ada perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) atau anak BUMN.

BERITA TERKAIT

Etawa Agro Prima Perluas Bisnis Lewat UlaMM PNM

Etawa Agro Prima Perluas Bisnis Lewat UlaMM PNM NERACA Yogyakarta - Pengelola Etawa Agro Prima, Poniman di Kemirikebo Girikerto Turi…

Menteri BUMN Ingin Cetak SDM Berkualitas - Lewat Siswa Mengenal Nusantara

NERACA Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menggelar program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018. Menteri BUMN Rini…

Sarana Menara Rencanakan Buyback Saham 5% - Jaga Pertumbuhan Harga Saham

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), emiten infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hasnur Group Bina Juara Dunia Karate

NERACA Jakarta - Keinginan Fauzan, karateka asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang belum lama ini berhasil memenangi Kejuaraan Dunia Karate Tradisional…

BNI Terbitkan MTN Subordinasi Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta - Perkuat likuiditas dalam rangka rangka mendanai ekspansi bisnis, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada tanggal 10…

ADHI Kantungi Kontrak Baru Rp 7,45 Triliun

NERACA Jakarta — Sampai dengan Juli 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru Rp7,45 triliun dengan kontribusi…