Wakatobi, Wisata Taman Laut Pertama di Indonesia

Wakatobi, Wisata Taman Laut Pertama di Indonesia

Neraca. Gugusan kepulauan Wakatobi memiliki alam yang masih asli, tenang dengan air laut yang segar, gua-gua bawah laut yang saling berdekatan satu sama lain, yang disuguhkan khusus untuk pecinta alam sejati. Bisa dikatakan bahwa wilayah ini merupakan kawasan wisata taman laut pertama di Indonesia.

Gugusan terumbu karang dapat dijumpai ratusan jenis dari puluhanfamili yang terletak di sepanjang ratusan km garis pantai. Di beberapa tempat di sepanjang karang terdapat beberapa gua bawah laut. Wakatobi memiliki hampir 100 spesies ikan yang berwarna-warni, raja udang erasia dan beberapa jenis penyu yang sering bertelur di pantai. Juga terdapat berbagai jenis burung laut yang bertengger di karang seperti angsa-batu coklat dan cerek melayu terbang ke laut untuk berburu ikan.

Meski menyelam bisa dilakukan setiap saat, tetapi bulan April dan Desember adalah bulan yang paling baik untuk melakukan penyelaman karena cuacanya sangat bagus. Di samping menyelam dansnorkeling di pantai juga disediakan khusus motor selam, tursnorklingdan penjelajahan di kepulauan. Sebuah kawasan kecil yang berlokasi di samping pulau Tomia seluas 8 km2, bernama Pulau Tolandona (Pulau Onernobaa) memiliki keunikan karena pulau ini dikelilingi taman laut yang indah.

Ke lokasi Taman Nasional Wakatobi sebaiknya melaluiBau-Bau, kemudian ke Lasalimu menggunakan kendaraan roda empat dengan waktu tempuh sekitar dua jam. selanjunya ke Pulau Wangi Wangi – Wanci (Ibu Kota Kabupaten Wakatobi) perjalanan ditempuh menggunakan kapal laut dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan.

Pulau Wangi-Wangi ini adalah pintu gerbang Taman Nasional Wakatobi. Di Pulai ini dijumpai beberaparesortyang khusus menyewakan beberapa fasilitas untuk kegiatan menyelam. Dari Pulau Kaledupa menyeberang ke Pulau Hoga perjalanan sekitar 30 menit. Pulau Hoga adalah salah satu tempat favorit penyelam profesional dalam dan luar negeri. Pada bulan Juni-Agustus sangat banyak pengunjung, terutama mahasiswa dari Eropa dan Amerika yang meneliti biota laut.

Sebuah dive site atau situs penyelaman yang terletak antara Pulau Hoga dan Kaledupa. Menyelam hingga kedalaman 20 meter menggunakan pakaian selam(wet suit), sepatu katak(fin), masker, dan tabung oksigen, atau hanya kacamata snorkel dengan selang menjulur ke atas untuk “nyemplung” ke laut.

Tampak surga-surga bawah laut, karang warna-warni menggerombol di sana-sini, anemon fish atau ikan badut bermain di sela-sela karang lembut anemon yang jadi rumah mereka.

BERITA TERKAIT

Likuefaksi di Palu Bakal Dijadikan Tempat Wisata

Salah seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Matindas J Rumambi mengatakan semua lokasi likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten…

Demi 18 Juta Wisman, Kemenpar Bakal Perbanyak Diskon Wisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis bisa mendatangkan setidaknya 18 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini, atau sekitar 90 persen dari…

Optimistis di 2019, BMW Indonesia Bakal Rilis 10 Mobil Baru

BMW Grup Indonesia akan meluncurkan sebanyak 10 mobil terbaru pada 2019, menunjukkan kepercayaan pabrikan mobil mewah asal Jerman itu dalam…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Pemprov Banten Sebut Kawasan Anyer Sudah Aman Dikunjungi

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata menyatakan bahwa kawasan wisata di Pantai Anyer dan sekitarnya telah aman dikunjungi pasca tsunami…

Ini Tantangan Baru Industri Pariwisata di Indonesia

Salah satu usaha mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun depan, Kementerian Pariwisata akan lebih fokus menggarap segmen pasar…

Likuefaksi di Palu Bakal Dijadikan Tempat Wisata

Salah seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Matindas J Rumambi mengatakan semua lokasi likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten…