BEI Bangun Kampung Investor di Bengkulu

Dalam rangka memasyarakatkan pasar modal atau mendorong minat masyarakat berinvestasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana membangun kampung atau desa investor di Provinsi Bengkulu yang rencananya akan direalisasikan di Kabupaten Bengkulu Utara.

Kepala BEI Perwakilan Provinsi Bengkulu, Bayu Saputra mengatakan, desa investor ini tujuannya agar masyarakat mendapatkan pilihan beragam untuk menginvestasikan uang mereka dengan cara yang aman.”Banyak sekali petani sawit di Bengkulu, tidak sedikit pula yang mendapatkan penghasilan lebih. Nah lebih baik mereka menginvestasikan lewat pasar modal, keuangannya daripada tertipu investasi bodong atau 'money game,”ujarnya di Bengkulu, kemarin.

Syarat untuk membangun desa atau kampung investor ini, lanjut Bayu, yakni setidaknya sudah ada 500 orang dalam satu wilayah tertentu yang telah memiliki akun investasi pasar modal. Untuk merealisasikannya, BEI Bengkulu saat ini lanjut dia sedang gencar mendorong literasi masyarakat yang berdomisili di wilayah target lokasi desa investor.”Setelah ada 500 investor, kita lanjutkan dengan bangun galeri investasi di sana, nanti akan di bangun di kantor desa atau kecamatan," kata dia.

Desa investor ini nantinya diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan literasi masyarakat Bengkulu terhadap pasar modal. Masyarakat sekeliling desa investor ini nantinya juga akan ikut teredukasi dan meluas ke wilayah lainnya se Provinsi Bengkulu.”Ini menjadi sumber penghasilan yang sangat bagus bagi masyarakat dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga, banyak pilihan di pasar modal ada dalam bentuk saham, reksadana, atau pun obligasi pemerintah," ujar Bayu. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Nilai Transaksi Harian Sepekan Tumbuh 1,24% - Banyak Diburu Investor Lokal

NERACA Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar 0,43% ke level…

Wapres Harap Bank Pembangunan Jadi Investor Jangka Panjang

    NERACA   Bali - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta sejumlah bank pembangunan dunia, seperi Bank Dunia (WB), Bank…

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…