Garuda Optimis Bond Mampu Diserap Pasar - Dicatatkan di Singapura

NERACA

Jakarta – Danai pelunasan utang, PT Garuda Indonesia (Persero) bakal menerbitkan global bond dan hingga US$ 750 juta. Aksi korporasi perseroan telah mendapatkan izin dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasar (RUPSLB) Garuda Indonesia di Jakarta, pekan lalu.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala menjelaskan bahwa perseroan masih menunggu waktu yang tepat untuk penerbitan obligasi tersebut. Akan tetapi, pihaknya menyebut tahapan roadshow ditargetkan rampung pada April 2018. “Obligasi global akan kami catatkan di Singapura. Penerbitan itu menjadi momentum yang baik untuk memperbaiki profil utang kami,” ujarnya.

Disebutkan, nilai obligasi tersebut merupakan jumlah pokok maksimum yang bakal diemisi oleh perseroan. Perseroan sendiri menjelaskan, alasan pemilhan obligasi global yakni menghindari missmatch antara sumber pendanaan dan pendapatan perseroan. Pasalnya, pengeluaran perseroan lebih banyak dilakukan dengan mata uang dollar.”Dari sisi ukuran penerbitan obligasi, lebih memungkinkan melalui instrumen obligasi global,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku optimistis target dana yang dipasang perseroan akan tercapai. Namun, dia belum bersedia membeberkan berapa besaran kupon yang dipatok perseroan. Dalam prospektus perseroan yang dipublikasikan awal pekan ini, empat investment bank yang telah ditunjuk Garuda Indonesia yaitu Australia and New Zealand Banking Group, Bank of Tokyo Mitsubishi, Deutsche Bank, dan Standard Chartered Bank. Adapun, bunga obligasi akan diumumkan setelah periode bookbuilding.

Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk reprofiling utang perseroan sehingga proporsi utang jangka panjang tidak akan lebih kecil dibandingkan dengan proporsi pinjaman jangka pendek. Adapun, global bond ini akan jatuh tempo paling lambat pada 2023. Kemudian hasil RUPT juga mengubah struktur direksi dan komisaris. Dalam hal ini, perusahaan memberhentikan Puji Nur Handayani sebagai Direktur Produksi sekaligus menghilangkan jabatan tersebut.”Kami melakukan penyesuaian struktur direksi baru,"kata Pahala.

Selain menghapus posisi satu direksi, perusahaan memasukan dua komisaris baru, yaitu Herbert Timbo Parluhutan Siahaan dan Luky Alfirman. Menurut Pahala, Luky sendiri menggantikan komisaris sebelumnya, yaitu Isa Racmatarwata.”Herbert Timbo sebelumnya anggota komisaris di Citilink, terus Pak Isa menjadi Pak Lucky. Beliau adalah Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan," papar Pahala.

Garuda menargetkan rata-rata tingkat utilitas pesawat mencapai lebih dari 10 jam pada tahun ini. Direktur Operasi Garuda Indonesia, Triyanto Moeharsono mengatakan, bermacam strategi akan dipersiapkan agar dapat mencapai target tersebut. Adapun,hingga Februari 2018 secara year to date (y-t-d) tingkat utilitas setiap pesawat sudah mencapai 9 jam 42 menit.”Target kami utilitas bisa 10 jam 34 menit [pada 2018]. Maksimalnya bisa 13 jam," kata Triyanto.

Dia menambahkan strategi pertama adalah akan terus berekspansi membuka rute baru atau menambah rute yang ada, baik domestik atau internasional. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktur Kargo dan Niaga Internasional dan Direktur Niaga Domestik sebagai penyedia rute. Dari rute yang diusulkan kedua direktorat tersebut, akan disesuaikan dengan ketersediaan pesawat dan kru.

BERITA TERKAIT

OJK Optimis Transaksi Saham di Bali Melonjak - Kondisi Gunung Agung Pulih

NERACA Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan Regional Bali dan Nusa Tenggara optimistis nilai transaksi saham di Pulau Dewata akan melonjak…

Bukti Indonesia Mampu Hadirkan Teknologi Terkini - Telkomsel Hadirkan 5G di Asian Games

Sebagai operator telekomunikasi terbesar dan ternama di Indonesia, Telkomsel selalu menggembangkan layanan kepada masyarakat. Salah satu layanan tengah diuji coba…

Kapitalisasi Pasar Sepekan Tekoreksi 1,19%

NERACA Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan ini mengalami peningkatan sebesar 1,16% pada posisi 6.077,17 dari 6.007,54…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hasnur Group Bina Juara Dunia Karate

NERACA Jakarta - Keinginan Fauzan, karateka asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang belum lama ini berhasil memenangi Kejuaraan Dunia Karate Tradisional…

BNI Terbitkan MTN Subordinasi Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta - Perkuat likuiditas dalam rangka rangka mendanai ekspansi bisnis, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada tanggal 10…

ADHI Kantungi Kontrak Baru Rp 7,45 Triliun

NERACA Jakarta — Sampai dengan Juli 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru Rp7,45 triliun dengan kontribusi…