Taitra Bawa 30 Perusahaan untuk Jajaki Pasar Indonesia

NERACA

Jakarta - Taiwan External Trade Development Council (Taitra) bersama dengan Bureau of Foreign Trade (BOFT) membawa hampir 30 perusahaan asal Taiwan untuk menjajaki pasar Indonesia. Indonesia merupakan pasar potensial dengan 250 juta penduduk yang mana hampir setengahnya memiliki daya beli yang mumpuni.

Ke 30 perusahaan tersebut yaitu A&J Global, Besovida, Colorado Technology Marketing, Gilson Enterprise, HPB Technology, Investa Technology, Jopofa Industrial, Keenpro Industry, Linker Global Incorporation, Long Tsuen Industrial, Luyang Technology, Mau Feng Hardware, Meikwang Cosmetics, Morishita Taiwan, Rong Kuang Electric, Sanitar, Shing Feng Woei Enterprise, Solid Gold Hardware Corporation, Taiwan Golden Buckwheat, Taiwan Winnerstech Machinery, Tronco Electric Machinery, Vivotek, Yosun Tech, Zytronic Display Limited, dan A Winning Flair.

Product Manager dari Shin Feng Woei Enterprise, Gary Tseng berharap agar produknya bisa diterima di masyarakat Indonesia. Shin Feng Woei yang memproduksi beberapa mata bor untuk bahan metal dan besi ini telah banyak diterima diberbagai pasar dunia seperti Eropa, Timur Tengah dan Hongkong. Selain itu dari perusahaan Rong Kuang Electric yang menjual beberapa peralatan listrik juga sedang mencari distributornya di Indonesia. Rong Kuang Electric berharap produknya bisa diterima di pasar Indonesia. Dan ada juga perusahaan yang memproduksi bahan makanan dari bahan dasar gandum yaitu Taiwan Golden Buckwheat. Beberapa produknya juga telah diterima baik di pasar China, Hongkong, Amerika, Kanada dan Swiss.

Director Taiwan Trade Center Jakarta, Danny Liao menyampaikan tak hanya Indonesia yang dijadikan target untuk produk Taiwan bisa masuk, namun juga ada Vietnam dan Filipina. “Ketiga negara itulah yang paling besar potensinya. Khusus untuk Indonesia, mereka (perusahaan Taiwan) melihat Indonesia dari sisi pangsa pasar yang sangat besar. Jadi mereka mengharapkan disini dan bisa mendapatkan target yang lebih baik,” jelasnya.

Danny juga menyampaikan perbedaan pasar Indonesia dengan kedua negara lainnya yaitu Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. “Jadi untuk bidang makanan dan kosmetik yang juga ada di acara ini mereka berharap jika nanti sudah mendapatkan izin dari BPOM dan sertifikat halal dan bisa masuk ke pasar Indonesia, itu bagi mereka merupakan suatu keberhasilan yang besar karena target pasarnya sendiri kan sudah besar sekali,” tukasnya.

BERITA TERKAIT

Perluas Kontribusi Untuk Pemuda Indonesia - Peringati Satu Dekade ISYF

NERACA Jakarta - Salah satu syarat terpenting dalam membangun bangsa yang besar adalah mengembangkan dan memberdayakan kalangan pemuda dan generasi…

BI Sebut Mastercard Jalin Kerjasama Perusahaan “Switching” Lokal

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan perusahaan pemroses pembayaran (switching) asal Amerika Serikat, MasterCard, sudah menjalin kerja…

Vivotek Anggap Pasar Indonesia Penting

      NERACA   Jakarta - Indonesia akan menggelar Asian Games 2018 pada 18 Agustus hingga 2 September 2018…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Inalum Sebut Negosiasi dengan Freeport Belum Selesai

      NERACA   Jakarta - Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan negosiasi PT…

Pemerintah Minta Pemda Miliki Data RTLH dan Kawasan Kumuh

    NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memiliki data…

Kerap Mogok, LRT Palembang akan Dievaluasi Menyeluruh

    NERACA   Jakarta - Kementerian Perhubungan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional LRT Palembang, Sumsel menyusul kejadian berhenti…