Keajaiban Lain di Pulau Komodo

Keajaiban Lain di Pulau Komodo

Neraca. Pulau Komodo memang senantiasa menarik. Contohnya, kita disuguhi “teater” pemilihan PulauKomodo sebagai salah satu keajaiban baru dunia. Kontroversi tersebut menyebabkan terbaginya opini publik menjadi dua, ada yang menganggapnya sebagaihoaxatauscam, namun ada pula yang menanggapinya dengan serius, termasuk para tokoh publik di negeri ini.

Terlepas dari kontroversi itu, pulau Komodo, dengan kadal purba dan kekayaan alamnya tersebut bukan sebuah keajaiban baru. Pulau Komodo adalah sebuah keajaiban yang telah sejak lama dianugerahkan Tuhan kepada bangsa Indonesia. Soal pengakuan dari dunia, itu kita kesampingkan sementara.

Pulau Komodo terletak di Kepulauan NusaTenggara. Pulau ini merupakan habitat asli dari hewan komodo. Pulau ini merupakan Kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola langsung oleh pemerintah pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa dan dipisahkan oleh Selat Sape. Di pulau ini hewan komodo berkembang biak dengan baik. Menurut sumber terpercaya, hingga Juni 2011 jumlah komodo di Taman Nasional Komodo kurang lebih ada 1.700 ekor.

Membaca berbagai bahan bacaan tentang Pulau Komodo, akan senantiasa memberikan pengertian yang lebih luas, kokoh dan mendalam tentang pulau itu sendiri. Bila kita memiliki perhatian terhadap pulau tersebut, kita akan tahu bahwa kadal purba Komodo yang banyak diributkan itu hidup bukan hanya di Pulau Komodo dan Rinca saja, tetapi bahkan ada pula yang hidup di Pulau Flores. Menurut beberapa situs kedaerahan Flores, kira-kira ada sekitar 100 ekor kadal karnivora yang tinggal di wilayah tersebut.

Sisi menarik dari Pulau Komodo, sebenarnya bukan hanya kadal purba itu sendiri. Masih banyak aspek lain dari pulau itu yang menarik untuk dikaji atau sekadar dinikmati sebagai bagian dari relaksasi.

Perairan di sekitar Pulau Komodo menyimpan situs-situs penyelaman yang indah dan menantang. Bagi para pecinta olahraga scuba diving dan Snorkeling beberapa nama situs penyelaman tersebut mungkin sudah akrab di telinga.

Sebut saja Crinoid Canyon, Banana Split, atau Nusa Kode. Namun, di perairan di sekitar Pulau Komodo dan pulau-pulau di sekitarnya, sebenarnya terdapat lebih banyak lagi situs-situs penyelaman yang tidak kalah menariknya untuk kita berwisata air ( Scuba Diving, Snorkeling).

Bila satu situs penyelaman dapat menerima 10 orang scuba diver setiap musim liburan tiba, akan ada 510 scuba divers yang menikmati pemandangan bawah laut di sana: koral, kerapu, cumi-cumi, Napoleon Wrasse, bintang laut, snappers, dinding karang.

Tentu devisa yang masuk ke pundi-pundi para pengelola Liveboard, atau nelayan lokal, dan tentu saja pemerintah daerah setempat, akan cukup besar. Dengan mudah kita membayangkan, akan muncul lebih banyak lagi lapangan pekerjaan baru. Bahkan, tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti Pulau Komodo akan dikenal orang bukan hanya karena komodonya saja, melainkan juga diving sites-nya dan budaya lokal-nya.

BERITA TERKAIT

Rencana Penutupan TN Komodo Perlu Dibahas Banyak Pihak

Rencana penutupan sementara Taman Nasional (TN) Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengundang perhatian banyak pihak. Pelaku industri pariwisata pun…

Meko, Pulau 'Pink' di Flores Timur yang Timbul Tenggelam

Mungkin bila mendengar nama Kabupaten Flores Timur di Nusa Tenggara Timur (NTT), langsung terbesit di kepala yaitu perayaan Semana Santa…

Taman Nasional Komodo akan Ditutup Selama Satu Tahun

Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana menutup lokasi wisata Taman Nasional Komodo dari kunjungan wisatawan selama satu tahun. Hal ini…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Pemprov Banten Sebut Kawasan Anyer Sudah Aman Dikunjungi

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata menyatakan bahwa kawasan wisata di Pantai Anyer dan sekitarnya telah aman dikunjungi pasca tsunami…

Ini Tantangan Baru Industri Pariwisata di Indonesia

Salah satu usaha mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun depan, Kementerian Pariwisata akan lebih fokus menggarap segmen pasar…

Likuefaksi di Palu Bakal Dijadikan Tempat Wisata

Salah seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Matindas J Rumambi mengatakan semua lokasi likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten…