OJK Edukasi Pasar Modal Syariah di Bekasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengintensifkan sosialisasi seputar pasar modal berbasis syariah guna meningkatkan pengetahuan dan penerimaan masyarakat seperti dilakukan di Bekasi,”Pengetahuan masyarakat tentang pasar modal berbasis syariah di Indonesia masih sangat rendah," kata Kabag Pengembangan Pasar Modal Syariah OJK, Arif Mahfud di Bekasi Selatan, kemarin.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kota Bekasi bersama PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). Lembaganya telah memiliki strategi untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pasar modal berbasis syariah di Indonesia. “Strategi ini sudah ada dalam 'road map' OJK,”ungkapnya.

Dikatakan Arif, sejumlah materi sosialisasi yang disampaikannya berupa penguatan infrastruktur hukum berikut produk dan sumber daya manusia (SDM). Selain itu, OJK juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta pihak terkait lainnya secara masif.”Selama ini peran BUMN belum terlalu optimal. Pengetahuan dari pengambilan keputusan saat ini masih melihat jangka pendeknya. Mereka juga masih nyaman dengan produk konvensional," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Director & Chief of Legal, Risk & Compliance, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Justitia Tripurwasani mengatakan, Bekasi memiliki potensi yang cukup besar dalam bisnis pasar modal berbasis syariah. Hal yang lebih mengetahui karakteristik masyarakat Bekasi adalah MES. “Potensi disini cukup besar. Dari sisi Manulife, kita punya facebook, dan instagram, ini memang besar sekali yang mem-follow kita. Mereka tidak hanya melihat tetapi aktif untuk berinteraksi,”tuturnya.

Menurut Justitia, Bekasi juga menjadi kota pertama terselenggaranya Invest Talk sebagai tindak lanjut kerja sama dengan OJK dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk pasar modal yang pengelolaannya sesuai dengan prinsip syariah. Dikatakannya, seiring dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin meningkat di kota Bekasi, secara perlahan mulai muncul kebutuhan untuk menyimpan maupun mengembangkan dananya di sejumlah produk syariah.

BERITA TERKAIT

OJK Targetkan Capai Rp 250 Triliun di 2018 - Pendanaan di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Geliat transaksi saham di pasar modal seiring dengan pesatnya pertumbuhan investor dan jumlah emiten, menjadi keyakinan Otoritas…

Kecewa RS Mekar Sari Bekasi

Ketika kami datang hendak berobat menggunakan kartu sehat (KS) yang dikeluarkan Pemkot Bekasi di RS Mekar Sari di Bekasi Jaya,…

OJK Optimis Transaksi Saham di Bali Melonjak - Kondisi Gunung Agung Pulih

NERACA Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan Regional Bali dan Nusa Tenggara optimistis nilai transaksi saham di Pulau Dewata akan melonjak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hasnur Group Bina Juara Dunia Karate

NERACA Jakarta - Keinginan Fauzan, karateka asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang belum lama ini berhasil memenangi Kejuaraan Dunia Karate Tradisional…

BNI Terbitkan MTN Subordinasi Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta - Perkuat likuiditas dalam rangka rangka mendanai ekspansi bisnis, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada tanggal 10…

ADHI Kantungi Kontrak Baru Rp 7,45 Triliun

NERACA Jakarta — Sampai dengan Juli 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru Rp7,45 triliun dengan kontribusi…