Rute Bandung-Surabaya Pasar Potensial

NERACA

Bandung--Maskapai Air Asia meramaikan layanan penerbangan rute Bandung-Surabaya PP, yang penerbangan perdananya dari Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung, Selasa. "Kota Bandung memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam perkembangan Air Asia Indonesia, dan Selasa ini kami tambah layanan rute Bandung - Surabaya," kata Direktur Niaga Air Asia Indonesia Widijastro Nugroho di Bandung.

Penerbangan perdana ke Surabaya itu, dilakukan maskapai ini setiap pukul 15.45 WIB, dan dari Surabaya pukul 17.30 WIB, dengan menggunakan pesawat Airbus A-320 berkapasitas 180 penumpang. Pesawat tersebut, menurut Widijastro akan ber-"home base" di Bandung berikut awaknya.

Dengan demikian, saat ini ada dua pesawat maskapai itu yang menetapkan "base" di Bandara Husein Bandung, disamping pesawat rute Bandung - Kuala Lumpur. "Jalur Bandung Surabaya merupakan jalur potensial, dan kami optimistis bisa membentuk pasar sendiri di tengah persaingan dengan maskapai lainnya," katanya.

Bandung, menurut Widijastro adalah kota berperingkat ketiga yang memiliki potensi penumpang tinggi bagi Air Asia setelah Jakarta dan Denpasar. "Total pertumbuhan jumlah penumpang di Bandung dari 2010 ke 2011 mencapai 33%. Segitiga Kualumpur - Denpasar - Bandung atau sebaliknya merupakan rute wisata yang makin diminati," katanya.

Pembukaan jalur Bandung - Surabaya, kata Widijastro, untuk memperkuat pasar domestik, menyusul banyaknya permintaan dari pelanggan untuk kembali melayani dan memperluas jaringan rute domestik. "Khusus sambutan untuk rute Bandung - Surabaya sangat bagus, pada penerbangan hari pertama Selasa ini kursi terisi mencapai 80 persen," katanya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Incar Fintech Potensial

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengembangan industri kreatif di tanah air untuk menciptakan…

MNC Leasing Bidik Pasar Pembiayaan Alkes

NERACA Jakarta – Besarnya potensi pasar industri alat kesehatan (Alkes) di Indonesia, menjadi ceruk pasar yang cukup menjanjikan. Oleh karena…

Pelaku Pasar Butuh Kepastian Hukum - Berpotensi Merugikan Investor

NERACA Jakarta – Kepastian hukum bagi pelaku usaha merupakan hal yang penting dalam keberlangsungan usaha dan begitu juga halnya dengan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…