Membangun Kultur Budaya Hijau

Neraca. Perputaran roda industri tidak hanya ditopang oleh keberadaan sumber daya manusia saja, melainkan juga sumber daya alam. Dari alamlah pabrik-pabrik memperoleh bahan baku untuk dapat membuat produk-produknya. Seiring dengan berkembangan teknologi, berbagai sumber daya alam, seperti pohon dan tumbuhan, batu bara, minyak bumi, gas, air, tanah, beserta binatang-binatang yang mendiaminya, dalam waktu singkat berubah menjadi tumpukan kertas, bahan bakar berbagai mesin, lahan perkebunan dan pertanian, maupun produk makanan serta minuman jadi yang diproduksi secara massal.

Sayangnya, alam tidak lagi seimbang akibat terlalu banyak dieksploitasi dan dicemari. Di mana berbagai bencana alam kian sering terjadi dan perubahan cuaca serta pemanasan global menjadi isu yang mulai ditakuti, baru manusia tersadar untuk memperhatikan lingkungan alam yang diterlantarkannya. Semua kalangan di belahan dunia mulai menyadari pentingnya melakukan tindakan untuk mencegah, menjaga, dan mengurangi kerusakan lingkungan, tak terkecuali para kalangan pengusaha.

Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan merupakan salah satu sarana bagi perusahaan-perusahaan, terutama yang usahanya terkait dengan sumber daya alam, untuk menyeimbangkan antara keuntungan ekonomi dengan kontribusinya bagi ekonomi masyarakat, sosial, dan lingkungan demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Sementara di Indonesia, masih banyak perusahaan yang green program nya berhenti pada program CSR belaka. Semangat pelestarian lingkungan belum terintegrasi pada program komunikasi lain, apalagi sampai ke produk.

Kewajiban bagi perusahaan untuk melakukan kegiatan-kegiatan CSR tercantum di dalam UU 40 Tahun 2007 pasal 74 tentang Perseroan Terbatas. Ayat 1 menyatakan perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Ayat 2 berbunyi tanggung jawab sosial dan lingkungan itu merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memerhatikan kepatutan dan kewajaran.

Ayat 3 menggariskan perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana Pasal 1 dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ayat 4 menyatakan ketentuan lebih lanjut mengenai tanggung jawab dan lingkungan diatur dengan peraturan pemerintah.

Beragam kegiatan CSR yang dilakukan demi melestarikan keberlanjutan lingkungan alam secara langsung maupun melalui kerja sama dengan pemangku kebijakan lainnya. Kegiatan CSR lingkungan biasanya berupa kampanye, pemberian bantuan pendidikan maupun pelatihan, penanaman pohon, pembuatan ruang terbuka hijau maupun taman, penghematan sumber daya alam yang digunakan di pabrik ataupun toko, pengajaran hingga pengaplikasian daur ulang serta penggunaan kembali produk-produknya.

Kegiatan-kegiatan CSR berperspektif lingkungan hidup yang dilakukan perusahaan-perusahaan merupakan sedikit dari aksi menjaga kelestarian alam yang harus terus dilakukan seluruh pemangku kebijakan, termasuk kalangan pengusaha. Bagaimanapun bumi yang kita tempati hanyalah satu. Jika bumi ini rusak, maka musnahlah kehidupan yang ada di dalamnya. Sebagaimana orang bijak berkata, “Ketika pohon terakhir telah ditebang, ketika ikan terakhir telah mati, ketika sungai terakhir telah tercemar, barulah manusia akan sadar bahwa manusia tidak bisa makan uang.”

Komitmen global untuk membuat dunia yang lebih baik pada masa mendatang dengan berlaku ramah terhadap alam, kini semakin diadopsi oleh berbagai bidang. Mulai dari program penghematan konsumsi energy, pelestarian alam, pola hidup, semuanya terpengaruhi oleh semangat ‘green’.

Planet Biru tempat bernaungnya miliaran manusia sudah terlalu tua untuk terus menerus diambil isinya. Air, tanaman, hewan, dan udara, sudah makin rendah kualitasnya. Dampak kerusakan lingkungan, polusi, dan bolongnya lapisan ozon sudah dirasakan oleh manusia, khususnya masyarakat kota besar. Lucunya, banjir sudah menjadi kalender tahunan dan akhirnya menjadi sesuatu yang biasa. Padahal, itu hanya salah satu indikasi tentang kerusakan sistem lingkungan.

Program penghijauan, perilaku ramah lingkungan, hemat energi, dan berbagai program untuk bumi yang semakin tua ini sudah ramai digulirkan. Manusia melalui organisasi maupun perusahaan, bersama menjalin komitmen untuk memperbaiki alam. Kabar baiknya, semenjak Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Perubahan Iklim di Bali pada tahun 2008, ratusan perusahaan mulai tergerak untuk membangun komitmen gerakan hijau ataugo green.

Apa pun industrinya, setiap perusahaan selayaknya peduli dengan bumi dan lingkungannya. Biasanya, gerakan hijau berada dalam pengawasan divisicorporate social responsibility(CSR). Dan, biasanya pula divisi CSR digerakkan oleh departemen Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Resources (HR). Maka, bayangkanlah betapa strategis dan besar peran departemen HR untuk membangun gerakan hijau bagi perusahaannya.

Sejatinya, semangat gerakan hijau dari perusahaan dalam rangka hemat energi, peduli dan ramah lingkungan akan semakin mantap berjalan dengan dukungan masyarakat dan negara. Terkait dengan perusahaan yang menjalankan proses produksi yang hemat energi dan limbah yang ramah lingkungan, dan pihak negarayang diwakili melalui Kementerian Lingkungan Hidup.

BERITA TERKAIT

Puluhan Rumah Gadang di Solok Layak Jadi Cagar Budaya

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, Nurmatias, mengatakan ada 73 rumah gadang di Kawasan Seribu…

Budaya Kerja Ala Jokowi

  Oleh : Indah Rahmawati Salam, Peneliti di Lembaga Kajian Arus Pembangunan  Presiden RI ke-7 yaitu Ir.H.Joko Widodo atau biasa…

Kerja Konkret Jokowi Membangun Papua

  Oleh : Dodik Prasetyo, Pemerhati Ekonomi Pembangunan LSISI Selama 72 tahun Indonesia merdeka pada akhirnya masyarakat Papua dapat menikmati…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…